Di ujung lorong bernuansa marmer hitam itu, seorang pria berbadan tegap dan berwajah tegas sudah berdiri menunggu. Dengan setelan jas kustom yang sangat rapi dan tatapan mata tajam yang tajam, Devan membungkuk hormat begitu Leo mendekat. "Tuan Muda Valen," panggil Devan dengan intonasi rendah dan mantap. "Nyonya Valerie sudah menunggu Anda di dalam." "Sudah berapa kali kukatakan, Devan? Jangan panggil aku dengan nama itu di sini," kekeh Leo santai seraya menepuk bahu pria gagah itu. "Tuntun jalannya." Devan hanya menyunggingkan senyum tipis yang amat kaku, membalikkan badan lalu membukakan pintu jati raksasa menuju ruang kerja pimpinan tertinggi Sutedja Group. Ruangan kerja Valerie luar biasa luas dengan pemandangan lanskap pencakar langit kota dari balik dinding kaca. Valerie berdiri di balik meja kerjanya, menyesap segelas anggur dengan aura dominasi yang amat dingin. "Akhirnya kamu sudi menginjakkan kaki di ruanganku, Valen," sapa Valerie tanpa berbalik, suaranya terdengar d
Last Updated : 2026-09-20 Read more