"Cepat, Lik! Belokkan ke hotel terdekat!" perintah Sheila, nadanya bergetar hebat. Tangannya masih mendekap dadanya erat, seolah tak sabar ingin melepas ikatan yang menghimpitnya. "Tapi, Mbak..." "Kamu lupa tugasmu?!" "Eh, iya, Mbak," balas Malik cepat. Seluruh tubuhnya seketika menegang kuat, begitu pula dengan kejantanannya di balik celana yang mendadak mengeras kencang begitu menangkap tatapan sayu dan rintihan parau dari bibir Sheila. "Mana sih hotelnya?!" rutuk Sheila, seolah tak sanggup lagi menahan gejolak panas di dalam tubuhnya yang mendesak minta dibelai. "Sabar, Mbak... Ini masih di dalam tol," balas Malik tanpa berani berpaling, khawatir gairahnya makin liar jika terus-terusan memandangi lekuk dada Sheila yang setengah terekspos. "Gimana kalau pinggirkan saja mobilnya?" "Jangan, Mbak! Nanti ada yang lihat, gak efisien banget," protes Malik menggeleng tegas, membuat Sheila tersentak menyadari ucapan Malik ada benarnya. Tiba-tiba, jemari mulus Sheila merayap
Last Updated : 2026-09-23 Read more