Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang

Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang

last updateTerakhir Diperbarui : 2022-05-25
Oleh:  Hafsa HumiaraTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
9.7
33 Peringkat. 33 Ulasan-ulasan
73Bab
339.7KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Kisah Amira yang selalu dibandingkan dengan saudara iparnya Rista oleh mertuanya, tak hanya mertua suaminya pun kerap meremehkan dirinya. Siapa sangka Amira yang terlihat susah itu, ternyata diam-diam menghanyutkan. Dia tak sesusah yang mertuanya kira, diam-diam wanita itu berhasil membungkam mulut-mulut yang sering menghina dan meremehkannya

Lihat lebih banyak

Bab 1

Kejutan

SUAMI DAN MERTUA TAK TAHU AKU BANYAK UANG 1

 

 

 

"Lihat ini, Heri, enak banget hidup adikmu itu punya istri anak orang kaya, tinggal di rumah besar dan mewah, ga kaya kamu, apes! Malah nikah sama rakyat jelata, jadi hidupmu gini-gini aja ga ada kemajuan" celetuk ibu mertua sambil memandang layar ponsel.

 

Aku yang sedang menghidangkan teh dan camilan di atas meja hanya bisa bersikap biasa saja, dihina dan dibandingkan dengan Rista yang tak lain istrinya Ardan adik iparku sudah jadi makanan sehari-hari.

 

"Lihat tuh di rumahnya ada kolam renang, gede dan juga bersih, enak banget ya jadi Rista tiap hari bisa foya-foya ga kaya kita," celetuk ibu lagi masih memandang ponsel android-nya.

 

Mas Heri menggeser posisi duduknya dekat ibu lalu dua pasang mata itu melihat layar ponsel bersamaan, memandang takjub benda pipih itu.

 

"Iya ya, Bu, enak banget jadi Ardan padahal sebelum nikah sama Rista dia pengangguran, eh sekarang jadi orkay mendadak, lah aku dari dulu kerja keras malah dapet ...."

 

Mas Heri tak melanjutkan ucapannya ia malah melirikku dengan sinis.

 

"Dapet apa, Mas? kamu nyesel karena punya istri kaya aku yang hanya tukang pentol aja?" sahutku dengan santai, ngapain emosi bikin darah tinggi saja.

 

"Fikir aja sendiri," sahut Mas Heri sedikit ketus.

 

"Coba aja kalau kamu punya istri seperti Rista yang kaya raya, pasti hidupmu enak ga perlu kerja keras, Ri," celetuk ibu lagi.

 

Aku memilih masuk ke dapur dari pada mendengar keluhan dua manusia tak bisa bersyukur itu, mau hidup enak tapi enggan berusaha, mana ada yang seperti itu dimana-mana kalau mau kaya ya harus usaha.

 

Hari ini rumah sederhanaku akan kedatangan tamu yang katanya istimewa, siapa lagi jika bukan Ardan dan Rista--putri seorang pengusaha sukses yang terkenal di kota ini--

 

Yang kudengar dari ibu mertua, keluarga Rista memiliki supermarket paling besar di kota ini dan memiliki beberapa cabang, berbeda denganku yang hanya anak seorang penjual daging di pasar, tak heran baik ibu ataupun Mas Heri selalu membandingkan aku dengan istrinya Ardan itu.

 

"Ma, aku mau kue yang ada depan itu, tapi ga dibolehin sama nenek," rengek Nasya--putriku yang berumur delapan tahun--

 

Tiba-tiba saja hatiku merasa geram, kue itu aku yang beli masa Nasya tak boleh memakannya walau sepotong.

 

"Ya sudah biar Mama yang pintain." 

 

Aku bergegas ke ruang tamu.

 

"E-eh, main comot-comot aja, ini tuh kue buat Rista sama Ardan," celetuk ibu sambil menepis tanganku yang hendak mengambil sepotong kue di atas meja.

 

"Nasya mau, Bu, kasih ajalah sedikit lagian dia ga minta semua kuenya kok," jawabku sedikit kesal.

 

"Kalau Nasya mau kue beli aja di warung sana, ini kue mahal dan spesial buat mantuku, mereka ke sini mau ngasih kejutan buat Ibu, jadi harus disambut sama makanan enak dan spesial" jawab ibu sinis.

 

"Lagian kue ini Heri yang beli tadi khusus buat menyambut adiknya, jadi kamu jangan ngambil seenaknya ya."

 

"Yang beli memang Mas Heri, tapi uangnya dari aku, Bu!" tegasku sambil mengambil sepotong kue brownis itu dan membungkusnya dengan tissu.

 

"Hahhhh, yang bener aja masa iya kamu punya uang buat beli kue semahal ini." Ibu memandangku remeh.

 

"Yaiyalah punya, Ibu lupa kalau aku juga bisa mandiri cari uang sendiri," balasku sambil menyeringai.

 

"Halaaah, cuma jualan seblak sama pentol  aja bangga! Tuh lihat Rista dia anak pengusaha tapi ga sombong!" tegasnya dengan wajah memerah.

