Sudah hampir seminggu berlalu sejak peristiwa panas di Pengadilan Rakyat, dan Wu Yuehua sama sekali tidak pernah lagi melihat bayangan Lu Mingyu. Sejak kembali ke sanggarnya, ia berusaha keras memacu jemarinya di atas kanvas, melukis tanpa kenal lelah demi menenggelamkan rasa sesak yang terus merayapi relung dadanya.Hari ini, matahari bersinar hangat membasahi sudut-sudut Pasar Kota Chu. Xiaotao berjalan riang di samping Wu Yuehua seraya memperhatikan keramaian para pedagang."Qinglan, aku senang sekali melihatmu akhirnya mau keluar," ujar Xiaotao seraya tersenyum lebar, menatap sahabatnya tulus. "Beberapa hari lalu wajahmu benar-benar muram. Aku sampai takut menegurmu!"Wu Yuehua terkekeh tipis, meski ada gurat duka yang amat dalam di bening matanya. "Aku hanya butuh udara segar, Xiaotao."Di kehidupan modernnya sebelum bertransmigrasi ke jaman ini, setiap kali dilanda amarah, stres, atau kekesalan yang memuncak, Wu Yuehua selalu punya satu resep ampuh: berjalan-jalan dan berbe
Last Updated : 2026-10-22 Read more