Angin pegunungan berembus kencang, menerbangkan ujung map hitam yang digenggam Hendra tepat di atas jurang Baturraden yang menganga dalam. Kalea mencengkeram erat boks Aletta ke dadanya, menatap map yang berisi sisa masa depan suaminya itu dengan napas tertahan."Kunci itu tidak ada padaku, Paman! Adrian yang membawanya!" teriak Kalea membelah kabut tebal, mencoba menekan rasa panik yang merayap di dadanya.Hendra terkekeh dingin. Ia melirik sekilas ke arah Miko yang diam-diam menggeser kaki untuk mencari sudut serang dari samping pelataran."Jangan bergerak, Miko, atau isi data ingatan Arkananta ini akan berserakan di dasar tebing sebelum kau sempat menyentuh senjatamu!"Miko seketika membeku. Tangannya tertahan di dekat pinggang dengan rahang mengeras menahan amarah."Kalau kau menyentuh satu lembar pun dari map itu, Hendra, aku pastikan kau tidak akan sempat meninggalkan tempat ini," geram Miko.Hendra tertawa kecil."Ancaman dari anak buah Adrian tidak ada artinya di hadapanku.""
Last Updated : 2026-09-05 Read more