11 回答2026-02-01 12:37:15
Kalau saya jelasin santai, 'divorced' di KTP pada dasarnya artinya status pernikahan kamu sudah berakhir karena perceraian — bukan karena pasangan meninggal. Di Indonesia, padanan yang biasa dipakai di KTP adalah 'CERAI HIDUP' untuk orang yang bercerai sementara pasangannya masih hidup, dan ada juga 'CERAI MATI' yang digunakan jika pasangan meninggal. Perlu diingat, KTP itu nggak cuma label — status ini tercatat di Disdukcapil dan biasanya diambil dari dokumen resmi seperti putusan cerai dari pengadilan dan buku nikah.
Proses praktisnya biasanya begini: setelah perceraian diputuskan (oleh Pengadilan Agama untuk yang beragama Islam atau Pengadilan Negeri untuk non-Muslim), kamu bawa salinan putusan cerai dan dokumen pernikahan ke kantor Disdukcapil setempat supaya KTP dan catatan sipil diperbarui. Dampaknya terasa dalam urusan administratif — contohnya pendaftaran ulang untuk manfaat sosial, data keluarga pada BPJS, urusan waris dan hak asuh anak, serta kadang-kadang saat mengurus perbankan atau pengajuan dokumen resmi lain. Secara sosial, orang sering salah mengartikan 'divorced' sebagai 'single' padahal konsekuensinya berbeda: ada hak dan kewajiban pasca-cerai yang mungkin masih harus diselesaikan. Saya sendiri merasa penting buat punya dokumen lengkap setelah perceraian supaya nggak ribet nanti saat urusan resmi datang, dan juga supaya status hukum dan hak anak-anak jelas di mata negara.
3 回答2025-11-05 17:24:09
Secara terjemahan, kalau saya buka kamus Inggris-Indonesia, kata 'stove' paling umum diterjemahkan jadi "kompor" — alat untuk memasak yang bisa memakai gas, listrik, atau bahan bakar lain. Dalam penggunaan sehari-hari di Indonesia, ketika orang bilang 'stove' biasanya yang dimaksud memang kompor untuk memasak, misalnya 'gas stove' menjadi 'kompor gas' dan 'electric stove' menjadi 'kompor listrik'. Kamus juga sering memasukkan variasi lain seperti 'tungku' atau 'alat pemanas', terutama kalau konteksnya bukan memasak, melainkan memanaskan ruangan atau memanaskan sesuatu dengan pembakaran kayu atau arang.
Saya suka menuliskan contoh kalimat karena itu bikin maknanya lebih hidup: "Turn off the stove" — "Matikan kompor." Atau "She warmed the house with a wood-burning stove" — "Dia menghangatkan rumah dengan tungku/pemanas kayu." Selain itu ada kata turunan dan gabungan yang sering muncul di kamus: 'stovetop' (permukaan kompor), 'stove burner' (pembakar kompor), dan 'stove pipe' (pipa cerobong untuk tungku). Perbedaan dialek juga penting: di British English sering dipakai 'cooker' untuk perangkat memasak besar yang mencakup oven, sedangkan di American English 'stove' lebih umum.
Kalau kamu lagi menerjemahkan teks, perhatikan konteksnya — apakah itu kompor dapur, tungku pemanas, atau istilah teknis — supaya terjemahan 'kompor', 'tungku', atau 'alat pemanas' pas. Buat saya, kata sederhana ini selalu bikin teringat aroma masakan yang pertama kali tercium waktu pulang ke rumah, jadi 'stove' terasa sangat rumahiah dan fungsional sekaligus.
3 回答2026-02-01 10:16:15
Kalau dilihat dari arti bahasa, 'divorced' memang setara dengan kata 'cerai' dalam bahasa Indonesia — keduanya menunjukkan bahwa suatu perkawinan telah berakhir dan kedua pihak tidak lagi berstatus suami-istri. Namun, secara administratif di Indonesia ada perbedaan penting: untuk umat Muslim proses pengakuan resmi cerai tidak cukup hanya ucapan atau dokumen pribadi; pencatatan resmi biasanya melalui Pengadilan Agama yang mengeluarkan putusan cerai. Setelah ada putusan itu, barulah KUA dapat mencatat perubahan status di buku nikah dan administrasi yang relevan.
Praktisnya, jika seseorang menulis atau menerima dokumen berbahasa Inggris yang menyatakan 'divorced', itu adalah sama maknanya dengan 'cerai'. Tetapi untuk kebutuhan legal—misalnya mengurus identitas, menikah lagi, atau pembagian harta—yang dilihat pejabat adalah putusan pengadilan atau salinan akta cerai yang sudah dicatat. KUA bukan lembaga yang memutuskan perceraian; peran KUA lebih pada pencatatan dan administrasi status perkawinan bagi Muslim. Untuk non-Muslim, urusan pencatatan perceraian diurus lewat peradilan umum dan catatan sipil.
Jadi singkatnya: yes, 'divorced' = 'cerai' secara arti, tapi agar diakui oleh KUA atau instansi resmi lain harus melalui prosedur hukum yang benar. Saran saya, simpan salinan putusan pengadilan dan bawa ke KUA supaya buku nikah dan catatanmu rapi — itu bikin urusan berikutnya jauh lebih lancar.
