Qinglan melangkah cepat membelah lorong batu Paviliun Willow, menyapu air mata yang nyaris menetes di pelipisnya. Dadanya masih berombak hebat usai pertemuannya dengan Lu Mingyu.Begitu melangkahi ambang pintu kediamannya, Xiaotao yang sedang menyapu pelataran langsung menjatuhkan sapunya dengan wajah membelalak panik."Huahua!" seru Xiaotao seraya berlari menghampiri. "Astaga, dari mana saja kau semalaman?! Aku menunggumu semalaman. Lihat pakaianmu, ala yang terjadi?!""Aku tidak apa-apa, Xiaotao," sahut Qinglan pelan seraya menerobos masuk ke kamar, mendudukkan dirinya di tepi pembaringan kayu."Bagaimana bisa tidak apa-apa?!" cecar Xiaotao tegang, menutup pintu rapat-rapat. "Tadi kau mendengar para pelayan Istana sibuk berbisik bahwa kau menginap di kediaman Putra Mahkota? Apakah itu benar?"Qinglan mengepalkan jemarinya di atas gaun. "Hanya kesalahpahaman. Tidak perlu dibicarakan lagi, Xiaotao.""Tapi Huahua—"Sebelum Xiaotao menyelesaikan kalimatnya, pintu Paviliun Willow
Last Updated : 2026-11-02 Read more