"Yanyan, kemari sebentar, Nak," panggil Qinglan lembut. "Biarkan Paman Lu bernapas dulu."Yanyan menyengir polos, lalu melepaskan pelukannya dan berjalan menuruni tangga paviliun menuju ayahnya. Adipati Chu terkekeh hangat seraya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan putrinya."Kau selalu menjadi sasaran empuk Yanyan, Mingyu," ujar Adipati Chu seraya memanggil pelayan untuk membawa wadah air bersih. "Aku akan meminta pelayan mengambilkan jubah ganti untukmu sebelum kita makan siang.""Tidak perlu merepotkan, Kakak Besar Xu," sahut Lu Mingyu kaku dengan nada rendah. Sang jenderal berusaha mempertahankan wibawanya, walau bintik-bintik cat basah di rahang tegasnya membuat penampilannya jauh dari kata garang.Qinglan melangkah mendekat seraya membawa kain basah di tangannya. Senyum geli masih terukir manis di bibirnya tatkala ia berdiri tepat di hadapan Lu Mingyu."Biar kubantu bersihkan, Jenderal Batang Kayu," ujar Qinglan pelan. "Cat tumbuhan ini dibuat dari ekstrak getah d
Last Updated : 2026-10-06 Read more