Hembusan napas Dion terasa hangat menyapu pelipis Nara. Di ruang galley yang sempit dan remang itu, jarak di antara mereka hilang sepenuhnya.Punggung Nara tertahan rapat pada dinding galley yang dingin, sementara tubuh tegap Dion menguncinya dari depan.Nara mencoba menetralkan degup jantungnya yang tak beraturan.Tangannya terangkat, bertumpu ragu di dada kemeja putih Dion untuk menahan pria itu agar tidak makin mendekat. Ia bisa merasakan ketegangan otot di balik kain seragam sang pilot."Kapten... mundur sedikit, tolong," bisik Nara, suaranya terdengar makin pelan. "Ini di atas pesawat. Kalau ada kru lain yang lewat, kita—""Tidak ada yang akan lewat, Nara," potong Dion pelan. Suaranya begitu tenang, namun penuh penekanan.Dion tidak bergeser setapak pun. Pria itu justru menurunkan sedikit pandangannya, menatap lurus ke dalam manik mata Nara.Di bawah pendar lampu galley yang redup, tatapan cokelat
Dernière mise à jour : 2026-09-29 Read More