Raia mendongak, tangannya saling bertaut, menguatkan mentalnya. "Iya, Bu Rica..."Ibu Rica mendekat, mengikis jarak hingga berdiri persis di depan Raia. "Kamu dibayar mahal oleh perusahaan ini bukan hanya untuk mengurus jadwal dan mengetik dokumen perusahaan.""Ma, Raia di sana justru sangat membantu—" potong Leo, menyela."Leo, biarkan Mama bicara dengan sekretaris kamu," potong Ibu Rica tanpa memalingkan pandangan sedikit pun dari Raia."Tugas utama kamu sebagai sekretaris pribadi adalah menjaga keselamatan, keputusan, dan batasan aktivitas Leo," lanjut Ibu Rica, menunjuk dada Raia dengan ujung telunjuknya. "Kalau Leo bertindak nekat dan ingin bertahan di tempat berbahaya seperti kemarin, kamu harusnya jadi orang pertama yang melarangnya! Kamu harusnya menarik dia pulang, bukan malah membiarkan dia bertaruh nyawa di sana!"Raia menelan ludahnya yang kini terasa pahit. "Maafkan saya, Bu Rica. Saya—""Sudah, Ma," potong Leo cepat. Pria itu melangkah mendekati keduanya, memotong jarak s
Last Updated : 2026-08-26 Read more