Share

Bab 3

Author: Sella
"Ya."

Elsa mendongak menatap Lintang.

Menatap pria yang setelah mengetahui bahwa dia dibully, berulang kali memeluknya dengan penuh kasih sayang sambil berjanji tidak akan membiarkan siapa pun menyakitinya lagi.

Dalam hati, dia menghitung: satu, dua, tiga ....

Benar saja. Tidak sampai tiga detik, Lintang pun memilih untuk membela Linara.

"Ara memang agak suka heboh, tapi dia nggak bermaksud jahat. Kamu pasti salah paham."

Tanpa memberi kesempatan kepada Elsa untuk menanggapi, dia menarik tangannya.

"Surya bilang mau mengadakan pesta selamat datang untuk Ara. Ayo ikut juga. Kita kan keluarga, masa lalu jangan diungkit-ungkit lagi."

Namun, begitu dia membuka pintu penumpang depan, Linara langsung menyelonong masuk, sambil membuat-buat wajah lucu kepada Elsa.

"Siapa cepat dia dapat. Kamu sendiri yang lambat, kalah cepat dariku. Jangan tuduh aku jahat kepadamu lagi."

Lintang tiba-tiba merasa sakit kepala menyerang.

Selama tiga tahun terakhir, kursi penumpang di sebelahnya selalu menjadi milik Elsa.

Elsa selalu memeluk lengannya, tersenyum manis dan lembut. "Aku ingin duduk di samping suamiku selamanya."

Saat dia sedang merangkai kata-kata untuk menenangkannya, Elsa membuka pintu kursi belakang dengan tenang.

Dia sudah tidak menginginkan pria ini lagi. Mana mungkin dia peduli dengan sebuah kursi?

Lintang sedikit terkejut. Meskipun kepatuhan dan pengertiannya memang seperti yang dia harapkan, entah mengapa ada perasaan aneh yang melintas di hatinya.

Baru setelah Linara mendesaknya, dia berhenti berpikir dan menyalakan mesin mobil.

Sepanjang perjalanan, Linara sengaja membicarakan kenangan yang hanya milik mereka berdua, mengabaikan Elsa.

Namun, Elsa tidak peduli. Dia mengirim pesan kepada pengacaranya.

[Aku ingin menceraikan Lintang. Dia yang bersalah.]

Dalam pernikahan yang diatur tiga tahun lalu, hal yang paling banyak dibicarakan adalah perjanjian pranikah yang bersikeras diusulkan Lintang.

Di sana dinyatakan jelas bahwa pihak yang bersalah harus pergi dengan menyerahkan seluruh hartanya.

Semua orang mengira, ini adalah jaminan yang dia berikan kepada Elsa, janji bahwa dia telah bertobat.

Namun ternyata, dia sejak awal sudah merencanakan agar Elsa "berselingkuh" dan tidak mendapatkan apa-apa.

Karena Lintang bisa sekejam itu, Elsa pun tidak akan berbelas kasihan.

Saat pemeriksaan kehamilan di rumah sakit, dia lupa mematikan perekam yang digunakan untuk merekam nasihat dokter. Akibatnya, dia tanpa sengaja merekam percakapan memalukan orang-orang di kantor tadi.

[Buktinya valid.]

Setelah menerima rekaman itu, pengacara segera membalas.

[Saya akan langsung mulai proses perceraiannya. Perkiraan waktunya satu minggu bisa selesai. Setelah itu, Grup Kusuma akan jadi milik Anda sepenuhnya.]

Elsa meletakkan ponselnya dan menghela napas panjang.

Di hotel bintang lima milik Grup Permana.

Ruang pestanya disewa khusus. Surya tampak menonjol di antara kerumunan.

Kemeja desainer yang dia kenakan sedikit terbuka, memperlihatkan sekilas kulit putih porselennya. Tampak angkuh sekaligus memikat, senada dengan sorot mata dan raut wajahnya.

Seperti Keluarga Kusuma, Keluarga Permana merupakan puncak piramida di kalangan keluarga kaya.

Surya bahkan terkenal sebagai pria yang tidak pernah terlibat dengan wanita, dingin, dan menutup diri dari nafsu.

Elsa mengenang malam-malam intim itu, dan rasa malu serta kebingungan yang mendalam muncul di dalam dirinya.

Dia tidak mengerti mengapa pria yang dingin dan tak acuh ini bersedia melakukan "pengorbanan" sebesar itu.

Tak lama, Linara berlari menghampirinya sambil tersenyum.

"Kak Surya, terima kasih sudah membuatkan pesta penyambutan untukku! Siapa yang mengatur? Semuanya sesuai kesukaanku!"

"Baguslah kalau kamu suka."

Surya menopang tubuhnya dengan lembut, tangannya menyentuh sejenak lalu segera melepaskannya.

Kilau dingin dalam tatapan matanya telah digantikan oleh kelembutan dan kehangatan.

