I'm On You

I'm On You

By:  Adri Austin  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
24Chapters
2.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Trauma masa lalu akibat pelecehan dari ayah tirinya, membuat Kimmy, gadis belia 25 tahun harus berjuang sendiri untuk melawan kerasnya hidup di jalan. Kimmy terpaksa berhenti kuliah lantaran tekanan dari keluarganya dan harus memaksanya mencari uang. Sebagai pelayan pengantar minuman di Bar, tidak jarang banyak pria hidung belang yang sering melecehkanya. Hingga suatu ketika, perdebatan seru antara dia dengan pria asing, membuat hidupnya semakin sulit. Kimmy bertengkar dengan pemilik dari tempatnya bekerja, Piero, 30 tahun, tanpa dia sadari. Dan Piero mengajukan tuntuan atasnya karena pencemaran nama baik. Namun, Piero memberikan pilihan kepada Kimmy untuk melepaskanya dari tuntutan itu. Apa itu pilihan yang diberikan Piero kepada Kimmy? Penasaraan? Yuk kepoin aja jalan ceritanya dalam drama romance I'm On You hanya di Good Novel.

View More
I'm On You Novels Online Free PDF Dowload

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
24 chapters
LAKI-LAKI MENYEBALKAN
Suara musik memecah gendang telinga. Pandangan mata terbatas akibat minimnya cahaya. Dua gadis cantik terlihat santai sambil menikmati Wine merah dengan permentasi sempurna yang berasal dari negeri Mode itu.  "Tambah lagi, Ra?" Suara tinggi sopran minor nyaris bersahutan dengan bising musik memekik keramaian malam yang sempurna. Mona bergoyang seirama dengan ketukan nada sambil memegang gelas.  "Gue udah nggak kuat," sahut Naura, yang mulai merasakan kepalanya pusing. Padahal dia baru saja meneguk setengah gelas.  Akhir-akhir ini Naura memang sedang mengurangi alkohol. Dia bahkan berniat untuk meninggalkan barang haram itu dan nggak ingin lagi menyentuhnya.  "Ah payah! Baru juga setengah botol. Tumbenan amat."  Tidak puas karena penolakan lewat mulut, Mona meraih botol yang nganggur di atas meja lalu menuangkanya di gelas Naura.  "Nggak ah. Kepala gue udah pusing," tolak Naura, saat perempuan berambut ikal
Read more
MAKHLUK ASING YANG MENJENGKELKAN
Dasar pria aneh! Tidak mau mengalah sama perempuan, gerutu Kimmy dalam hati. Kimmy memilih duduk di sofa lobby. Warna merah maroon dari tanktop yang dia kenakan, menjadi perhatian para laki-laki yang ada di sekitaran. Kimmy mulai merasa risih dengan tatapan nakal dari pria-pria itu.Kimmy melihat dari balik kaca kalau hujan pun belum reda. Justru semakin deras. Dan kemudian, matanya beralih ke arah pemuda yang bertengkar tadi denganya. Dia melihat pemuda itu sedang duduk di sofa tengah dekat televisi. Kimmy memperhatikan gaya dari pemuda itu yang bisa dikatakan elegan namun tidak kaku. Di mana laki-laki yang sudah membuat moodnya rusak sedang mengangkat satu kaki sambil membaca majalah. Membuat Kimmy semakin jengkel. Sudah seperti bos saja gayanya, batin Kimmy menggerutu. Bersamaan dengan itu, salah seorang laki-laki paruh baya mendekati Kimmy. Dari sikap dan tatapanya, Kimmy tau betul apa yang diinginkan pria tersebut. Pria hidu
Read more
HEUUFSS! APESNYA HARI INI
TIIIN—TIIIN! Suara klakson mobil memecah di tengah derasnya hujan. Kimmy yang berjalan melipir di bahu jalan, seketika menahan langkahnya. Dia menyipitkan mata melihat ke arah mobil sedan yang menepi di dekatnya. Pemilik mobil itu membuka sedikit kaca jendela dari pintu sebelah kiri. "Kimmy," panggilnya. "Davina," ucap Kimmy. Lalu dia mendekati mobil milik sahabatnya itu dan masuk ke dalamnya. "Aku baru menerima pesan kau, Kim. Kau kenapa?  Kenapa hujan-hujanan seperti ini?" Kimmy mengusap wajahnya yang sudah penuh dengan air mata bercampur rintikan hujan. Rambut yang tadinya rapi, kini nampak berantakan. Penampilan Kimmy sudah sangat tidak karuan. "Hari ini aku sial! Aku bertemu dengan cowok angkuh dan arogan. Aaaaach ... Pokoknya sial. Sial. Sial," jawab Kimmy. Dia mengumpat kesal. "Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Kimmy menatap heran sahabatnya. "Kau mau meledekku?" "Kimmy