5 回答2026-02-01 01:57:06
'mingle' paling sering diterjemahkan sebagai 'bercampur' atau 'berbaur'—itu versi dasar dan netral. Tapi saya suka memecahnya jadi dua nuansa: sosial dan fisik.
Secara sosial, 'mingle' = 'bersosialisasi' atau 'bergaul', misalnya "Guests began to mingle" = "Para tamu mulai bergaul/bersosialisasi." Secara fisik, ketika dua substansi bercampur, kita juga bilang 'bercampur' atau 'mencampurkan' jika subjek melakukan aksi: "The colors mingled" = "Warnanya bercampur." Kata kerja ini bisa intransitif (people mingle) atau transitif (mingle ideas, mingle sugar into tea), jadi di Indonesia tergantung konteks sering dipilih antara 'bercampur', 'bercampur-baur', 'bersosialisasi', atau 'mencampurkan'. Untukku, kata itu selalu membawa gambar pesta kecil di mana warna lampu dan obrolan semua 'bercampur' jadi satu — hangat dan sibuk.
4 回答2026-02-01 23:10:33
Bisa kubilang singkat dan jelas: menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, padanan kata 'addicted' adalah 'kecanduan' atau 'ketagihan'.
Kalau saya jelaskan agak panjang, 'kecanduan' menggambarkan kondisi di mana seseorang sangat tergantung pada sesuatu sehingga sulit atau bahkan tidak bisa melepaskan diri. Ini bisa merujuk pada obat-obatan, alkohol, judi, tapi juga sering dipakai sehari-hari untuk kebiasaan yang lebih ringan seperti main game, minum kopi, atau scrolling media sosial. Dalam konteks medis dan psikologis, kata ini membawa konotasi ketergantungan yang nyata—baik fisik maupun mental.
Di percakapan santai saya biasanya membedakan: pakai 'kecanduan' untuk hal serius yang mengganggu fungsi hidup, dan 'ketagihan' ketika maksudnya cuma kebiasaan yang menyenangkan tapi kurang berbahaya. Intinya, KBBI menegaskan makna ketergantungan yang kuat; cara pakainya tergantung konteks, tapi hati-hati kalau menyematkan label itu pada orang lain karena punya dampak berat. Itu pandanganku soal kata ini, dan aku sering mikir dua kali sebelum bilang orang 'kecanduan' sesuatu.
3 回答2026-02-01 08:54:00
Melihat label 'Divorced' pada dokumen sipil pada dasarnya menunjukkan status perkawinan seseorang sudah berakhir secara hukum. Saya biasanya menjelaskan ini seperti: itu bukan sekadar kata—itu tanda bahwa ada putusan cerai resmi yang tercatat, entah dari pengadilan agama untuk yang beragama Islam atau pengadilan negeri untuk yang non‑Muslim. Di dokumen itu biasanya tercantum tanggal putusan atau nomor akta cerai, dan mereka merekam bahwa orang tersebut bukan lagi berstatus 'married' atau 'nikah'.
Kalau saya pernah bantu teman mengurus perubahan data, prosesnya selalu sama: punya salinan resmi putusan cerai/akta cerai, lalu mendaftarkan perubahan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) supaya Kartu Keluarga (KK) dan KTP ter-update. Kalau pernikahan atau perceraian dilakukan di luar negeri, biasanya perlu terjemahan serta legalisasi atau apostille agar bisa diakui. Dampaknya praktis: status sipil memengaruhi urusan waris, hak asuh anak, klaim asuransi, dan kadang birokrasi lain seperti pendaftaran ulang pada kantor imigrasi untuk paspor.
Buat saya, membaca kata itu di dokumen selalu membawa dua hal: kelegaan administratif karena semuanya jadi jelas, dan juga rasa hormat pada proses legal yang harus dilalui. Tidak lucu, tapi merapikan dokumen itu bikin hidup berjalan lebih ringan bagi yang menjalani. Saya merasa penting banget memastikan semua bukti resmi tersimpan rapi agar kelak nggak ribet urusan birokrasi atau hukum.
3 回答2026-02-01 16:15:10
Saya pernah ngobrol panjang soal ini dengan teman yang baru menjalani perceraian, dan intinya: perceraian itu bukan otomatis membuat hak asuh anak hilang atau berpindah tanpa proses. Secara hukum, yang terjadi adalah status orang tua tetap sama—kita tetap orangtua—tetapi pengaturan soal siapa yang mendapatkan 'hak asuh' dan bagaimana pola asuh sehari-hari ditetapkan lewat kesepakatan atau putusan pengadilan. Pengadilan biasanya menilai berdasarkan kepentingan terbaik anak: stabilitas, kemampuan merawat, kondisi finansial, sampai riwayat kekerasan atau pelanggaran. Jadi bukan soal siapa menang, melainkan apa yang paling aman dan stabil buat anak.
