"Punya mata itu dipakai, Luna! Makanya jangan sok polos kalau di kelas!" Suara melengking itu milik Sarah. Detik berikutnya, hantaman keras mengenai bahuku. Tubuhku terhuyung ke depan. Buku-buku catatan fisika dan biologi yang sejak tadi kupeluk erat langsung terlepas, berserakan di atas aspal. Aku berlutut untuk memunguti buku-buku yang terjatuh. Jantungku berdegup dua kali lebih cepat. Bukan karena lelah berjalan kaki, melainkan rasa takut yang mendadak melumpuhkan akal sehatku. Plak! Sebuah ujung sepatu pantofel hitam yang mengkilap sengaja menginjak sudut buku latihan tugasku. Di atas kertas putih bersampul cokelat itu, kini tercetak bekas tanah yang kotor. "Eh, sori. Enggak sengaja," ucap Sarah dengan nada yang sama sekali tidak terdengar menyesal. Ia tertawa renyah, menoleh ke arah dua temannya, Mami dan Kesya, yang langsung menyambut tawa itu. "Makanya, Luna, kalau jalan itu lihat depan. Jangan merunduk terus kayak orang bawa dosa sekelurahan," timpal Mami, me
Last Updated : 2026-09-08 Read more