Malik menoleh dan menatap wajah Leo dengan serius. Ia mengangguk pelan."Ikuti saja alurnya, Leo. Aku tak butuh sekadar omongan, aku cuma butuh pembuktian," ucap Malik tegas, tak mau berpura-pura.Mendengar itu, Leo mengangguk yakin. "Pasti itu, Lik!"“Tapi menurutku, kamu tetap bersikap bengis aja deh, Le, di depan Pak Aris kalau sama aku,” ucap Malik, entah bagaimana bisa melontarkan usul seperti itu.Leo mengerutkan dahi, menatap heran. "Kenapa memangnya?" tanyanya benar-benar bingung.Sebelum Malik sempat menjawab, Aris sudah berdiri di hadapan mereka dengan wajah yang terlihat jauh lebih segar."Maaf ya, Lik, agak lama. Tadi ada urusan lumayan serius sama mucikarinya," kilah Aris. Malik tentu saja tidak percaya, tetapi ia hanya mengangguk malas. Biarlah Aris menganggapnya bodoh."Loh, Leo?" sapa Aris begitu menyadari kehadiran pria lain di sana.Leo mengangguk canggung. Namun demi membuktikan niatnya pada Malik, ia langsung memainkan perannya."Iya, Pak. Saya kebetulan lewat, dan
Last Updated : 2026-09-26 Read more