Malam itu, Nadira Prameswari mengetahui bahwa tiga tahun pernikahan bisa berakhir bahkan sebelum hidangan penutup disajikan. “Besok, pengacaraku akan menghubungimu.” Kalimat itu keluar dari mulut Adrian Mahendra tanpa jeda, tanpa keraguan, seolah-olah ia sedang membicarakan jadwal rapat direksi yang perlu dipindahkan. Nadira terdiam. Di hadapan mereka, ratusan tamu memenuhi ballroom Hotel Arunika. Lampu kristal bergantung megah di langit-langit, denting gelas terdengar bersahutan, dan alunan piano mengiringi gala tahunan Mahendra Group. Para pemegang saham, pejabat, serta pengusaha ternama berkumpul untuk merayakan keberhasilan perusahaan yang selama puluhan tahun dibangun keluarga Mahendra. Adrian berdiri di sampingnya dengan setelan hitam yang sempurna. Pria itu tetap terlihat tenang, tampan, dan berwibawa seperti biasanya. Hanya Nadira yang tahu bahwa beberapa detik lalu, suaminya baru saja memberitahunya bahwa pernikahan mereka akan segera berakhir. “Apa maksudmu?” t
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-30 Mehr lesen