"Aku yang atur sendiri. Aku nggak tenang kalau urusanmu diserahkan ke orang lain."

Elsa terkejut dan tiba-tiba mengerti.

Membuatnya "berselingkuh" berkaitan dengan kebahagiaan Linara, jadi Surya merasa harus melakukannya sendiri.

Karena dia juga suka kepada Linara!

"Sedang mikir apa?"

Lintang menyerahkan segelas sampanye kepada Elsa.

Namun, Linara lebih dulu mengambilnya, tangannya sedikit gemetar.

Sampanye tumpah ke seluruh tubuh Elsa, dan kain yang basah itu memperlihatkan lekuk dadanya.

"Astaga." Linara mengedipkan mata dengan polos. "Aku tiba-tiba ingat dulu kita sering bercanda begini. Aku lupa kalau kamu sekarang Nyonya Kusuma yang terhormat. Aku membuatmu malu di depan umum, sorry."

Permintaan maafnya sama sekali tidak tulus. Matanya dipenuhi ejekan yang penuh kemenangan.

Teman-teman Lintang sejak awal memiliki pikiran kotor kepada Elsa. Satu per satu menatap dadanya tanpa malu-malu.

Tatapan-tatapan cabul itu seolah ingin menelanjangi Elsa sepenuhnya.

Mata Lintang langsung menggelap, lalu dia segera meminta pelayan untuk membawa selendang dan memakaikannya di pundak Elsa.

Namun, saat dia membuka mulut, dia tetap memihak kepada Linara.

"Elsa, Ara cuma bercanda, dan dia sudah minta maaf. Kamu kan pengertian, jangan marah, ya?"

Elsa mencengkeram erat sudut selendangnya. Dia pernah dibully oleh Linara, dan kini dipermalukan di depan umum sampai sejauh ini .... Namun, Linara seolah buta, tidak mau mendengarkan, tidak mau melihat, dan tidak mau peduli!

Meski tahu diri dia tidak seharusnya berharap, rasa sakit seperti retakan kecil-kecil tak tertahankan tetap menyebar di dadanya.

Orang-orang pun ikut-ikutan menimpali. "Ya, cuma bercanda. Jangan terlalu sensitif! Lebih pengertian, tersenyumlah."

"Oke."

Elsa tiba-tiba mengangkat kepalanya, lalu tersenyum seperti yang mereka harapkan.

"Kalau begitu, aku temani kalian bercanda."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 24

    Pria itu muda dan tampan. Baik dari segi karisma maupun pembawaan, dia tidak kalah dari Surya maupun Lintang.Saat menatap Elsa, matanya penuh kelembutan.Yang lebih menyakitkan hati Surya adalah, Elsa pun tersenyum, membalas dengan kelembutan yang sama.Baru pada saat itu, Surya akhirnya menyadari bahwa dia telah benar-benar kehilangan Elsa.Atau mungkin, dia memang tidak pernah memilikinya.Dia berdiri di sana cukup lama, hingga pesta pertunangan berakhir dan para tamu meninggalkan halaman, kembali ke ruang perjamuan di dalam vila.Tiba-tiba dia tersenyum, berbalik, lalu menghilang.Setelah dia pergi, Elsa dengan sopan mengucapkan terima kasih kepada Deva."Terima kasih, mau membantuku pura-pura."Beberapa hari terakhir ini, setiap ada waktu luang, Heru suka mencari orang untuk bertanding catur di bawah pohon besar di tepi pantai.Tanpa disengaja, dia pun berkenalan dengan Deva, dan bahkan menjadikannya muridnya.Setelah mengetahui bahwa Elsa diganggu oleh Surya, Deva menawarkan diri

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 23

    "Gila!"Elsa tidak bisa menahan diri dan akhirnya mengumpat."Sakit jiwa!"Heru menyambung.Ayah dan anak itu bersatu dalam kebencian mereka, tidak lagi menghiraukan Surya dan pergi dengan sepeda mereka.Surya pun tidak marah. Dia bahkan tidak mengejar mereka.Elsa dan ayahnya bersepeda mengelilingi danau cukup lama, lalu menemukan sebuah kedai mi yang terkenal enak untuk makan malam.Suasana hati mereka akhirnya membaik.Setelah gelap, keduanya kembali ke penginapan sambil mengobrol riang.Bum!Tiba-tiba, kembang api yang cemerlang dan menawan meletus di langit.Kembang api itu membentuk serangkaian kalimat ....[Elsa, aku minta maaf.][Surya mencintai Elsa.][Elsa, kumohon menikahlah denganku.]...Kembang api yang indah itu menampilkan baris demi baris tulisan yang cemerlang.Elsa hanya merasa kehabisan kata-kata.Dia berdiri di bawah cahaya yang gemerlap itu, lalu menelepon pengacaranya."Aku sudah memutuskan. Jual Grup Kusuma ke pesaing Grup Permana, secepatnya ...."Segalanya ber