Di sisi praktis, perceraian berdampak ke rutinitas anak—siapa antar-jemput sekolah, bagaimana soal liburan, kedekatan emosional, dan tentu saja dukungan finansial. Ada kemungkinan orangtua mendapat hak asuh penuh, hak asuh bersama, atau pengaturan kunjungan (visitation) untuk yang tidak tinggal bersama anak. Juga sering muncul soal relokasi: kalau salah satu orangtua pindah jauh, itu mempengaruhi jadwal, sekolah, dan hubungan anak dengan orangtua yang tinggal jauh. Perubahan ini menuntut komunikasi dan struktur baru agar anak tetap merasa aman.
Kalau boleh jujur, yang paling berat buat saya bukan hanya aspek hukum, melainkan memastikan anak merasa dicintai dan tidak terbebani memilih pihak. Dokumen dan bukti memang penting di pengadilan, tapi empati, konsistensi, dan kerja sama antarorangtua akan menentukan adaptasi anak dalam jangka panjang. Aku berharap tiap prosesnya fokus pada kebutuhan anak, bukan saling menjatuhkan—itu yang paling menolong hati anak dalam masa sulit ini.
1 回答2026-02-01 05:34:14
Kalau ditanya apa arti 'divorced' menurut KBBI resmi, aku langsung mengurai dulu: KBBI itu kamus bahasa Indonesia, jadi kata bahasa Inggris 'divorced' sendiri biasanya tidak tercantum di sana. Dalam praktik sehari-hari, padanan yang tepat dalam KBBI untuk 'divorced' adalah kata 'cerai' atau bentuk verbalnya 'bercerai', sedangkan bentuk nomina yang berkaitan adalah 'perceraian'.
Di KBBI makna 'cerai' biasanya dipahami sebagai berpisahnya suami-istri karena putusnya perkawinan; 'bercerai' berarti telah berpisah karena perceraian; dan 'perceraian' merujuk pada peristiwa atau proses pemutusan ikatan perkawinan. Jadi kalau kamu melihat status 'divorced' di dokumen berbahasa Inggris, terjemahan resmi atau yang lazim dipakai dalam bahasa Indonesia menurut KBBI adalah 'cerai' atau 'bercerai'.
Aku sering melihat kebingungan ini di percakapan online dan formulir resmi—orang yang menulis 'divorced' biasanya perlu menuliskannya sebagai 'cerai' dalam bahasa Indonesia agar sesuai dengan istilah KBBI. Buatku, yang suka memperhatikan kata-kata, padanan ini terasa jelas dan memudahkan kalau kita sedang mengurus dokumen atau menerjemahkan teks, jadi biasanya aku sarankan langsung gunakan 'cerai' atau 'bercerai'.
5 回答2025-11-04 07:54:31
Baru-baru ini aku sempat cek definisinya dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, stalking diartikan sebagai tindakan menguntit atau memantau seseorang secara terus-menerus sehingga menimbulkan ketidaknyamanan, ketakutan, atau ancaman terhadap privasi korban.
Bagi saya, definisi itu menegaskan dua hal penting: intensitas (berulang atau terus-menerus) dan dampak (membuat orang lain merasa terganggu atau terancam). Bentuknya bisa fisik—seperti mengikuti ke mana-mana—atau digital, misalnya memantau akun media sosial, mengirim pesan berulang, atau menggunakan informasi untuk mengawasi. KBBI memberi padanan kata yang dekat dengan 'menguntit', tapi menekankan aspek kekinian juga, karena istilah ini sering dipakai untuk perilaku online.
Secara pribadi, saya merasa penting orang mengerti bahwa bukan sekadar perhatian berlebih; stalking adalah pelanggaran privasi dan bisa berkonsekuensi hukum dan psikologis bagi korban. Aku jadi lebih waspada soal bagaimana aku sendiri berbagi lokasi atau menanggapi pesan yang tampak obsesif—lebih baik menjaga batas daripada menyesal nantinya.
8 回答2026-02-01 13:21:07
Dalam KBBI daring, 'roommate' dicatat sebagai istilah serapan dari bahasa Inggris yang memiliki arti dekat dengan 'teman sekamar' atau 'teman satu kamar'. Saya suka cara kamus itu memasukkan kata-kata yang sering dipakai sehari-hari—langsung padat dan jelas: orang yang berbagi kamar dengan orang lain, baik untuk tidur, belajar, atau tinggal bersama sementara waktu.
Kalau aku menulis contoh penggunaan, biasanya begini: "Dia menjadi roommate saya selama masa kuliah" atau "Kita cari roommate baru karena kontrakan butuh teman sekamar." Perlu dicatat juga, dalam praktik sehari-hari orang kadang mencampur istilah ini dengan 'teman serumah' atau 'housemate', padahal nuance-nya beda: roommate lebih spesifik berbagi kamar, sementara teman serumah bisa satu rumah tapi kamar terpisah. Buatku, mengetahui definisi resmi itu membantu supaya nggak salah pakai kata ketika nulis CV, daftar kos, atau ngobrol santai dengan teman. Saya jadi lebih pede pakai kata ini pas ngejelasin kondisi tinggal, dan kadang senyum sendiri membayangkan kenangan sekamar waktu kuliah.