Ruang kelas seketika senyap tanpa suara.Hanya terdengar teguran dari guru BK melalui pengeras suara.Beberapa detik kemudian, sorakan dan jeritan yang lebih riuh membahana, hampir merobohkan atap ruang kelas.Yesika mendadak membanting pulpennya dan berdiri. Dengan wajah tegang, dia berjalan ke hadapan Vivian."Vivian, kamu sudah lama banget bucin Dirly, masa nggak bisa ngelarang? Nyatain cinta pakai mic begitu, kekanak-kanakan sekali!"Namun, Vivian jelas melihat binar kepuasan di mata Yesika.Bisik-bisik bernada ejekan dari teman-teman sekelas bagaikan percikan api kecil yang membakar wajahnya.Vivian mengepalkan telapak tangannya erat-erat. Tepat saat dia hendak berbicara, guru BK datang dengan raut wajah serius dan memanggil Yesika pergi.Sepanjang jam pelajaran berikutnya, Yesika dan Dirly tidak kembali ke kelas.Pikiran Vivian kosong. Begitu bel istirahat akhirnya berbunyi, dialah orang pertama yang melesat keluar kelas.Dia ingin menemui Dirly untuk meminta penjelasan.Namun, s
Read more