Langkah kaki berzirah tebal memecah keheningan sel bawah tanah dengan gema yang menakutkan. Qinglan tersentak kaku. Begitu ia memutar tubuhnya perlahan, sosok Lu Mingyu sudah berdiri tegap di ambang pintu besi. Diselimuti aura murka yang sanggup membekukan darah, pria itu melangkah masuk dengan tatapan pekat yang mengunci Qinglan sepenuhnya. "J-Jenderal Lu ...," ujar penjaga pertama tergagap, wajahnya pucat pasi. "Ampun, Jenderal!" tambah penjaga kedua, langsung berlutut gemetar di atas lantai batu yang dingin. "Kalian berdua, keluar!" bentak Lu Mingyu tanpa berpaling sedikit pun dari Qinglan. Suaranya rendah, namun sarat ancaman mematikan. "Baik, Jenderal! Kami mohon pamit!" seru kedua pengawal itu hampir bersamaan. Mereka bergegas berlari keluar tanpa berani menatap pimpinan mereka. Pintu besi terbanting rapat, menyisakan ketegangan yang kian mencekam di dalam sel yang remang-remang. Lu Mingyu mendekati Qinglan dengan langkah lebar dan ketat. Tanpa peringatan, ia menya
Last Updated : 2026-10-20 Read more