Penawar Rahasia Sang Presdir

Penawar Rahasia Sang Presdir

last updateLast Updated : 2026-10-22
By:  SangkarachanUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
7Chapters
8views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tiga tahun menjalin hubungan, Grania mual dan muntah tiap disentuh oleh kekasihnya. Puncaknya, ia dicampakkan di pinggir jalan dan uang tabungannya dikuras habis untuk selingkuhan kekasihnya! Namun, sebuah insiden tabrakan di kantor mengubah segalanya. Grania tak sengaja mencium seorang pria asing. Anehnya... tak ada rasa mual sedikit pun! Siapa sangka, pria asing itu adalah Asgakar, CEO dingin yang alergi sentuhan wanita, tetapi justru kecanduan sentuhan Grania. "Pria lain membuatmu mual? Bagus. Berarti tubuhmu hanya milikku!" Follow IG : Sangkarachan

View More

Chapter 1

Bab 1

"Grania, aku nggak ngerti lagi sama kamu. Kenapa sih setiap aku ajakin ciuman kamu selalu kayak gitu? Kamu jijik sama aku, iya?!"

Grania tersentak mendengar nada bicara kekasihnya yang tiba-tiba meninggi.

Kemarahan Senapati tampaknya tak lagi bisa terbendung karena Grania lagi-lagi menolak sentuhannya.

Padahal mereka sudah berhubungan hampir tiga tahun, tapi sekalipun Senapati tak bisa menyentuh Grania lebih jauh.

"Mas Sena, maafkan aku... tapi aku benar-benar langsung mual. Aku nggak tahu kenapa bisa sampai seperti ini," lirih Grania, tubuhnya gemetar halus.

Ia juga tidak tahu mengapa setiap kali berdekatan dengan Senapati, perutnya langsung bergejolak hebat.

Senapati mengembuskan napas kasar, memilih berbalik dan berjalan menuju pintu kontrakan Grania.

"Sudahlah, aku pulang saja. Kamu bikin mood ku rusak! Jangan ganggu aku malam ini!"

Blam!

Senapati membanting pintu dengan keras.

Grania meremas kedua tangannya dengan perasaan tak karuan.

Selama tiga tahun bersama, hubungan mereka memang hampa dari sentuhan fisik. Grania tak berani membantah atau mengejar Senapati. Ia merasa bersalah karena tidak bisa membahagiakan kekasihnya sendiri.

"Maafkan aku... aku benar-benar nggak tahu kenapa selalu begini," bisik Grania pada ruangan yang kini mendadak sunyi.

Dengan mata berkaca-kaca, ia mengusap air mata yang menetes di pipinya.

Terpikir olehnya untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Tapi apa yang harus dia katakan?

Bahwa dirinya mual setiap kali bersentuhan dengan kekasihnya sendiri?

“Aku pasti akan disangka gila,” gumam Grania sambil menghela napas panjang.

Keesokan paginya, Grania berangkat kerja dengan pikiran yang terus melayang.

Beberapa rekan yang menyapanya hanya ia tanggapi seadanya.

Begitu tiba di meja kerja, ia sama sekali tak bisa fokus.

Biasanya, meski kesal, Senapati akan tetap menghubunginya. Tapi hari ini tidak ada sama sekali.

Matanya tertuju pada cincin lamaran dari Senapati yang melingkar di jari manisnya.

"Mas Sena pasti masih marah sama aku."

Bukan cuma sikap Senapati, bayangan keluarga pria itu pun turut membayangi pikirannya.

Keluarga Senapati tak pernah menyukainya karena Grania hanya gadis sebatang kara dan karyawan biasa.

Meski sudah cukup lama berpacaran, bahkan Senapati sudah melamarnya, rasanya tak ada perkembangan apa pun. Hubungan mereka terus berjalan di tempat.

Merasa kepalanya makin pusing, Grania memilih pergi ke toilet untuk menenangkan diri.

Di depan cermin, ia menatap pantulan wajahnya yang sendu dengan mata sembab. Wajahnya polos tanpa polesan makeup berlebih. Hanya bedak bayi yang biasa ia sapukan tipis-tipis.

"Aku harus bagaimana?" bisiknya pada cermin.

Setelah membasuh wajah dengan air dingin, Grania berbalik untuk keluar.

Namun, baru beberapa langkah melewati pintu toilet, tubuhnya bertabrakan keras dengan seseorang.

Bruk!

Cup!

Mata Grania membola seketika. Bibirnya mendarat tepat di atas bibir pria yang tak sengaja ditabraknya.

“....”

Beberapa detik berlalu dalam kecanggungan. Grania terlalu syok sampai-sampai tubuhnya kaku, tak segera bangkit dari posisi menindih pria tersebut.

Begitu kesadarannya kembali, Grania panik dan secepat kilat bangkit berdiri.

"Ma-maafkan saya! Tadi benar-benar nggak sengaja!"

Grania membungkukkan badan berkali-kali tanpa berani mendongak. Ia terlalu takut jika orang yang ditabraknya adalah atasan galak atau seseorang yang akan memarahinya.

Namun… hening. Tak ada jawaban.

Setelah beberapa saat merasa tak ada pergerakan, Grania perlahan memberanikan diri mengangkat kepalanya.

Lorong itu sudah kosong melompong.

“Loh? Kok nggak ada?” Grania celingukan mencari keberadaan pria tadi, namun lorong sepi seolah tak pernah terjadi apa-apa.

"Padahal jelas-jelas tadi ada orang..."

Grania baru saja berniat melangkah kembali ke mejanya, tapi mendadak langkahnya terhenti.

Jarinya perlahan bergerak menyentuh bibirnya sendiri. Matanya perlahan membelalak lebar saat sebuah kesadaran menghantamnya.

"Tunggu, sepertinya ada yang aneh."

Gadis itu tertegun. Ia mengingat kembali detik-detik saat bibirnya bersentuhan dengan bibir pria asing tadi.

"Kok aku nggak mual?" bisiknya tak percaya. “Kenapa aku merasa biasa aja?!”

Padahal kalau Senapati mendekat sedikit saja, ia langsung merasa mual dan mau muntah?!

Dada Grania berdebar kencang, kepalanya mendadak berdenyut memikirkan keanehan ini.

Siapa … pria itu sebenarnya?

Sementara itu, di sebuah ruang rapat di dalam gedung pencakar langit itu, seorang lelaki yang mengenakan setelan jas mahal tampak tidak fokus pada presentasi peserta rapat di hadapannya.

Pikirannya melayang, pada seorang gadis, atau lebih tepatnya pada bibir ranum yang belum lama meninggalkan jejak di bibirnya sendiri.

Pria itu mengusap bibirnya dengan jemari.

‘Aneh,’ gumamnya dalam hati.

Mengapa ia tidak merasa mual dengan kontak fisik itu

to be continued

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status