Cintaku Selamanya Untukmu

Cintaku Selamanya Untukmu

Oleh:  Tongge  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9.5
Belum ada penilaian
1405Bab
410.6KDibaca
Baca
Tambahkan
Report
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Terkenal sebagai “Orang yang paling tidak bisa berkata Aku Cinta Kamu”, aku sebenarnya memiliki rahasia yang terpendam dalam hatiku.Aku selama 9 tahun mencintai Dixon Gregg. Saat aku masih muda aku mengikutinya kemana mana. Ketika aku beranjak dewasa, akhirnya aku menjadi istrinya.Tetapi tak pernah sekalipun ia mencintaiku, dia bahkan tak pernah menunjukan sedikit saja perasaan kasih sayangnya. Aku menggodanya untuk meniduriku menggunakan strategi perceraian dan Shaw Corporation sebagai kartu penawaranku, tetapi dia tidak bergeming sedikitpun.Dia bahkan tidak akan pernah ingat ada seorang gadis kecil yang mengikutinya dengan diam-diam.Setelah kami bercerai baru aku tersadar bahwa apa yang aku sebut cinta ini hanya bertepuk sebelah tangan …

Lihat lebih banyak

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

Komen
Tidak ada komentar
1405 chapters
Bab 1
"Nyonya Gregg, kamu mengidap kanker stadium akhir..."Wajahku pucat saat aku bertanya kepada dokter, "Apa katamu?"Dokter terlihat menekankan lengannya pada meja sambil melihat rekapan medisku, dan mengucapkan setiap kata dengan jelas. "Nyonya Gregg, rahimmu belum sepenuhnya bersih ketika melakukan aborsi dua tahun lalu. Kemudian, kamu mengalami infeksi dan itu menyebabkan sel-sel di dalam rahimmu menjadi kanker..."Aku memotongnya sambil menangis, "Berapa banyak waktu yang tersisa?""Sel kanker menyebar. Kamu memiliki paling banyak tiga bulan untuk hidup..."Aku tidak dapat mendengar apapun yang dikatakan dokter. Pikiranku berdengung keras dan kata-kata "tiga bulan untuk hidup" bergema di kepalaku...Malam itu, di villa Gregg:Aku terkapar di tempat tidur seperti anjing mati, membenamkan kepalaku di bantal. Hatiku dipenuhi dengan kesedihan.Orang yang berhubungan intim denganku barusan adalah suamiku, Dixon Gregg.Selama tiga tahun penuh, dia berbuat sesukanya dan pergi dengan ekspres
Baca selengkapnya
Bab 2
Dixon terpana dan bertanya, "Apa maumu?"Di luar mulai turun salju. Aku akan berulang tahun ke-23 dalam waktu kurang dari dua bulan.Itu akan menjadi Malam Tahun Baru.Aku tidak tahu apakah aku bisa bertahan sampai saat itu.Aku mengerutkan bibir, lalu tersenyum dan menyarankan, "Kamu tahu bahwa aku selalu menyukaimu. Itu sebabnya aku ingin kamu melepaskan semua prasangka yang kamu miliki terhadapku dan berkencan denganku selama tiga bulan."Dixon mendengus dan menjawab, "Bermimpilah."Suara di telepon sama sekali tidak hangat. Di ruangan besar itu, kesepian membayangiku dan air mataku jatuh. Hati aku sangat sakit sampai mati rasa.Aku menyembunyikan kesedihan dalam suaraku dan berkata dengan ringan sambil tersenyum, "Dixon, apa kamu tidak ingin menceraikanku? Bagaimana kalau begini. Kencani aku selama tiga bulan dan jadilah pria yang merawat dan menyayangiku. Bahkan jika kamu tidak mencintaiku, kamu harus berpura-pura sangat mencintaiku. Jika kamu bisa melewati tiga bulan, aku akan se
Baca selengkapnya
Bab 3
Dixon menutup telepon dengan marah.Aku memasukkan ponselku ke dalam tas dan akan pergi ketika aku melihat orang yang paling tidak ingin aku temui.Itu adalah Gwen Worth.Wanita yang Dixon cintai dengan sepenuh hati.Kami berdiri saling berhadapan. Aku memberinya senyuman kecil dan akan berjalan melewatinya ketika dia berkata dengan lembut, "Apakah kamu Nyonya Gregg?"Aku berhenti dan menatapnya dari sudut mataku. "Ada apa?""Apakah kamu bahagia menjadi Nyonya Gregg?"Gwen Worth menantangku. Aku menoleh untuk menilai dia. Sosoknya sangat indah. Dia memiliki lapisan riasan tipis tetapi bibirnya diwarnai merah cerah. Saat itu musim dingin yang membekukan, tapi dia mengenakan gaun tipis abu-abu merah muda dan mantel putih di atasnya.Dia memang sangat cantik. Tidak heran Dixon menyukainya.Saingan romantisku tepat di hadapanku dan aku cemburu. Aku ingin mengabaikan pertanyaannya tetapi dia mengejekku, sambil berkata, "Bisakah kamu benar-benar merasa santai dalam posisi yang kamu curi dari
