Home / Romansa / The Day We Do It / Bab 53 - Gaun untuk Staf Operasional

Share

Bab 53 - Gaun untuk Staf Operasional

Author: Anidania
last update publish date: 2026-09-04 00:16:26
"Ibu terlalu gegabah membawa Raia ke tengah-tengah mereka," gumam Leo, menyatakan keberatan dengan keputusan ibunya. "Paman Roberts baru saja melempar umpan, dan tindakan Ibu justru menjadikan Raia sasaran empuk sebagai bahan candaan, berikutnya."

"Raia bukan sasaran, Leo. Dia adalah alasan agar kamu tidak bertindak bodoh malam ini," balas Bu Rica tegas. Wanita itu meninggalkan Leo, begitu melihat kerabatnya mulai berdatangan. Menyambutnya satu per satu dan sekedar memberikan basa basi.

"Pak L
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The Day We Do It   Bab 60 - Leo, Saya Pusing Sekali

    "Ngh... ... Leo..." desah Raia , tubuhnya melengkung tatkala sentuhan dan gairah di antara keduanya semakin menghimpit. Jemari Raia meremas kencang otot bahu Leo yang basah oleh peluh. "Saya... tidak tahan... sudah tidak kuat..."Desahan da rintihan pada tubuh Raia justru semakin membakar sisa akal sehat dari Leo. Erangan yang meluncur dari tenggorokan Leo saat pergerakannya melaju dalam ritme yang begitu dalam dan menuntut membuat dirinya kehilangan akal. Ia menunduk, menyapu leher Raia dengan napasnya yang berhembus panas dan liar.Namun, di tengah pusaran sensasi yang membuat kesadarannya melayang, Raia merasakan ketegangan tubuh Leo sudah berada tepat di ambang batas pelepasan."Leo... ah! Di luar...!" jerit Raia tertahan di antara desah napasnya yang tersengal. "Di luar... tolong, jangan di dalam...!"Tubuh Leo bergetar hebat di atas tubuh Raia. Otot-otot badannya menegang kaku bagaikan batu, sementara dorongan hebat di dalam dadanya mendesak kuat untuk ditumpahkan saat itu juga.

  • The Day We Do It   Bab 59 - Malam Panjang

    Ciuman yang saling menuntut itu membakar habis seluruh sisa udara dan keraguan yang sempat hinggap di antara mereka. Suara desahan Raia meluncur dari celah bibirnya yang ttengah terpagut, memecah keheningan kamar yang kini mulai terasa panas."Ah... Pak... Leo..." desah Raia patah-patah saat bibir Leo perlahan menyusuri garis rahangnya, bergerak turun bermuara di ceruk lehernya.Jemari Raia makin erat meremas rambut dan bahu tegap Leo, melengkungkan tubuhnya tatkala sentuhan hangat telapak tangan sang CEO menyusup di lekuk pinggangnya. Setiap kecupan yang diberikan Leo mengirimkan gelombang yang membuat seluruh tubuh Raia meremang dalam gairah.Leo menggeram, membiarkan naluri dan gejolak yang bertahun-tahun ia pendam mengambil alih kendali. Pria yang biasanya dipenuhi kalkulasi dingin itu kini begitu terpesona, bertindak posesif di atas tubuh wanita di bawahnya. Ibu jarinya menangkup rahang Raia, sementara telapak tangannya menekan pinggul wanita itu tanpa membiarkan ada jarak tersi

  • The Day We Do It   Bab 58 - Peraduan yang Mengesankan

    Tubuh Leo seketika membeku.Sentuhan tangannya terhenti di udara. Seluruh darah di tubuh Leo seolah menyusut dalam sekejap mata. Napas pria itu tertahan, menyisakan keheningan yang mendadak mencekam di dalam kamar hotel yang luas itu.Leo merenggangkan jarak dengan perlahan, menumpukan kedua tangannya di sisi kepala Raia. Matanya menatap penuh rasa penasaran, memandangi wajah Raia yang terkulai lelah dengan benak yang dihantam kebingungan luar biasa.Seperti waktu itu?Jantung Leo berdegup kencang, kali ini bukan karena gairah, melainkan oleh guncangan rasa terkejut yang teramat sangat. Selama tujuh tahun ini, ia tidak pernah menyentuh Raia lebih dari batas seorang atasannya. Mereka tidak pernah melewati batas ini. Sama sekali tidak pernah.Atau... adakah sebuah malam di masa lalu yang terhapus dari ingatannya? Ataukah Raia sedang membayangkan pria lain di dalam ingatan kelamnya?"Raia..." bisik Leo dengan suara bergetar , menatap ke dalam manik mata Raia yang semakin sayu oleh rasa p

