"Aku tidak bertanya padamu, Leo. Aku bertanya pada Malik!" Mendengar itu, Malik hanya menghela napas panjang. "Yaelah, Miss... Kan sama aja, mau Malik atau saya yang jawab," protes Leo, merasa tersinggung. Apalagi tatapan Aurora begitu berbeda ketika menatap dirinya dan saat menatap Malik. "Nasib jadi orang ganteng enak ya, Lik. Perempuan langsung pada manis. Beda kalau sama aku, bawaannya kayak melihat orang bengis," lanjut Leo mengeluh. Malik sedikit terkekeh, merasa terhibur dengan celotehan sableng Leo yang ternyata memiliki selera humor lumayan tinggi. Saat Aurora melangkah dan hendak duduk di samping Malik—bahkan berniat menyentuh tangan kekar itu—sebuah panggilan dari dalam ruangan pemeriksaan memotong aksinya. "Pasien atas nama Pak Malik Lintang Yanuar!" Malik langsung berdiri. "Duluan ya, Miss," ucapnya, merasa sangat lega karena tidak perlu repot-repot mencari alasan untuk menjauh dari perempuan bule itu. Aneh memang, setelah membeli properti dari kantor Aris, A
Last Updated : 2026-10-01 Read more