Read more
TUNTUTAN ATAU ANCAMAN
"Selamat pagi, Tuan Piero. Hari ini Tuan ada jadwal meeting dengan perusahaan Tuan Harits jam 10 pagi." Sasa—seketaris Piero, dia mengingatkan atasanya untuk rencana kerja hari ini sambil berjalan di belakang bosnya itu. "Letakan itu di sana," perintah Piero kepada seorang pelayan yang membawakan setumpuk dokumen. Piero baru saja duduk di kursi kebesaranya. Piero Alexander, seorang laki-laki muda yang terbilang sukses di usianya yang baru menginjak 30 tahun karena memiliki banyak perusahan. Namun dia dikenal dengan pembawaanya yang super dingin, jarang senyum dan tidak banyak bicara, membuat karyawan-karyawannya segan. Wajahnya yang tampan sangat banyak digilai oleh para wanita. Tapi Piero tidak pernah ditemui dirinya berkencan atau bercumbu dengan gadis-gadis manapun. Kehidupanya yang misterius membuat banyak orang penasaran denganya. "Ada yang bisa saya bantu lagi, Tuan?" tanya Sasa yang masih berdiri di depan meja kerja Piero sambil
Read more
PERJANJIAN YANG TIDAK MENGUNTUNGKAN
Lebih dari tiga puluh menit sejak kedatangan Kimmy di kantor Aleandro, dia belum juga melihat pria tua itu masuk ke dalam ruangan ini. Kimmy mulai merasa bosan. Dia memutar-mutar pena dengan jari tanganya sambil menggoyang-goyangkan kaki. Bersamaan dengan itu, Kimmy membalikan tubuhnya bermaksud ingin melihat kegiatan orang-orang yang ada di kantor ini. Karena ruangan Aleandro hanya dibatasi oleh kaca yang transparan, jadi mata Kimmy dapat dengan bebas melihat sekitaran. Namun, tatapanya berhenti ketika dia melihat sepasang kaki dengan sepatu pantovel kulit berwarna hitam mengkilap berdiri tegak persis di belakangnya. Kimmy menaikan pandangnya hingga menyusuri sepanjang tubuh si pemilik kaki tersebut. Hingga pandanganya sampai ke dada lalu berakhir di wajah. Mata Kimmy nanar melihat seorang pemuda yang dibencinya hadir dihadapanya. "Kau!" Kimmy menatap heran. Dia seperti melihat hantu di siang hari. Piero—pemuda yang membua
Read more
MALAM YANG MENEGANGKAN
'Kim, si bos bilang kalau nanti malam kau akan menjamu tamu dari perusahan Oil and Gas PT. Deep Gasoline. Kau bilang, kau dipecat.' Pesan singkat dari Davina baru saja dibaca olehnya. Kimmy terpancing untuk duduk dari baringnya. "PT Gasoline? Itu kan perusahaan milik Robert," gumam Kimmy. Dengan cepat dia membalas pesan singkat itu. 'Dari mana kau tahu kalau PT Gasoline akan memesan seluruh kursi untuk malam ini?' [ Kimmy ]'Tuan Aleandro yang memberitahuku. Katanya dia sudah menghubungimu tapi kau tidak menjawabnya. Sebenarnya kau dipecat atau tidak?' [ Davina ]'Tuan Piero memintaku untuk bekerja kembali.' [ Kimmy ] 'Tuan Piero? Aku tidak salah baca, kan? Bagaimana bisa laki-laki dingin itu meminta kau bekerja kembali? Atau jangan-jangan, kau sudah merayunya? [ Davina ]Wajah Kimmy berubah kesal karena membaca pesan dari Davina yang sudah menudingnya. 'Jangan kau berpikir aku mau bekerja kemb
Read more
SOK JADI PAHLAWAN