Baca selengkapnya
Bab 4
Dixon menyadari bahwa aku berperilaku aneh. Dia merentangkan tangannya di belakang sofa dan menungguku makan. Hidangan sudah ditata selama beberapa jam dan sedingin es. Makanan itu tidak terasa di mulutku dan aku memakannya perlahan.Aku mencoba kesabarannya. Dia bangkit dan berdiri di depanku, berkata dengan dingin dan lembut, "Caroline, apa yang kamu inginkan?"Aku meletakkan sendok ku dan menatapnya. Aku melihat bahwa dia sedang mengamati setiap hidangan di atas meja.Dixon tiba-tiba bertanya, "Apakah kamu memasak ini?"Dia terdengar aneh. Aku berdiri dan mulai bersih-bersih sambil berkata, "Aku bertanya padamu pada siang hari apakah kamu akan pulang untuk makan malam. Kamu menjawab ya, jadi aku membuat hidangan yang kamu suka dengan gembira."Dixon tiba-tiba mengerutkan kening dan bertanya, "Apa niatmu?"Aku menghentikan yang kulakukan dan menatapnya. Matanya sedingin es dan aku tidak bisa menemukan satupun kehangatan yang pernah ada di matanya.Aku ingin mengatakan sesuatu tetapi
Baca selengkapnya
Bab 5
Aku punya waktu kurang dari tiga bulan lagi. Apalagi yang bisa kulakukan?Hidupku akan segera berakhir tetapi aku belum pernah jatuh cinta. Aku ingin berkencan dengan Dixon Gregg.Bahkan jika dia hanya berbohong padaku, aku akan sangat senang.Ngomong-ngomong, aku tidak pernah disayangi atau diperlakukan sebagai sesuatu yang berharga dan penting sepanjang hidupku. Aku tidak pernah mengalami cinta. Itulah sebabnya aku sering cemburu pada Gwen dan itulah mengapa aku berpegangan pada Dixon seolah-olah aku dirasuki.Bahkan jika dia menyiksaku, aku akan menerimanya dengan rela.Antara Dixon dan aku, aku terlalu tidak penting.Aku merendahkan diri dan tidak pernah menolak.Dixon tidak pergi seperti biasanya. Setelah mandi, dia duduk di sofa dengan laptopnya untuk bekerja.Aku bangun dan mengenakan gaun tidurku, lalu bertanya kepadanya, "Apakah kamu akan beristirahat di sini hari ini?"Penglihatanku sangat bagus dan aku bisa melihat dokumen di laptopnya. Itu semua adalah dokumen yang telah di
Baca selengkapnya
Bab 6
Gwen tampak seperti baru saja melihat hantu ketika melihatku. Dia mulai berteriak gila-gilaan dan menghancurkan barang-barang. Dixon memeluknya ketika melihat itu.Dada Dixon selalu hangat dan menenangkan.Gwen perlahan-lahan menjadi tenang saat terus menggumamkan nama Dixon. Dan pria itu, suamiku, menghiburnya, "Tidak apa-apa. Aku di sini. Dia tidak akan melakukan apapun padamu."Kelembutan sesaat Dixon adalah miliknya. Dia menoleh ke arahku dan menanyakan ku dengan dingin, "Apa yang kamu lakukan di rumah sakit? Cepat, pulang."Dia selalu menyuruhku pulang di depan Gwen.Aku berpaling dari kelembutan yang Dixon berikan pada Gwen. Saat itu, Gwen memanfaatkan pengaruh Dixon dan menyiramkan secangkir air mendidih ke wajahku. Aku berteriak kesakitan dan mundur dengan panik. Aku menabrak beberapa benda dan saat hendak jatuh, seseorang memegang tanganku.Aku menatapnya tanpa daya. "Dixon."Tatapannya bertentangan ketika dia menatapku. Kemudian, dia memelototi Gwen dan membawaku ke unit gawa
Baca selengkapnya
Bab 7
