Hari Senin pagi menyapa Ibu Kota dengan cuaca yang agak mendung. Namun, di dalam Poliklinik Spesialis Ortopedi Rumah Sakit Medika Utama, ketegangan sudah terasa menghangat sejak pukul enam tiga puluh pagi.Kania berdiri di depan cermin toilet staf poliklinik, merapikan kembali kerah baju scrub hijaunya yang bersih. Mengingat tantangan dari Dokter Arka saat acara makan malam keluarga Sabtu lalu—soal membuktikan bahwa dirinya bukan 'anak manja konglomerat'—Kania bertekad bulat untuk tampil tanpa cela hari ini. Rambutnya diikat sanggul rapi, ID card tergantung sempurna, dan sepatu kets putihnya terikat kencang."Oke, Kania. Hari ini lo cuma seorang koas biasa. Lupakan soal makan malam mewah, lupakan soal aliansi bisnis Papa, dan fokus hadapi Es Batu itu," gumam Kania pada bayangannya di cermin.Begitu Kania melangkah ke Ruang Periksa 1, suasana poliklinik sudah ramai. Dua dokter residen senior—Dokter Rian dan Dokter Maya—sedang sibuk memilah tumpukan rekam medis."Pagi, Dok," sapa K
Last Updated : 2026-10-10 Read more