"Loh, Mbak... Tapi tadi Mbak yang menelpon aku duluan. Aku kira..."“Ah, enggak! Jangan mengelak, ya, Malik! Sudahlah, lupakan saja. Aku mau tanya, itu lukanya kenapa?” sela Sheila.Wajah Sheila terlihat sedikit gugup di layar. Malik bisa melihat jelas bahwa perempuan itu sedang berusaha menutupi sesuatu. Namun, Malik tidak ingin membuat Sheila merasa terpojok. Ia memilih tidak bertanya lebih jauh dan hanya mengangguk sambil tersenyum lembut."Enggak apa-apa, ini hanya luka biasa, Mbak.""Bagaimana dengan keadaan Mbak di sana?" tanya Malik lagi, seolah ingin memperpanjang obrolan.Sheila menyambut pertanyaan itu. Perempuan itu meletakkan ponselnya di atas meja, memperlihatkan dirinya yang sedang makan."Huh... Jenuh, Lik. Aku mau pulang, rasanya gak enak. Aku kurang suka di sini, semua orang bertanya pertanyaan yang sama terus," balas Sheila terbawa suasana dengan pertanyaan Malik. Wajahnya menyiratkan kekesalan dan kesedihan mendalam."Apa aku perlu menyuruh sopir untuk menjemput Mb
Last Updated : 2026-10-02 Read more