BAB 7: ROTI GOSONG Arini tidak membersihkan brownies yang hancur di lantai malam itu. Ia biarkan remahan coklat yang sudah terinjak sepatu Citra itu berserakan, karena itu bukan sampah tapi utu pengingat bahwa Citra sudah tau semuanya.Pukul sembilan malam, setelah Citra masuk ke kamar utama dan Bram belum pulang dari toko bangunan, ada ketukan pelan di pintu triplek paviliun. Bi Ijah masuk dengan muka pucat, sambil membawa kantong plastik hitam yang bau."Maaf ya Neng, maaf banget," bisik Bi Ijah sambil menutup pintu cepat. "Tadi sore Bu Citra maksa saya, dia liat status WA anak saya yang foto brownies itu. Terus dia langsung ngamuk di dapur, nyuruh saya ambil semua kue Neng di warung Madura. Katanya kalau saya gak ambil, saya dipecat besok. Padahal anak saya butuh buat sekolah, Neng."Arini mengangguk pelan, ia sudah menduga ini akan terjadi. Komplek elit itu kecil, jadi gosip bisa menyebar lebih cepat dari bau brownies kukus."Gak apa-apa, Bi. Saya ngerti."Bi Ijah membuka kantong
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-10-07 อ่านเพิ่มเติม