Pukul 07.15, Nadira Prameswari baru saja selesai merapikan tempat tidurnya ketika ponsel di atas meja berdering. Nama yang muncul di layar membuatnya mengernyit. Ibu Ratih Mahendra. Ibu Adrian. Nadira memandangi layar selama beberapa detik sebelum mengangkat panggilan tersebut. “Assalamu'alaikum, Bu.” “Wa'alaikumussalam, Nadira. Kamu sudah sarapan?” Pertanyaan sederhana itu hampir membuat Nadira kehilangan kata-kata. Sejak meninggalkan rumah Adrian, tidak banyak orang yang bertanya apakah ia sudah makan, bagaimana tidurnya, atau apakah ia baik-baik saja. Kebanyakan orang ingin mengetahui apa yang terjadi dalam pernikahan mereka, siapa yang salah, dan apakah perceraian itu benar-benar akan dilanjutkan. Namun, perempuan yang meneleponnya pagi itu justru menanyakan sarapan. “Belum, Bu. Sebentar lagi.” “Kamu tinggal di mana sekarang?” “Untuk sementara, saya tinggal di apartemen teman.” Terdengar keheningan singkat dari seberang telepon. “Kamu tidak perlu merasa
Zuletzt aktualisiert : 2026-11-04 Mehr lesen