  • The Day We Do It   Bab 57 - Seperti Waktu Itu

    Leo makin mempererat pelukannya, merasakan tubuh Raia yang gemetar dan diliputi rasa cemas. "Jangan dipikirkan lagi. Istirahatlah, biar saya yang selesaikan semuanya."Raia merenggangkan dekapannya dengan pelan, mendongakkan kepala dengan jemari yang masih tertaut di kerah kemeja Leo. Manik matanya yang basah dan sedikit sayu menatap ke dalam iris mata hitam milik atasannya—sebuah tatapan yang menyiratkan campuran antara kerapuhan yang mendalam dan keputusasaan yang siap membakar batas."Ayo, Pak Leo..,." bisik Raia dengan nada mengayun , terkesan bagai bisikan magis di tengah heningnya suite privat tersebut. "Bermainlah dengank saya Kalau malam ini mereka sengaja melabeli kita dengan kebohongan yang kotor... kenapa kita tidak membuat kebohongan itu menjadi? Buat saya lupa dengan apa yang mereka katakan ... hanya malam ini."Rahang Leo mengeras hingga otot di sepanjang lehernya menegang. Tatapan matanya berubah tajam, terpenjara antara tanggung jawab moral untuk menjaga wanita yang sed

  • The Day We Do It   Bab 56 - Raia Tak Sadar

    "Karena saya tidak akan pernah membiarkan mereka menyentuhmu demi menghancurkan hidup saya," bisik Leo dengan ketegasan yang terpancar di dalamnya. "Biarkan saya yang menanggung semua dosa yang mereka lakukan padamu, Raia. Kamu hanya perlu tetap di samping saya agar tetap aman.""Tapi saya tidak ingin terus berlindung di balik bayangan Bapak," balas Raia tegas, menantang tatapan penuh proteksi milik Leo.Leo terdiam.Namun, tiba-tiba Raia memegangi kepalanya. "Kepala saya... mendadak makin pusing, Pak," keluh Raia pelan. Jemarinya memijat pelipis yang berdenyut hebat, sementara bobot tubuhnya mulai limbung bersandar pada pagar pualam.Tanpa membuang waktu lebih lama, Leo merengkuh pinggang Raia, menyangga tubuh wanita itu dengan tangan kekarnya. Pria itu tidak membawa Raia kembali ke aula, melainkan menyusuri lorong privat khusus menuju presidential suite pribadi milik sang CEO yang berada di lantai paling atas hotel tersebut.Pintu kamar mewah itu terbuka dengan perlahan ketika Leo me

  • The Day We Do It   Bab 55 - Kesalahan Saya ... Atau?

    Suasana jamuan yang semula damai, perlahan berubah menjadi helatan mewah yang bising oleh denting gelas kristal dan gelak tawa saling memamerkan kekuasaan. Botol-botol wine langka dan whisky bernilai ratusan juta mengalir tanpa henti, membasahi tenggorokan para tetua dan kerabat Vaneric yang mulai terbuai oleh euforia malam itu. Sandy dan Pak Roberts beberapa kali memimpin toast, sengaja meminum alkohol dengan dosis tinggi demi merayakan aliansi baru mereka bersama keluarga Evelyn. Di tengah kerumunan yang kian tak terkendali dan aroma minuman beralkohol yang begitu menyengat, hanya Leo dan Raia yang memilih tetap menguasai diri. Leo menolak tegas setiap tuangan spirits dari para pelayan, memilih mempertahankan kesadaran demi melindungi wanita di sisinya. Namun, demi menjaga etika baik saat Pak Roberts sengaja mengangkat gelas ke arah mereka untuk mencoba memprovokasi, Raia terpaksa menyesap sedikit champagne yang disodorkan. Seteguk cairan emas itu membasahi tenggorokan Raia. Efek

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status