Julian terperanjat, ia buru-buru membungkukkan badannya, menyembunyikan wajahnya yang panik. "B-baik, Pak Leo. Segera saya siapkan ruang rapat di lantai dua."Pria itu berbalik dengan langkah tergesa, tatapannya melirik pada manajer keuangan, memberi kode untuk segera menyusul.Leo memejamkan matanya sejenak, ia melangkah melintasi lobi, membuat staf yang berpapasan refleks menghentikan aktivitas, menunduk hormat dengan raut tegang. Di belakang Leo, Raia melangkah anggun, jemarinya menggenggam iPad yang memuat bukti-bukti penyelewengan dana.Pintu ruang rapat di lantai dua dibuka begitu pelan. Julian dan manajer keuangannya berdiri kaku di balik meja panjang dengan tatapan takut.Leo berdeham, ia menarik kursi di ujung meja, lalu duduk dengan tegap. Ia menyandarkan punggungnya, melipat kedua jemari di atas meja, lalu melirik Raia yang mengambil posisi berdiri di sebelah kanannya."Tutup pintunya, Raia," perintah Leo datar.Klik.Raia mengunci pintu dari dalam, lalu menggeser layar iPa
Last Updated : 2026-08-29 Read more