"Makasih, Lik, soal tadi." Itu isi pesan yang membuat Malik hampir serangan jantung. Hidungnya mendadak terasa hangat, pipinya merona merah, dan matanya menyipit menyembunyikan bibir yang sibuk menahan senyum. "Mas Malik!" panggil Edo yang langsung mengagetkan Malik. "Eh, iya, Mas Edo?" "Kenapa sampean?" "Eh, gak apa-apa. Saya pulang dulu ya, Mas Edo, ada urusan," ucapnya cepat sambil menepuk bahu Edo, lalu bergegas pergi. Di sepanjang jalan, Malik tak bisa menahan senyum lebar di wajahnya. Pesan singkat itu terus-menerus ia tatap tanpa henti. Ini makasih buat yang mana ya? Memuaskannya... atau yang tadi? gumamnya menerka-nerka, bingung maksud dari kata terima kasih itu. Namun, Malik langsung mengibaskan tangannya di udara dan kembali bergumam sendiri. Ah, bodo amat! Yang penting ini hal yang sangat langka buat aku. Ia terkekeh pelan dengan mata yang masih enggan berpaling dari layar ponselnya. Harus Di-screenshot ini, terus dijadikan foto buat dipajang di kamar, p
Last Updated : 2026-09-19 Read more