Share

Salju Beku Menutupi Bintang
Salju Beku Menutupi Bintang
Author: Sella

Bab 1

Author: Sella
Tak disangka, Lintang tersenyum padanya, suaranya serak tapi terkendali. "Jangan takut, aku nggak akan menyakitimu."

Dia menepati janjinya. Demi tetap sadar, dia menggigit lengannya hingga berdarah-darah.

Setelah dipaksa menelan obat yang lebih kuat, dia bahkan membenturkan kepalanya dengan keras ke kurungan besi. Lebih baik mati daripada menyerah!

"Maafkan aku!" Elsa menatapnya yang hampir sekarat, menangis tersedu-sedu. "Kalau aku nggak melarikan diri dari pernikahan, kamu nggak akan terseret masalah ini karena aku ...."

"Ini bukan salahmu."

Dia berjuang untuk mengangkat wajah yang sangat tampan itu, matanya dipenuhi dengan kelembutan yang luar biasa.

"Salahku yang terlalu bejat di masa lalu. Kamu gadis yang baik-baik, wajar saja kamu nggak mau menerimaku. Tapi aku menyesal. Seandainya aku bisa bertemu denganmu lebih awal, aku ... hanya ingin kamu."

"Aku mungkin nggak akan bertahan lebih lama lagi, tapi untungnya, aku berhasil melindungi kesucianmu."

Pada saat itu, seolah ada sungai yang mengalir deras tanpa henti di dalam hati Elsa. Di tengah gelombang air yang bergolak, hatinya pun tergerak.

Untungnya, mereka segera diselamatkan. Elsa mengikuti kata hatinya dan menikah dengan Lintang. Saat menikah, Lintang pun menyatakan cintanya yang mendalam, berjanji hanya akan mencintai Elsa seumur hidupnya.

Setelah menikah, memang tidak ada lagi wanita lain di sisinya. Dia sepenuhnya setia menemani Elsa.

Pada hari ketika mengetahui Elsa hamil, dia bahkan membagikan hadiah uang senilai ratusan miliar di situs resmi Grup Kusuma, sehingga seluruh kota menyaksikan kegembiraannya.

Semua orang mengira, Lintang yang suka bermain wanita telah benar-benar berubah menjadi pria setia demi Elsa, gadis yang baik.

Sampai suatu hari saat pemeriksaan kehamilan.

Dia memiliki klien penting yang tidak bisa ditolak, sehingga Elsa periksa sendirian, lalu pergi ke Grup Kusuma.

Awalnya, dia ingin mengantarkan hasil USG ke sana. Agar Lintang sebagai calon ayah bisa langsung melihat wajah bayinya begitu pulang dari kerja.

Tak disangka, terdengar percakapan yang ramai dari kantor direktur di lantai atas.

"Lintang, bukannya kamu suami teladan yang paling setia dan baik? Kenapa lebih pilih ngobrol nggak penting dengan kami di sini, nggak menemani istrimu periksa kehamilan?"

Elsa terkejut. Melalui celah di pintu, dia melihat Lintang, yang seharusnya sedang bertemu dengan klien, tapi kini bersandar di kursi kulit dengan sebatang rokok di antara jari-jarinya dan senyum mengejek di wajah tampannya.

"Lagian bukan anakku, buat apa aku menemaninya?"

Teman-temannya tertawa nakal. "Tidur dengannya saja nggak pernah, mana mungkin bisa hamil anakmu?"

"Elsa pasti nggak nyangka sama sekali. Lintang nggak tertarik sedikit pun dengan anak baik yang kaku dan membosankan seperti dia. Orang yang beneran dia suka sejak dulu itu Ara yang sifatnya bebas lepas dan ceria. Jadi, dia cuma pura-pura mesra dengannya waktu siang. Urusan tidur waktu malam, diserahkan ke Surya."

