Pintu kayu sanggar terdorong lebar, disusul suara langkah kaki Xiaotao yang tergesa-gesa masuk. Begitu mendapati Qinglan masih berdiri mematung sambil menyandarkan punggung di balik pintu dengan wajah merah padam, Xiaotao seketika menyilangkan kedua tangannya di dada. "Aha! Ketahuan!" seru Xiaotao seraya memajukan wajahnya menggoda. "Pintunya ditutup rapat-rapat begini, mukamu merah seperti cabai matang! Coba mengaku, Huahua, Jenderal Lu bicara apa padamu sebelum turun tadi?!" Qinglan tersentak kaget, buru-buru menegakkan tubuhnya dan berusaha merapikan hanfu birunya yang sama sekali tidak kusut. "T-tidak bicara apa-apa!" "Masa?" gurat goda di wajah Xiaotao kian melebar. "Jangan bohong padaku, Wu Yuehua! Aku melihat sendiri dari jauh, Jenderal kaku itu menunduk dan berbisik di jendela kereta kuda, kan?" "Xiaotao!" tegur Qinglan seraya menepuk kedua pipinya yang makin membara panas. "Jangan bicara sembarangan! Pria Batang Kayu itu cuma ... cuma suka sekali memancing em
Last Updated : 2026-10-02 Read more