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 22

    Elsa kembali ke penginapan dan bisa mencium aroma harumnya dari kejauhan.Ayahnya sudah memasak sup ayam dengan jamur yang aromanya begitu menggugah selera hingga membuatnya tidak bisa menahan diri.Akhirnya, senyuman tulus terpancar dari mata Elsa.Ayahnya sejak dulu orang yang positif dan semangat dalam hidup. Dia suka membaca, menulis, olahraga, memotret, bermain catur ... dan dia juga sangat suka bereksperimen dengan masakan.Dulu, demi memberinya kehidupan yang baik, ayahnya mengubah diri menjadi mesin kerja yang membosankan, tanpa waktu untuk menikmati hidup.Namun mulai sekarang, akan ada banyak waktu indah seperti ini.Ayah dan anak itu menikmati makan dengan gembira.Setelah makan, mereka berencana bersepeda ke tepi danau untuk membantu pencernaan.Begitu keluar, mereka melihat dua sosok di depan.Salah satunya adalah Lintang.Yang satunya lagi adalah Surya.Elsa mengedipkan mata, mengira pemandangan itu hanya halusinasi akibat jamur yang dia makan.Sayangnya bukan.Padahal su

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 21

    Elsa tidak ingin mendengarkan.Dia tahu itu semua tidak lain hanyalah penyesalan basi yang diulang-ulang.Namun, jika lima menit bisa ditukar dengan kedamaian setelahnya.Mungkin tidak ada salahnya."Cuma lima menit."Surya menatapnya dengan sedikit sedih.Elsa yang biasanya ramah dan sopan kepada siapa pun, kini tampak seperti landak berduri.Namun, dia tidak bisa menyalahkan orang lain. Itu semua kesalahannya sendiri."Aku tahu ini mungkin terdengar seperti alasan, tapi aku benar-benar memanjakan Linara tanpa syarat karena salah mengira dia penyelamatku.""Sebenarnya, selama tiga tahun ini, aku tanpa sadar sudah jatuh cinta padamu. Tapi aku nggak mau menghadapinya dan nggak berani mengakuinya.""Aku tahu aku telah membohongimu dan menyakitimu. Tapi Elsa, selain kamu, aku nggak punya wanita lain. Kita sangat cocok ... Kumohon, demi masa lalu kita, beri aku kesempatan lagi."Surya belum pernah merendahkan diri serendah ini.Namun, Elsa tiba-tiba tertawa."Nggak ada cocok-cocokan. Sama

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 20

    "Bagaimana rencana Anda untuk mengelola Grup Kusuma? Anda ingin mempekerjakan manajer profesional, atau ingin mengelolanya sendiri? Atau, mungkin ingin menjualnya?"Menghadapi tiga kemungkinan yang diajukan pengacara, Elsa tersenyum sambil melirik Heru yang sedang santai menikmati pemandangan."Biarkan dulu dikelola manajer profesional."Bisnis Heru memang cukup sukses, tetapi ambisinya bukan di sana. Kerja kerasnya selama bertahun-tahun hanyalah untuk memberi anaknya kehidupan yang lebih baik.Kini, sudah saatnya dia kembali menjadi dirinya sendiri.Menjalani kehidupan yang bebas dan santai seperti yang dia sukai.Sedangkan Elsa yang babak belur penuh luka, hanya ingin menikmati hidupnya terlebih dahulu.Namun, tak disangka, kehidupan santai itu hanya bertahan setengah hari.Lintang dan Surya datang menemui mereka.Meskipun baru sehari tidak bertemu, keduanya tampak jauh lebih lesu.Namun, tatapan mereka kepada Elsa sangat membara, lebih dari sebelumnya."Elsa, aku sangat menyesal. Ak

  • Salju Beku Menutupi Bintang   Bab 19

    Para tamu satu per satu menatap pengacara itu dengan mata berbinar-binar.Mata mereka memancarkan ekspresi yang seolah berkata, "Masih ada kejutan apa lagi yang belum kuketahui?"Pengacara itu tersenyum tak berdaya.Ini yang terakhir.Tidak ada pilihan lain, Elsa telah membayarnya terlalu banyak. Tentu sudah sewajarnya dia membantu melampiaskan amarahnya sepuas mungkin?Apalagi, bahkan jika bayarannya tidak sebanyak itu, sekumpulan orang menindas satu wanita jelas tindakan yang kelewat tak tahu malu dan keji.Mereka pantas menderita pukulan berulang seperti ini!Surya menatap kotak kecil itu.Entah mengapa, seluruh tubuhnya gemetar, dan firasat buruk yang kuat muncul di dalam hatinya.Dia ragu-ragu dan menolak untuk menerimanya.Seolah dengan begitu, kebenarannya tidak akan pernah terungkap.Namun, tidak ada gunanya menghindar.Pengacara itu berjalan menghampirinya dan mendorong kotak itu ke tangannya.Tangan gemetarannya akhirnya membuka kotak itu.Di dalamnya, hanya ada segumpal dagi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status