Grania kembali ke mejanya dan mencoba menenggelamkan diri dalam tumpukan berkas. Ia berusaha keras mengabaikan ingatan tentang insiden bibirnya yang tak sengaja bersentuhan dengan pria asing tadi pagi. Bukan bibir itu yang mengganggunya, melainkan respons tubuhnya yang sungguh tidak masuk akal.‘Ayo, Grania, jangan mikir yang macam-macam. Semoga aja pria tadi orang baik-baik dan nggak akan memperpanjang masalah,’ batinnya menenangkan diri.Sepanjang siang, Grania berusaha fokus pada laporan divisi pemasaran. Namun, matanya tak bisa kompromi. Setiap beberapa menit sekali, tatapannya bergulir ke arah layar ponsel yang membisu di sudut meja. Masih tidak ada pesan maupun panggilan dari Senapati.Grania menghela napas panjang. Ia tahu betul tabiat kekasihnya. Jika sudah marah, Senapati akan menggunakan jurus silent treatment hingga Grania yang memohon maaf duluan."Ya sudah, nanti pas jam istirahat aku coba telepon Mas Sena," gumamnya pelan, mencoba berdamai dengan keadaan.Di tengah ke
Dernière mise à jour : 2026-09-09 Read More