"Lintang dulu pura-pura playboy, cuma demi menakuti anak-anak perempuan keluarga kaya itu, biar dia bisa menikah dengan Ara, adik tirinya. Sayangnya, keluarganya tetap nggak mau mengizinkan, bahkan sampai mengancam dengan keselamatan Ara untuk memaksa Lintang menerima dijodohkan ...."

"Makanya, Lintang itu hebat. Dia justru memanfaatkan situasi itu, menikah dengan gadis baik dan pura-pura sangat mencintainya. Biar pada akhirnya mengungkap kalau gadis baik itu sebenarnya murahan dan hamil anak selingkuhannya. Nantinya, Keluarga Kusuma sadar kalau gadis sebaik apa pun tetap bisa selingkuh dan pernikahan bisnis itu sama sekali nggak bisa diandalkan. Mereka terpaksa harus kompromi dan membiarkan Lintang menikah dengan yang dia cintai, yang sudah benar-benar dia kenal."

"Tapi, Lintang ...."

"Elsa itu selalu patuh aturan. Kalau dia dicap sebagai wanita selingkuh, nasibnya bagaimana nanti? Dia sangat mencintaimu, dan dia juga nggak bersalah. Kalau begini ... apa nggak terlalu kejam buat dia?"

Di balik pintu yang memisahkan mereka, pikiran Elsa kosong seketika, dan wajahnya perlahan memucat.

Pria yang sangat dicintainya selama tiga tahun, menikahinya hanya demi wanita lain?

Jadi, apa yang dia lindungi dengan nyawanya ketika dia dicekoki obat bukanlah kesucian Elsa sama sekali, melainkan kesetiaannya kepada wanita lain?

Hati Elsa seolah diiris pisau tumpul. Dia gemetar kesakitan, matanya memerah, tapi tetap menatap Lintang dengan lekat.

Dengan keras kepala, dia menunggu sebuah jawaban.

"Kejam?"

Lintang tertawa pelan, mengembuskan lingkaran asap. Wajahnya yang tegas tersembunyi di balik kabut asap, sehingga sulit dilihat dengan jelas.

Namun, setiap kata yang dia ucapkan jernih dan lugas, bagaikan palu yang menghantam keras hati Elsa.

"Bisa jadi. Tapi, perasaannya bukan urusanku. Aku cuma peduli kepada Ara."

"Wah, kamu memang pencinta sejati! Terus, kalau kamu, Surya? Kamu sudah tiga tahun berhubungan dengan Elsa, bahkan sampai punya anak. Nggak ada perasaan sama sekali?"

Surya Permana yang duduk di sofa memancarkan aura dingin dan acuh tak acuh. Dia mengangkat pandangannya dengan malas, suaranya datar.

"Dia terlalu penurut, di ranjang jadi hambar dan membosankan. Siapa yang mau punya perasaan dengan kayu? Kalau bukan demi membantu sahabat, bahkan kalau dia mengejar-ngejar aku pun, aku nggak akan mau wanita seperti dia. Anak itu juga, cuma alat untuk menjatuhkannya. Aku nggak akan mengakuinya."

Beberapa teman yang mendengarnya langsung bersemangat.

"Kalau kalian nggak suka dia, boleh dong aku cicipi dia? Habis terlalu sering jajan yang enak-enak, aku malah tertarik dengan yang sederhana dan segar begini."

"Iya, Lintang, rencananya kapan mau diusir? Aku juga mau main-main dengannya."

"Seminggu lagi."

Lintang mematikan puntung rokoknya, tersenyum acuh tak acuh.

"Di pesta hari jadi pernikahan ketiga aku dan Elsa. Biar semua orang lihat, seperti apa menantu hebat yang dipilih Keluarga Kusuma."

"Kalau begitu, kami ucapkan selamat dulu. Semoga impianmu tercapai dan bisa membawa Ara pulang sebagai istri."

Di tengah tawa riuh, Elsa menggenggam erat hasil USG di tangannya, air mata mengalir deras tanpa suara.

Namun tak lama kemudian, dia menyeka air matanya dan perlahan tersenyum.

Senyuman itu bagaikan kehidupan baru di tengah reruntuhan setelah badai menghancurkan segalanya.

