Dinikahi Mantan Gengster

Dinikahi Mantan Gengster

last updateLast Updated : 2026-08-21
By:  Fiska AimmaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
7Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Niat hati Novia cuma ingin melapangkan dada saat menghadiri pernikahan Matin—pria dingin yang tak hanya berstatus sebagai bos dan sahabat kakak angkatnya, tapi juga pria yang diam-diam dia cintai sejak SD. Menjadi sekretaris Matin selama ini sudah cukup menyiksa, apalagi harus melihat pria idamannya bersanding dengan perempuan lain. ​Namun, takdir punya kejutan gila. Tepat sebelum ijab kabul diucapkan, seorang pria misterioso menerobos masuk dan membongkar skandal kehamilan sang calon pengantin wanita. Pernikahan pun hancur berantakan dalam sekejap! ​Di tengah kekacauan dan rasa malu keluarga, Matin mengambil keputusan nekat: pernikahan tetap berlanjut, tetapi dengan pengantin pengganti. Dan tanpa ragu, telunjuk Matin mengarah tepat ke wajah Novia. ​Dalam hitungan menit, status Novia berubah drastis dari sekadar fans rahasia dan tamu yang patah hati... menjadi istri sah sang bos! ​Akankah pernikahan dadakan ini membawa kebahagiaan impian Novia, atau justru awal dari lika-liku hidup bersama pria dingin yang sulit ditebak? Dan bahkan punya masa lalu misterius?

View More

Chapter 1

Bab 1

Keputusan mutlak dari sang founding fathers and mothers keluarga Matin tidak bisa diganggu gugat. Tiket penerbangan dan reservasi resor mewah sudah mendarat di ponsel Matin tanpa ampun. Mau tidak mau, pasangan pengantin baru itu harus siap-siap berkemas kilat hari itu juga.

​Tapi masalahnya... bukan cuma soal koper!

​Pukul 09.30 WIB, suasana di lantai divisi marketing mendadak riuh oleh ketukan sepatu hak tinggi dan suara mesin printer. Di tengah kesibukan itu, Novia alias Via duduk terpaku di kubikelnya dengan tatapan kosong nan nanar menatap layar monitor. Otaknya masih 99% loading.

​Bulan madu malam ini? Yang benar saja?!

​Bukan cuma soal siap secara mental atau tidak—mengingat insiden 'roket subuh' kemarin masih menghantui harga dirinya—tapi ada satu masalah besar yang jauh lebih krusial: status mereka di kantor!

​Di perusahaan ini, Matin adalah sang CEO dingin, kejam, dan nyaris untouchable yang ditakuti sekantor. Sementara Via? Hanya staf biasa yang kalau telat semenit saja bisa kena pelototan maut dari manajer HRD. Pernikahan mereka kan dirahasiakan dari publik kantor demi menghindari drama gosip gosend gosip miring!

​Kalau tiba-tiba hari ini Via mengajukan cuti dadakan dengan alasan bulan madu, dan di saat yang sama sang CEO juga mendadak off... hm, butuh waktu berapa detik sebelum seluruh pegawai kantor menyimpulkan kalau mereka sedang dinas malam bersama di atas ranjang hotel bintang lima? Bisa-bisa reputasi Via sebagai karyawan teladan hancur lebur seketika!

​"Via! Woy, Novia!"

​Sebuah tepukan kencang di bahu sukses bikin Via loncat hampir mental dari kursi kerjanya. Di hadapannya kini sudah berdiri Sasa, rekan sekubikel sekaligus ratu gosip kantor, dengan mata menyipit penuh selidik.

​"Astaga, Sa! Jantung hampir copot tahu!" protes Via sambil mengelus dada, merapikan blusnya yang sedikit kusut.

​"Makanya, kalau dipanggil tuh nyaut. Kesambet apa lo dari pagi melamun mulu? Kerjaan laporan bulanan udah beres? Atau... jangan-jangan lo lagi mikirin Pak Matin ya?" bisik Sasa usil sambil menaik-naikkan alisnya.

​Via langsung tersedak ludahnya sendiri. Sial, cenayang banget nih anak!

​"Sembarangan lo! Mana ada gue mikirin bos kulkas itu. Otak gue lagi pusing mikirin revisi data, tahu!" elak Via sengit, berusaha mempertahankan akting se-natural mungkin.

​"Halah, alasan. Tapi ya, tadi pagi pas gue lewat ruang rapat lantai atas, gue sempat lihat Pak Matin lewat. Sumpah ya, itu cowok auranya serem banget hari ini. Rahangnya kencang kayak mau nelpon malaikat maut. Kayaknya lagi badmood tingkat dewa, deh. Mending lo jangan cari gara-gara kalau gak mau dipecat jadi gelandangan elit," saran Sasa memperingatkan.

​Via meringis dalam hati. Ya iyalah badmood, semalem ditodong emaknya nikah kilat, terus pagi ini dipaksa bulan madu tanpa persiapan psikologis. Kalau bisa, mungkin Matin udah lempar meja ruang makan pakai jurus bayangan tadi pagi.

