"Arka, Sayang ..." suara Kinara bergetar. Ia dengan cepat meraih jemari kecil putranya, berusaha mengalihkan perhatian Arka. "Lihat Mama, Nak. Nanti pulang sekolah Mama belikan es krim kesukaan Arka, ya? Arka masuk kelas sekarang sama Bu Guru?" Arka menunduk pelan, bibir kecilnya melengkung ke bawah, masih tak bisa menyembunyikan rasa irinya. Leo yang memperhatikan kejadian itu dari cermin tengah melonggarkan sabuk pengamannya, lalu memutar tubuhnya menghadap ke belakang. Pemuda itu mengulas senyum paling hangat, menatap mata Arka dengan binar kelembutan. "Jagoan tidak boleh cemberut," panggil Leo seraya mengacak pelan rambut Arka. "Kalau Arka sedih cuma gara-gara itu ... bagaimana kalau Om Leo saja yang menawarkan diri jadi Papanya Arka?" Puk! "Aduh!" Leo meringis pelan seraya mengelus lengannya yang baru saja dipukul cukup keras oleh Kinara dari samping. Kinara mendelik tajam, matanya membelalak menatap pemuda di sampingnya itu. "Leo! Bicara apa kamu?!" "Saya cuma bercanda
Last Updated : 2026-09-16 Read more