Lu Mingyu membeku seketika. Manik mata pekatnya membelalak pelan, menatap Qinglan seolah wanita di depannya baru saja mengutarakan sesuatu yang teramat tidak masuk akal. Wajah sang jenderal yang biasanya sekeras batu karang kini dihiasi rona merah tipis."Apa yang kau katakan, Wu Yuehua?!" suara Lu Mingyu terdengar serak dan tertahan, napasnya mendadak terasa kaku."Aku bertanya apakah aku boleh duduk di pangkuanmu," ulang Qinglan santai tanpa dosa. Ia memegangi pinggangnya yang terasa pegal seraya meringis tipis. "Pinggangku rasanya mau patah kalau harus membungkuk begini terus. Jarak meja ini terlalu tinggi, Jenderal. Kalau aku duduk di kursi biasa, tanganku tidak sampai melukis alismu dari atas.""Tapi ... tidak harus ... duduk di pangkuanku!" protest Lu Mingyu gagap, mencoba mempertahankan sisa ketegasan wibawanya."Lalu mau bagaimana lagi?" tembak Qinglan cepat, menatap pria itu dengan binar menantang. "Waktu kita makin sempit, Lu Mingyu. Pesta Bangsawan Liu dimulai malam i
Last Updated : 2026-10-11 Read more