"Jangan banyak tanya, tandatangani saja. Setelah itu, Citra bisa masuk ke keluarga ini."Dimas tidak ragu sedikit pun dan langsung membubuhkan tanda tangan.Kepala pelayan tampak bingung, lalu bertanya, "Nyonya, apa masih perlu dicambuk?"Melihat surat perjanjian cerai di hadapannya, Ratih merasa murka, "Dia sendiri yang berani memintaku untuk mencambuk, bagaimana mungkin tidak jadi? Cambuk! Cambuk dengan keras!"Kepala pelayan tidak punya pilihan selain mengangkat cambuk dan mengayunkannya."Satu cambuk, dua cambuk, tiga cambuk ...."Di ruang tamu, yang terdengar hanyalah suara cambuk yang terayun, lalu jatuh mengenai kulit dan daging.Setelah lima puluh cambukan, dia akhirnya tak tahan lagi dan memuntahkan seteguk darah segar."Jangan, hentikan! Tuan Dimas, aku tidak pantas kau perlakukan seperti ini!" Citra langsung menerjang, melindungi tubuh pria itu, dan berkata, "Kalau mau mencambuk, cambuk kami berdua!"Terdengar suara cambuk terayun dan begitu menghantam punggung Citra, tubuhn
Read more