 

Mereka tak tahu saja berapa penghasilanku perharinya yang didapat dari jualan seblak, bahkan gaji Mas Heri sebulan saja ketinggalan jauh, setengah hasil jualan kutabung untuk masa depan dan setengahnya untuk menutupi kekurangan sehari-hari.

 

Mas Heri bekerja sebagai seorang security di sebuah pabrik industri, gajinya hanya 3juta itu pun penghasilannya dibagi dua dengan ibunya, belum uang bensin dan rokok, tak heran jika uang yang diberikan padaku diminta lagi olehnya.

 

Entah bagaimana jadinya jika aku tak jualan seblak dan pentol, gajinya hanya cukup untuk beli beras dan kebutuhan selama dua Minggu, sedangkan kebutuhan listrik, air dan yang lainnya memakai uangku dari hasil jualan.

 

"Nah, itu mereka sudah datang."

 

Kami serempak celingukan ke arah luar, benar ternyata Ardan dan Rista keluar dari mobil mewahnya itu, lalu di  belakangnya ada mobil pick up datang membawa motor Honda PCX berwarna merah.

 

"Wah ada motor, jangan-jangan motor itu kejutan buat ibu," ujarnya begitu ceria.

 

Aku menyeringai sambil mengikutinya keluar.

 

"Ya ampuun motornya bagus banget warna merah lagi, harusnya kalian ga perlu repot-repot lah beli hadiah semahal ini," ujar ibu sambil menggandeng Rista.

 

"Nih lihat, Amira, menantu kesayangan Ibu beliin motor bagus, kamu mah mana sanggup." Ibu mengejekku.

 

"Hei ibu-ibu lihat nih menantu saya yang kaya raya itu beliin motor loh, duhh baik banget 'kan dia," teriak ibu pada tetangga yang sedang ngerumpi di rumah sebelah.

 

Sontak saja beberapa orang ibu-ibu itu menghampiri, menatap takjub motor yang hendak diturunkan oleh pegawai dealer.

 

"Dengan Bu Amira?" tanya salah seorang pegawai dealer itu, ia berjalan begitu saja melewati ibu.

 

"Iya betul Pak." Aku mengangguk.

 

"Loh kok malah nanya Amira, motor itu buat saya atas nama Bu Ninik, Anda salah orang, Pak," sahut ibu membuatku ingin terbahak.

 

"Maaf, Bu. Tapi motor ini yang beli atas nama Bu Amira  bukan Bu Ninik," jawab lelaki itu lalu menyerahkan kunci.

 

"Apa?! Amira? ... engga! ga mungkin! Dia cuma jualan pentol ga mungkin bisa kebeli motor," ujar ibu dengan mata membelalak.

 

Bersambung.

 

Like, komen dan follow akunku

 

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen

10
88%(29)
9
0%(0)
8
3%(1)
7
6%(2)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
3%(1)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
9.7 / 10.0
33 Peringkat · 33 Ulasan-ulasan
Tulis Ulasan
default avatar
Fira Elwista
wiihhhh mntap bngt
2024-08-22 23:26:25
0
default avatar
Deo Anggara
lanjutan cerita
2024-07-21 11:02:29
0
default avatar
Samedi
Menggebu gebu
2024-06-13 11:15:23
0
user avatar
Humen Meny
sangat menghibur
2024-05-25 12:20:46
0
user avatar
Aditya Bna
penasaran aku tu......
2023-08-23 23:15:29
0
user avatar
Alie Jaza-Rgt
wow.....jika beneran ada pasti terkutuklah
2023-08-16 16:14:21
0
user avatar
Qushdiyati Shobar
bagus dan menarik dibaca
2023-07-22 05:47:27
0
user avatar
Agus Irawan
izin promosi. mampir ke Novelku juga ya. judul. "Kembang Desa Sang Miliarder" pena" Agus Irawan
2023-01-31 14:03:47
0
user avatar
Helmy Abdullah
bagus , tapi saya sangat berharap koin nya jangan mahal mahal , target penulis kan emak emak jadi tolong ya koinya dikit dikit aja kasihan para emak emak yang butuh hiburan seperti saya .
2022-10-14 01:15:25
4
user avatar
Reyin Damanik
yg baca banyak knp bintang g nyala
2022-08-15 11:31:06
1
user avatar
Lof Yuh
emeyjing widirit
2022-08-05 17:47:09
1
default avatar
octidark
asik, lucu
2022-07-27 01:39:40
1
user avatar
rabbit
sip arti sebuah perbedaan
2022-06-08 23:20:55
0
user avatar
Anthonio Sinaga
cerita menarik
2022-06-01 00:14:26
0
user avatar
dodek ana
bagus.......ga usah ceritanya panjang" sampai tersambung,kalo gini bagus bab dikit langsung tamat
2022-05-31 13:36:37
1
  • 1
  • 2
  • 3
73 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status