Startseite / Romansa / Cinta Jatuh Tempo / Kekacauan Macam Apa Ini?

Teilen

Kekacauan Macam Apa Ini?

last update Veröffentlichungsdatum: 17.08.2026 16:29:58

“Bos ya?”

Pria itu melangkah maju, memosisikan tubuh tegapnya tepat di depan tempat duduk Raia. Sebelum gadis itu sempat memprotes, Aksenna mencondongkan tubuhnya ke depan dan bertumpu pada kedua telapak tangan yang ia letakkan di tepian meja marmer, tepat di sisi belakang pinggang Raia.

Raia tersentak kecil, refleks memundurkan punggungnya hingga mentok pada sandaran kursi bar.

"Kayanya udah saya bilang, di luar jam kantor, I'm not your boss," lanjut Aksenna, sepasang matanya menatap tajam ke
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Cinta Jatuh Tempo   Kucinggalan Zaman

    Percaya atau tidak, pria di samping Raia ini bagai manusia yang punya kepribadian ganda. Tentu ini berdasarkan analisis Raia selama beberapa menit ia berada di sebelah pria berkacamata itu berkendara mencari makan siang menuju L'Ambroisie di Distrik Utama.Beberapa kali lontaran candaan garing bisa terucap dari mulutnya, seperti yang baru saja keluar asal dari bibir tipis tersebut.“Raia, kucing, kucing apa yang paling kuno?” tanya Aksenna santai sembari tetap fokus menatap jalanan di depan setir mobilnya.Raia menoleh lambat-lambat dengan dahi berkerut. “Huh?”‘DEMI APA SEORANG AKSENNA, MAIN TEBAK-TEBAKKAN ALA BAPAK-BAPAK!’ batin Raia menjerit frustrasi dalam hati, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.“Saya tebak, kamu gak tau,” sahut Aksenna, lalu terkekeh pelan tanpa beban. “Jawabnya kucinggalan zaman! Hahahahah.”‘Wait a minute. Who are you?’ Raia masih terbelalak syok, menatap bosnya seolah-olah pria itu baru saja kerasukan jin penunggu kantor NusaBuy.Aksenna meli

  • Cinta Jatuh Tempo   Makan Siang Biasa, Atau?

    "Selesai juga akhirnya," gumam Raia lirih.Raia mengembuskan napas panjang sembari menutup paksa layar laptopnya di ruang rapat yang kini sudah kosong melompong.Rapat baru saja berakhir sepuluh menit lalu, dan untungnya skenario pembagian slot margin tiga brand baru yang ia rancang disetujui tanpa banyak perdebatan.Sesuai perintah Aksenna lewat lirikan tajamnya tadi, Raia kini harus segera menyusulnya ke ruangan bosnya itu dengan map hasil rapat di pelukannya.Raia melirik jam yang melingkar di lengannya. Pukul 12.15. Waktunya makan siang. Ia bergerak cepat setelah membenarkan kuncirannya, lalu terburu-buru menuju ruangan atasannya.Aroma kopi hitam mendominasi ruangan, begitu ia membuka pintu ruang kerja Aksenna , Pria itu sudah melepas jas, menyisakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga sikut."Ini berkas kesepakatan rapat tadi yang perlu Bapak tanda tangani," ujar Raia formal, meletakkan map itu di tepi meja kerja Aksenna.Aksenna mendongak, meraih pulpennya dan langsung

  • Cinta Jatuh Tempo   Apa pria-pria bisa se-cheesy itu?

    “Raia …” Suara familiar itu terdengar. “Miss Kopiku sayang …”Wujud pria tampan dengan style khas anak agency kreatif muncul tepat di depan kubikel Raia."Nev, bisa stop panggil gue pakai embel-embel gitu enggak?" bisik Raia dengan suara tertahan, melirik cemas ke koridor utama divisi mereka. "Geli tahu.""Halah, biasanya juga lo biasa aja," sahut Nevan seraya terkekeh pelan. "Oh ya, draf komparasi komisi dari tiga brand itu sudah lo cek ulang belum?"Raia baru saja hendak membuka mulut untuk menjawab ketika suara familiar lainnya terdengar di telinga. "Ada yang bisa dilaporkan dari divisi campaign, Nevan?"Raia spontan menengok ke arah sumber suara.Secara sains, manusia itu dibekali kemampuan yang namanya auditory memory. Konon, ingatan auditori ini bekerja jauh lebih cepat daripada memori visual saat mengenali sinyal ataupun kejutan.Bagi Raia, itu valid.Suara bariton yang semalam berbisik intim di dekat telinganya, sontak membuat suasana kubikel jadi senyap. Bahkan sebelum Raia s