​Belum sempat Via membalas, ponsel di atas meja bergetar hebat menampilkan satu pesan singkat dari nomor tak dikenal—yang isinya sudah pasti dari sang suami jadi-jadian:

​[Private Message]

Ke ruangan saya sekarang. Bawa berkas evaluasi Q3. Dan ingat ekspresi muka kamu: jangan pasang tampang bloon kayak buronan habis ketangkap.

​Via mendengus pelan sambil memutar bola matanya malas. Dasar bos arogan! Di rumah nurut sama mamanya, giliran di kantor belagu setengah mati.

​Dengan langkah setengah ogah-ogahan, Via membawa map biru berisi dokumen dan berjalan menuju lift pribadi CEO.

​Begitu tiba di lantai paling atas dan masuk ke ruang kerja megah bernuansa abu-abu monokrom itu, Via mendapati Matin sedang berdiri di balik meja kerjanya. Jas kerjanya sudah dilepas, menyisakan kemeja putih dengan dua kancing teratas yang terbuka, memperlihatkan sedikit guratan leher tegas yang—uhuk—terlihat sangat berbahaya bagi kesehatan iman seorang istri baru.

​Matin mendongak. Tatapannya langsung terkunci pada Via dengan sorot tajam nan intimidatif.

​"Lama," sindir Matin dingin, suaranya berat dan menggetarkan ruangan kedap suara itu.

​Via menutup pintu rapat-rapat, lalu melangkah maju dengan dagu diangkat tinggi-tinggi, tak mau kalah mental. Begitu jarak aman tercapai, pertahanan profesionalnya langsung runtuh diganti decakan kesal.

​"Ih, sabar dikit, kenapa sih, Pak Bos? Baru juga lima menit!" protes Via sewot sambil meletakkan map di atas meja kerja. "Biasa aja dong mandangnya, gak usah pakai juling segala. Takut saya dikira mau diterkam singa."

​Matin menghela napas panjang, memijat pelipisnya yang berdenyut pening. Sifat dingin sang CEO mendadak luntur diganti ekspresi frustrasi akut.

​"Kamu sadar gak, Via... kita malam ini harus berangkat bulan madu konyol itu?" bisik Matin tajam, mencondongkan tubuhnya ke depan melewati meja. "Dan yang paling bikin saya stres dari tadi pagi: gimana caranya saya bikin alasan cuti di HRD tanpa bikin satu gedung kantor curiga kalau CEO-nya lagi cuti berduaan sama staf marketing-nya sendiri?"

​Mendengar itu, Via malah terkekeh geli. Rasa malunya mendadak ambyar diganti rasa puas melihat sang bos besar kebingungan setengah mati.

​"Nah, makanya! Makanya jangan sok jaim jadi orang!" balas Via dengan senyum kemenangan tipis. "Sekarang rasain akibatnya. Salah sendiri nurut aja waktu Bunda mutusin tanggal sepihak!"

​Matin mendelik tajam, nyaris menerkam Via lewat tatapannya. "Kamu ketawa di atas penderitaan saya, hm? Mau saya pastikan cuti kamu ditolak HRD biar kamu gak bisa ikut, terus saya tinggal sendirian ke bandara?"

​Mata Via langsung melotot panik. "Eh, jangan sembarangan ya! Kalau saya gak ikut, nanti Bunda ngadu ke Ayah, terus kamu beneran disuruh cuci piring pakai sikat WC seminggu penuh! Mau ditaruh di mana muka wibawa CEO PT Cakrawala Jaya ini, hah?!"

​Matin terdiam sejenak. Skakmat. Bayangan sikat WC di tangan langsung berkelebat di kepalanya.

​Suasana ruangan mendadak hening. Jarak mereka yang cukup dekat membuat aroma parfum maskulin bercampur mint dari tubuh Matin menyeruak masuk ke indra penciuman Via. Tanpa sadar, sorot mata tajam Matin perlahan melembut, berubah menjadi tatapan penuh selidik yang sarat akan sesuatu yang sulit diartikan.

​Pria itu menegakkan tubuhnya, melangkah pelan memutari meja kerja hingga berdiri tepat di hadapan Via. Jantung Via langsung berdegup kencang tak karuan, serasa mau lepas dari rongga dada.

​"Ya sudah kalau begitu..." bisik Matin lirih, tangannya tiba-tiba terulur merapikan helaian rambut Via yang sedikit berantakan di dahi dengan sangat hati-hati. "Kalau kita ketahuan satu kantor... resiko ditanggung bersama, ya, Istri."

​Via menelan ludah susah payah, wajahnya memerah seketika hingga menembus telinga. Sialan. Kenapa jurus bisikan maut bos kulkas ini selalu berhasil melumpuhkan separuh kewarasannya?!

​Kira-kira, adegan kejar-kejaran kucing-kucingan ala karyawan vs bos di bandara nanti bakal se-reog apa ya, Bun? Mau lanjut ke bagian insiden pas di pesawat atau langsung pas sampai di tempat tujuan bulan madu?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status