Keesokan paginya, sesuai permintaan Aris, Malik datang pagi-pagi sekali ke rumah sahabatnya itu. Namun, pagi yang cerah itu seketika terasa suram saat ia disambut oleh Sinta, yang wajahnya langsung berbinar menatap dirinya. "Ya ampun, Mas Malik! Lama tidak bertemu," sapanya begitu ceria. Nampan yang ia pegang berisi susu vanila pesanan Sheila seolah dilupakan begitu saja, terus ia genggam sambil berlenggang-lenggok manja di depan Malik. Pria itu meringis, merasa risih bukan main. "Iya Mbak Sinta. Ke mana saja? Biasanya suka ada di luar nyiram tanaman," balas Malik sekadar berbasa-basi agar tak disangka sombong. "Ya ampun, Mas Malik perhatian banget sama aku mmmm! Ini loh Mas, maaf membuat Mas Malik kecewa. Aku kan pernah janji setiap pagi mau nyiram tanaman, tapi Nyonya Sheila mendadak melarang aku keluar. Dia malah ngasih pekerjaan di dalam. Aduh, jadi nggak enak membuat Mas Malik kecewa," jelasnya panjang lebar dengan nada yang mendayu-dayu. Lagi-lagi kesalahpahaman terjadi
Last Updated : 2026-09-12 Read more