Lintang yang selama ini hanya memanfaatkannya tentu tidak akan mengerti bahwa sifatnya yang patuh dan pengertian hanyalah hasil didikan yang tertanam dalam dirinya, bukan berarti dia lemah dan mudah ditindas.

Elsa akan menunjukkan kepadanya harga yang harus dia bayar karena telah menipu cintanya dan mencoba menghancurkannya demi keinginan egoisnya sendiri!

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 24

    Pria itu muda dan tampan. Baik dari segi karisma maupun pembawaan, dia tidak kalah dari Surya maupun Lintang.Saat menatap Elsa, matanya penuh kelembutan.Yang lebih menyakitkan hati Surya adalah, Elsa pun tersenyum, membalas dengan kelembutan yang sama.Baru pada saat itu, Surya akhirnya menyadari bahwa dia telah benar-benar kehilangan Elsa.Atau mungkin, dia memang tidak pernah memilikinya.Dia berdiri di sana cukup lama, hingga pesta pertunangan berakhir dan para tamu meninggalkan halaman, kembali ke ruang perjamuan di dalam vila.Tiba-tiba dia tersenyum, berbalik, lalu menghilang.Setelah dia pergi, Elsa dengan sopan mengucapkan terima kasih kepada Deva."Terima kasih, mau membantuku pura-pura."Beberapa hari terakhir ini, setiap ada waktu luang, Heru suka mencari orang untuk bertanding catur di bawah pohon besar di tepi pantai.Tanpa disengaja, dia pun berkenalan dengan Deva, dan bahkan menjadikannya muridnya.Setelah mengetahui bahwa Elsa diganggu oleh Surya, Deva menawarkan diri

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 23

    "Gila!"Elsa tidak bisa menahan diri dan akhirnya mengumpat."Sakit jiwa!"Heru menyambung.Ayah dan anak itu bersatu dalam kebencian mereka, tidak lagi menghiraukan Surya dan pergi dengan sepeda mereka.Surya pun tidak marah. Dia bahkan tidak mengejar mereka.Elsa dan ayahnya bersepeda mengelilingi danau cukup lama, lalu menemukan sebuah kedai mi yang terkenal enak untuk makan malam.Suasana hati mereka akhirnya membaik.Setelah gelap, keduanya kembali ke penginapan sambil mengobrol riang.Bum!Tiba-tiba, kembang api yang cemerlang dan menawan meletus di langit.Kembang api itu membentuk serangkaian kalimat ....[Elsa, aku minta maaf.][Surya mencintai Elsa.][Elsa, kumohon menikahlah denganku.]...Kembang api yang indah itu menampilkan baris demi baris tulisan yang cemerlang.Elsa hanya merasa kehabisan kata-kata.Dia berdiri di bawah cahaya yang gemerlap itu, lalu menelepon pengacaranya."Aku sudah memutuskan. Jual Grup Kusuma ke pesaing Grup Permana, secepatnya ...."Segalanya ber

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 22

    Elsa kembali ke penginapan dan bisa mencium aroma harumnya dari kejauhan.Ayahnya sudah memasak sup ayam dengan jamur yang aromanya begitu menggugah selera hingga membuatnya tidak bisa menahan diri.Akhirnya, senyuman tulus terpancar dari mata Elsa.Ayahnya sejak dulu orang yang positif dan semangat dalam hidup. Dia suka membaca, menulis, olahraga, memotret, bermain catur ... dan dia juga sangat suka bereksperimen dengan masakan.Dulu, demi memberinya kehidupan yang baik, ayahnya mengubah diri menjadi mesin kerja yang membosankan, tanpa waktu untuk menikmati hidup.Namun mulai sekarang, akan ada banyak waktu indah seperti ini.Ayah dan anak itu menikmati makan dengan gembira.Setelah makan, mereka berencana bersepeda ke tepi danau untuk membantu pencernaan.Begitu keluar, mereka melihat dua sosok di depan.Salah satunya adalah Lintang.Yang satunya lagi adalah Surya.Elsa mengedipkan mata, mengira pemandangan itu hanya halusinasi akibat jamur yang dia makan.Sayangnya bukan.Padahal su

