"Ibu terlalu gegabah membawa Raia ke tengah-tengah mereka," gumam Leo, menyatakan keberatan dengan keputusan ibunya. "Paman Roberts baru saja melempar umpan, dan tindakan Ibu justru menjadikan Raia sasaran empuk sebagai bahan candaan, berikutnya." "Raia bukan sasaran, Leo. Dia adalah alasan agar kamu tidak bertindak bodoh malam ini," balas Bu Rica tegas. Wanita itu meninggalkan Leo, begitu melihat kerabatnya mulai berdatangan. Menyambutnya satu per satu dan sekedar memberikan basa basi. "Pak Leo...," bisik Raia pelan, memberanikan diri melangkah, sejajar dengan Leo. "Saya tidak apa-apa." Leo tidak menoleh, namun ketegangan di wajahnya perlahan mulai memudar. Perhatian dan keberanian wanita itu menjadi satu-satunya penawar yang menahannya dari keputusasaan. "Tetap di samping saya, Raia," desis Leo memperingati. "Apapun yang akan terjadi," lanjutnya, menatap Raia. "Semuanya, harap perhatiannya sejenak," suara nyaring Sandy menggema dari arah pintu masuk aula, membuat hampir seluruh
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-04 อ่านเพิ่มเติม