"Maaf sudah terlalu kasar ya, Mbak... Aku gak bisa ngontrol diriku sendiri," lanjut Malik serak saat melihat raut kaget di wajah Sheila."Terserah," balas Sheila acuh tak acuh, meski berbanding terbalik dengan gejolak di dalam hatinya."Ayo makan mienya, biar aku suapin ya, Mbak. Takutnya Mbak masih sakit," ucap Malik lagi penuh perhatian."Iyalah sakit! Gila aja kamu gempur aku semalaman, lemas lah... Untung besok weekend," omel Sheila meluapkan kekesalannya.Malik terkekeh pelan. Ia menyendok mie dengan garpu lalu menyuapkannya pada Sheila yang sudah duduk bersandar di sebelahnya."Mbak, ini udah pukul empat pagi, btw," ucapnya santai sambil menyuapkan porsi berikutnya.Sheila yang baru saja menerima suapan itu mendadak menegang. Ia hampir tersedak kalau saja Malik tak buru-buru menyodorkan gelas air minum padanya."Malik! Gila aja, jam empat pagi?! Astaga, kamu menggempurku benar-benar semalaman penuh?!" tanya Sheila dengan nada tak percaya. Melihat Malik hanya tersenyum manis samb
Last Updated : 2026-09-28 Read more