Saat Ronald kembali membawa cokelat mentah rasa matcha dari Hokkaido, hari sudah sore di hari berikutnya.Virly sudah menunggu di bandara sejak awal untuk menyambutnya.Saat turun dari jet pribadinya, pria itu langsung melihat sosok yang sedang menanti penuh harap, lalu mengulas senyum tipis."Virly, kok kamu datang?"Mata Virly berbinar begitu melihatnya, dia langsung berlari mendekat dan merangkul lengan Ronald."Ronald, aku 'kan mau cepat-cepat ketemu kamu."Sambil berbicara, dia menerima cokelat mentah rasa matcha yang dibeli khusus untuknya dari tangan Ronald, sudut bibirnya terangkat."Makasih ya, Ronald."Namun di detik berikutnya, senyumnya mendadak membeku di sudut bibir.Di dalam kantong hadiah, selain cokelat mentah matcha yang disiapkan untuknya, masih ada satu kotak cokelat hitam.Menyadari gerak-geriknya, Ronald dengan santai mengambil kotak cokelat hitam itu."Kenapa, kamu nggak suka?"Tanpa penjelasan, tanpa rasa panik, hanya pertanyaan balasan yang tenang.Virly tersen
Read more