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 21

    Elsa tidak ingin mendengarkan.Dia tahu itu semua tidak lain hanyalah penyesalan basi yang diulang-ulang.Namun, jika lima menit bisa ditukar dengan kedamaian setelahnya.Mungkin tidak ada salahnya."Cuma lima menit."Surya menatapnya dengan sedikit sedih.Elsa yang biasanya ramah dan sopan kepada siapa pun, kini tampak seperti landak berduri.Namun, dia tidak bisa menyalahkan orang lain. Itu semua kesalahannya sendiri."Aku tahu ini mungkin terdengar seperti alasan, tapi aku benar-benar memanjakan Linara tanpa syarat karena salah mengira dia penyelamatku.""Sebenarnya, selama tiga tahun ini, aku tanpa sadar sudah jatuh cinta padamu. Tapi aku nggak mau menghadapinya dan nggak berani mengakuinya.""Aku tahu aku telah membohongimu dan menyakitimu. Tapi Elsa, selain kamu, aku nggak punya wanita lain. Kita sangat cocok ... Kumohon, demi masa lalu kita, beri aku kesempatan lagi."Surya belum pernah merendahkan diri serendah ini.Namun, Elsa tiba-tiba tertawa."Nggak ada cocok-cocokan. Sama

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 20

    "Bagaimana rencana Anda untuk mengelola Grup Kusuma? Anda ingin mempekerjakan manajer profesional, atau ingin mengelolanya sendiri? Atau, mungkin ingin menjualnya?"Menghadapi tiga kemungkinan yang diajukan pengacara, Elsa tersenyum sambil melirik Heru yang sedang santai menikmati pemandangan."Biarkan dulu dikelola manajer profesional."Bisnis Heru memang cukup sukses, tetapi ambisinya bukan di sana. Kerja kerasnya selama bertahun-tahun hanyalah untuk memberi anaknya kehidupan yang lebih baik.Kini, sudah saatnya dia kembali menjadi dirinya sendiri.Menjalani kehidupan yang bebas dan santai seperti yang dia sukai.Sedangkan Elsa yang babak belur penuh luka, hanya ingin menikmati hidupnya terlebih dahulu.Namun, tak disangka, kehidupan santai itu hanya bertahan setengah hari.Lintang dan Surya datang menemui mereka.Meskipun baru sehari tidak bertemu, keduanya tampak jauh lebih lesu.Namun, tatapan mereka kepada Elsa sangat membara, lebih dari sebelumnya."Elsa, aku sangat menyesal. Ak

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 19

    Para tamu satu per satu menatap pengacara itu dengan mata berbinar-binar.Mata mereka memancarkan ekspresi yang seolah berkata, "Masih ada kejutan apa lagi yang belum kuketahui?"Pengacara itu tersenyum tak berdaya.Ini yang terakhir.Tidak ada pilihan lain, Elsa telah membayarnya terlalu banyak. Tentu sudah sewajarnya dia membantu melampiaskan amarahnya sepuas mungkin?Apalagi, bahkan jika bayarannya tidak sebanyak itu, sekumpulan orang menindas satu wanita jelas tindakan yang kelewat tak tahu malu dan keji.Mereka pantas menderita pukulan berulang seperti ini!Surya menatap kotak kecil itu.Entah mengapa, seluruh tubuhnya gemetar, dan firasat buruk yang kuat muncul di dalam hatinya.Dia ragu-ragu dan menolak untuk menerimanya.Seolah dengan begitu, kebenarannya tidak akan pernah terungkap.Namun, tidak ada gunanya menghindar.Pengacara itu berjalan menghampirinya dan mendorong kotak itu ke tangannya.Tangan gemetarannya akhirnya membuka kotak itu.Di dalamnya, hanya ada segumpal dagi

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status