  • Cinta Jatuh Tempo   Setelah Cuti, Terbitlah Pening

    Sejak pukul empat dini hari, Raia sudah bergerak sat-set seperti agen rahasia yang sedang dikejar waktu. Alasan utamanya cuma satu: dia belum siap mental untuk berhadapan muka dengan Aksenna setelah kejadian semalam.Pilihan terbaiknya adalah membereskan semua tugas, lalu kabur duluan sebelum bosnya itu terbangun.Target pertamanya adalah walk-in closet Aksenna. Raia sukses merombak lemari besar itu jadi jauh lebih efisien. Kemeja kerja digantung rapi berdasarkan degradasi warna, disusul barisan trousers dengan lipatan presisi.Dia bahkan menata jajaran jam tangan mewah Aksenna di dalam kotak kaca beludru berdasarkan fungsinya—dari yang bermesin otomatis untuk harian hingga yang bertali kulit untuk acara formal.Beres dengan pakaian, Raia melesat ke dapur. Karena katering sehat langganan Aksenna sedang dia liburkan, Raia memutuskan mendadak jadi koki.Dia membuat menu sarapan praktis tapi tetap estetik. Omelet lembut, kentang bakar bumbu bawang, potongan alpukat, dan tomat ceri pangga

  • Cinta Jatuh Tempo   Skor Satu Sama

    Beberapa orang bilang, menjatuhkan harga diri di depan orang yang disukai adalah hal paling memalukan. Tapi bagi Aksenna, ada yang jauh lebih buruk: kehilangan akal sehat hanya karena sebuah ciuman."What the hell was I thinking? She’s my employee, you idiot!'But, pria mana yang tidak suka berciuman? Casual or deep kiss? Men like both, right?'Satu klik halus di pintu kamarnya terdengar. Di balik dinding itu, runtuh sudah semua topeng wajah bersimbol ketenangan dan kewibawaan yang biasa Aksenna tinjukkan sehari-hari.Pria itu menyandarkan kepala ke daun pintu, mengembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan."Sial. Saya beneran sudah gila," umpat Aksenna lirih di kamarnya.Namun, bukannya tenang, jantungnya justru kembali berdegup gila-gilaan. Aksenna berjalan cepat ke arah tempat tidur, lalu menghempaskan tubuhnya ke sana. Dia berguling ke kanan, lalu ke kiri, menenggelamkan wajahnya ke bantal untuk meredam erangan frustrasi.Sialan, tekstur bibir Raia—stafnya itu seolah masih t

  • Cinta Jatuh Tempo   Kekacauan Macam Apa Ini?

    “Bos ya?”Pria itu melangkah maju, memosisikan tubuh tegapnya tepat di depan tempat duduk Raia. Sebelum gadis itu sempat memprotes, Aksenna mencondongkan tubuhnya ke depan dan bertumpu pada kedua telapak tangan yang ia letakkan di tepian meja marmer, tepat di sisi belakang pinggang Raia.Raia tersentak kecil, refleks memundurkan punggungnya hingga mentok pada sandaran kursi bar."Kayanya udah saya bilang, di luar jam kantor, I'm not your boss," lanjut Aksenna, sepasang matanya menatap tajam ke dalam manik mata Raia yang membelalak panik. "Saya cuma klien yang terikat proposal kamu. Or partner, mungkin?”Raia menelan ludah dengan susah payah. Di bawah kepungan aroma maskulin yang begitu pekat dan jarak wajah mereka yang hanya tersisa satu jengkal, ia mati-matian mengumpulkan sisa keberaniannya agar tidak terlihat lemah.“Jangan keluar konteks, Senna," potong Raia cepat, menepis alibi pekerjaan yang dilempar pria itu. "Saya tanya, why did you kiss me? Long enough to make me forget how t

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status