Jantung Kimmy mulai terasa kencang berdetak. Matanya tajam namun penuh dendam menatap pria yang merupakan ayah tirinya itu. "My daughter. Kau keluar dari rumah demi bekerja di tempat ini? Sebagai wanita penghibur," cibir Robert, sambil tertawa meledek. Robert mendekati wajah Kimmy. "Berapa bayaranmu semalam. Seharusnya kau tidak perlu sampai pergi dari rumah jika hanya menginginkan uang yang tidak seberapa itu. Aku bisa memberikan jauh lebih banyak dari yang kau dapati di sini. Asal kau mau tidur denganku tiap malam. Mommymu sudah payah. Goyanganya tidak seenak dulu," bisik Robert di telinga Kimmy. Kimmy memerah matanya dan mengepal tanganya. Ucapan Robert membuat darahnya mendidih. Apalagi, laki-laki itu telah menghina Mommynya. Luka lama yang dilakukan Robert terhadap dirinya belum juga kering. Dan sekarang, laki-laki itu berulah lagi. "Bagaimana? Kau mau menemaniku tidur malam ini?" PLAK! PLAK! Semua mata ter
Read more
I WORRIES WITH MY MOM
Dag Dig Dug ... Jantung Kimmy mulai berdetak kuat. Di dalam tempat seperti ini, bisa siapa saja yang akan mendatanginya. Itu yang membuat Kimmy cemas. Kimmy berjalan dengan mengendap-endap. Prilakunya mirip seperti seseorang yang ingin mencuri. Kimmy mengintip dari lubang kecil yang ada di tengah-tengah daun pintu. Namun, dia tidak melihat siapa pun yang ada di luar sana. Kimmy membuang napasnya. Seketika bulu romanya bergidik. Berbagai macam hal melintas di dalam pikiranya. Dari yang berasal di dunia nyata sampai yang ghaib. "Apa aku salah dengar?" Gumam Kimmy. Dan kemudian, dia beranjak kembali menuju ranjang. KNOK—KNOK. "Oh Shit! Siapa sih!" Umpat Kimmy. Dan kemudian, dia kembali lagi ke arah pintu tersebut. Kimmy melakukan hal yang sama. Tapi kali ini, keberanianya sedikit muncul. Dia membuka pintu itu. "AAAARRRGH!" Teriak Kimmy pecah. Ketika melihat seseorang dengan tubuh mungil namun berwajah d
Read more
PERHATIAN KIMMY TERHADAP PIERO
Kimmy menantang balik tatapan Piero tanpa berkedip seteik pun. Hingga suara klakson mobil milik orang lain membuyarkan adegan itu. Mobil Piero berhenti di tangah jalan. Sehingga membuat sedikit kemacetan. KNOK—KNOK. Kaca mobil Piero diketuk oleh seseorang. "Woy! Kalau mau pacaran jangan ditengah jalan!" Maki pria itu. Piero membuka pintu mobilnya. BRUAAAK! Dia menghajar pemuda itu hingga wajah dari pemuda itu menghantam body mobil. Piero melakukannya beberapa kali. Dan memancing orang lain ikut campur dalam keributan ini. Piero dikeroyok oleh beberapa pemuda yang merupakan teman dari laki-laki yang sudah dipukulnya hingga babak belur. Dan tidak ada satu pun yang berani memisahkan mereka. Walau ada beberapa orang yang menyaksikan ini. Namun, mereka hanya sekadar menonton saja. Kimmy keluar dari dalam mobil. "HENTIKAN! HENTIKAN!" pekik Kimmy merelai keributan itu. Dia menarik lengan tangan dari salah seorang pria
Read more
MOMMY MASUK IGD
"Bagaimana Dok? Apa operasinya berhasil?" Dokter Diego melepas masker yang menutupi sebagian wajahnya. Kemudian dia tersenyum. "Tuan Piero masih beruntung. Kami berhasil menyelamatkanya," jawab dokter Diego dengan wajah bahagia. Berita itu membuat Kimmy membuang napas. Seakan semua kegelisahan dalam dirinya keluar bersama hembusan udara dari mulutnya. "Tapi pasien belum bisa dikunjungi. Keadaanya masih lemah," sambungnya dokter Diego menjelaskan. "Tidak apa-apa,Dok. Terima kasih," ucap Kimmy. "Kalau begitu, saya permisi, Nona," ucap Dokter Diego berpamitan. Dan kemudian dia pergi meninggalkan Kimmy. Bersamaan dengan itu, Kimmy melihat petugas medis melintas dan membawa tubuh seseorang di atas brankar. Cara yang sama saat Piero dipindahkan dari mobil ke ruang ICU. Namun, ada yang membuat matanya terpaku. Di mana Kimmy seperti mengenali siapa pasien itu. "Mommy," gumamnya. "Tunggu!" Kimmy b
Read more
DMCA.com Protection Status