Aku bermimpi. Itu terjadi di villa Shaw. Orang tuaku dan Dixon ada di sana. Mereka berbincang dengan akrab tentang pesta ulang tahunku ke-23.Aku berdiri di dekat sofa mendengarkan Dixon berbicara. Suaranya hangat dan lembut. "Carol menyukai warna merah. Mari kita hiasi tempat itu dengan mawar merah. Aku akan bermain piano nanti."Mata Dixon dipenuhi dengan kehangatan dan kelembutan. Matahari di luar jendela menyinari dirinya, membuatnya tampak lebih tampan dan hangat. Aku ingin menjangkau untuk menyentuh tulang alisnya. Namun, jari-jariku menembusnya dan ke udara. Aku meneriakkan namanya dengan keras, panik. Namun, dia tidak menjawab. Aku menangis histeris dan semua yang ada di depanku memutih.Mataku terbuka lebar dan kulihat aku berada di kamar rumah sakit. Aku masih mengenakan gaun berwarna cerah yang aku pakai sebelumnya. Dixon berdiri di samping dengan ekspresi dingin di wajahnya.Rasanya aku tidak bisa menerima pria dingin di depanku setelah melihat Dixon Gregg yang hangat dan l
Baca selengkapnya
Bab 8
Ditutupi oleh lapisan salju yang tebal, Kota Wu begitu indah hingga hampir tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Aku berkeliaran di jalan di antara banyak toko yang dilapisi salju, mengenakan gaun emas dengan mantel panjang putih bersih. Anting-anting perak halus yang aku pakai hari itu sangat cocok dengan riasanku.Itu adalah kota yang sibuk. Berdiri di antara kerumunan yang bergegas ke segala arah, aku merasa seperti orang luar. Aku menatap semua orang yang lewat, sementara angin dingin membawa butiran salju dan mendarat di wajah, rambut, dan pakaianku. Namun, aku tidak merasa kedinginan sama sekali. Mungkin aku mati rasa. Mungkin aku punya sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan. Aku mulai mengikuti pria berpenampilan biasa-biasa saja di jalan.Sementara dia berdiri disana merokok sendirian, aku mengumpulkan semua keberanianku dan mendekatinya dengan kartu bank ku di tangan. Aku membuka mulut untuk berbicara dan suaraku terdengar rendah hati. "Apakah kamu ingin berkencan dengank
Baca selengkapnya
Bab 9
Aku tetap diam sementara Dixon terus menatapku, menunggu jawaban.Aku segera turun dari bus begitu berhenti di stasiun berikutnya. Aku lega melihat dia tidak ikut. Aku naik taksi kembali ke tempatku sebelumnya untuk mengambil mobil dan menyetir sendiri kembali ke rumah.Villa mewah itu tampak sangat kosong. Aku duduk di sofa, tidak bisa berkonsentrasi pada hal lain selain apa yang dikatakan Dixon. "Aku masih berhutang pernikahan padanya."Sejujurnya, Dixon memang berutang pernikahan pada Gwen.Tiga tahun lalu, Gwen dan Dixon hampir sama-sama menyerah.Bahkan jika dia menolak tiga juta dan bersikeras tinggal di Kota Wu tepat di sisi Dixon, Dixon akan putus dengannya.Tampaknya tidak ada benar dan salah dalam kasus mereka.Dixon seharusnya memberi Gwen pernikahan besar tiga tahun lalu.Aku hanya menggantikan Gwen dan sudah waktunya untuk mengembalikan semuanya seperti semula.Sementara aku melamun, Summer Jacobs menelepon.Dia adalah temanku, dan Tuhan tahu bahwa aku tidak punya banyak t
Baca selengkapnya
Bab 10
Telah turun salju selama berhari-hari. Kota Wu berkilauan di bawah cahaya kota dengan semuanya tertutup oleh salju putih bersih. Kami berdiri berhadapan di jalan sempit, bayangannya membentang panjang dan tipis di tanah di bawah kami. Dia bisa dengan mudah disalah artikan sebagai karakter yang keluar dari manga. Dia mendengar apa yang aku katakan dan tercengang. Dia menatapku dengan rasa ingin tahu tetapi tidak mengatakan apa-apa tentang bagaimana aku memanggilnya. Dia hanya bertanya kepada aku, "Di mana kamu tinggal, Nona Kecil?""Villa keluarga Shaw..."Begitu aku menjawab, aku ingat bahwa Dixon belum pernah kesana sebelumnya, jadi aku memberitahu dia alamatnya dengan terburu-buru. Dia memberiku senyum tipis dan melepas syal untuk melilitkannya di leherku, kehangatan tubuhnya masih tersisa.Aku mendengar dia berkata, "Ayo pergi. Aku akan mengantarmu pulang."Senyumannya membuatnya semakin tampan...Tampaknya mata dan alisnya dilukis hanya untuk menambah karismanya.Aku melangkah untu
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status