"Ha... hah? Sa-saya?" suaraku melengking. Rasanya pertanyaan Matin benar-benar bikin aku jantungan. Bagaimana bisa dia menunjukku di tengah kekecauan ini? Ya iya sih, aku senang tapi ... kan? "Ya, kamu? Ya itu juga kalau kamu mau," lanjut Matin, masih menatapku. Tak ada rasa dan kesan yang berarti dari nadanya tapi sialnya bikin bulu kudukku meremang. "Sa-saya? Saya gak mungkin Mas. Jangan jadikan saya cadangan, saya merasa gak pantas," kataku menolak ragu karena terlalu syok si pria yang kuidamkan itu menunjukku. Rasanya jadi pengantin pengganti gak ada dalam kamus seorang fans sejati sepertiku. Aku ingin dicintai karena dia memilihku. Aku berdiri, tergagap, mencari pintu keluar, tapi kakak iparku Sarah sudah berdiri di belakangku dengan tatapan penuh ancaman. "Dek kamu serius? Dek, Mbak tahu kamu suka sama dia. Kalau kamu nolak, kamu gak bakal dapat lagi idolamu loh, Dek." Lah, dia tahu kalau aku suka Matin? Kok bisa? "Iya Via, kamu mau, kan? Mas yakin Matin baik buat ka
Last Updated : 2026-08-21 Read more