Jam makan siang tiba. Nadira yang kelaparan karena belum sempat sarapan langsung menghubungi sekretarisnya."May, makan yuk. Saya lapar nih, kamu udah makan?" tanya Dira lewat interkom."Udah, Bu, tadi pesen di kantin," jawab Maya. "Mau saya pesenin juga?""Nggak usah, saya lagi pengen bakso. Mau nemenin?""Kerjaan masih ada sih, Bu. Tapi ayo deh kalau mau ditemenin," sahut Maya ramah.Keduanya berjalan ke arah lift. Saat pintu terbuka, Dewa sudah ada di dalam dengan rambut gondrong dan kemeja putihnya."Selamat siang, Pak," sapa Maya."Siang," balas Dewa sambil mengangguk santai.Dira hanya tersenyum tipis membalas sapaan pria itu."Lantai berapa?" tanya Dewa."Lantai dasar," jawab Dira."Owh, sama berarti," sahut Dewa santai.Sampai di lantai dasar, Dewa keluar lebih dulu. "Mari, Bu, Mba.""Iya, Pak," balas Dira.Dira lalu menoleh ke sekretarisnya. "May, ke
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-27 Mehr lesen