If you’re craving more of that Ghibli vibe, the novels behind their films are a treasure trove. 'The Cat Returns' is based on a manga by Aoi Hiiragi, and it’s a delightful, quirky read that matches the film’s playful energy. Then there’s 'From Up on Poppy Hill,' which was inspired by a serialized comic by Tetsuro Sayama and Chizuru Takahashi. The book adds more context to the characters’ relationships and the historical setting.
Another standout is 'The Wind Rises,' which draws from both Tatsuo Hori’s novel and Miyazaki’s own imagination. The book offers a more introspective look at Jiro’s life and dreams. And for a lighter read, 'My Neighbor Totoro’s' picture books capture the film’s innocence and wonder perfectly. These adaptations and source materials let you experience the Ghibli magic in a whole new way, whether you’re revisiting old favorites or discovering new ones.
Studio Ghibli films have this magical quality that makes you want to dive deeper into their worlds, and luckily, many of them are based on books or have novel adaptations. One of my favorites is 'Howl’s Moving Castle' by Diana Wynne Jones. The book is just as whimsical and charming as the movie, but with even more layers to the story and characters. Another great read is 'Kiki’s Delivery Service' by Eiko Kadono, which expands on Kiki’s adventures in a way that feels fresh yet familiar. If you’re into darker themes, 'Nausicaä of the Valley of the Wind' by Hayao Miyazaki himself is a must-read. The manga goes way beyond the film’s plot and is a masterpiece in its own right. These books let you revisit the Ghibli magic in a new format, and they’re perfect for fans who want more.
I’ve always been fascinated by how Studio Ghibli adapts stories into their films, and discovering the original books has been a joy. 'When Marnie Was There' by Joan G. Robinson is a hauntingly beautiful novel that captures the same Melancholic tone as the film. The book delves deeper into Anna’s emotions and the mystery of Marnie, making it a richer experience. Another gem is 'The Secret World of Arrietty,' based on 'The Borrowers' by Mary Norton. The book’s detailed descriptions of the tiny world of the Borrowers add so much to the film’s visual charm.
For something more epic, 'Tales from Earthsea' by Ursula K. Le Guin is a fantastic series that inspired the Ghibli film. While the movie only covers parts of the story, the books offer a sprawling fantasy world with complex themes. And let’s not forget 'Porco Rosso,' which was originally a short story by Hayao Miyazaki. The novelization expands on the film’s themes of love and war, giving more depth to Porco’s character. These books are a great way to explore the stories behind the films and get lost in their worlds again.
2025-07-29 21:44:17
3
모든 답변 보기
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
관련 작품
Tokyo Love Letter - Hibiki
HaKa
0
964
Di tengah sibuknya Tokyo, dua insan asing dipertemukan secara tak sengaja, dengan cara terkonyol, dan pada waktu yang tak terduga, tetapi seolah semua sudah diatur semesta. Diikuti oleh langkah yang ragu, kalimat yang terbata, dan pesan-pesan kecil yang perlahan membentuk ruang hangat di antara mereka.
Tokyo Love Letter: Hibiki adalah kisah tentang keheningan yang berbicara, tentang hari-hari biasa yang tiba-tiba terasa berarti, dan tentang seseorang yang muncul begitu saja… lalu perlahan menjadi tempat untuk kembali dan menjadi diri sendiri. Ini bukan cerita tentang jatuh cinta dengan cepat, tapi tentang merasakan cinta tumbuh tanpa disadari lewat kebetulan, lewat jarak, dan lewat hal-hal kecil yang tak pernah kita rencanakan.
Phillip and Lillian : Dongeng-dongeng yang Belum Tamat
Impy Island
10
3.9K
Beberapa dongeng mempunyai akhir bahagia, beberapa lagi memiliki akhir yang tragis, tapi ada juga beberapa dongeng yang tidak pernah benar-benar tamat.
Sebut saja kisah seorang putra mahkota yang tidak pernah dinobatkan menjadi raja, seorang adik yang mengejar balas dendam semu, seorang putri teratai yang tidak pernah menjadi bunga teratai, atau kisah kakak beradik yang dibuang tanpa remah roti.
Sekian lama luntang-lantung tanpa ada kepastian, dongeng-dongeng tersebut tanpa sengaja bersatu demi mencapai tujuan yang sama. Berada dalam satu kubu yang sama. Serta berjuang melawan musuh yang sama.
Rebutlah akhir bahagia itu, karena kegelapan tidak pantas mendapatkannya.
Anindya Vannisa Putri, adalah seorang mahasiswi yang mendapatkan kesempatan untuk kuliah di Universitas Kyoto, Jepang. Ia mengambil kuliah di Universitas di Surabaya jurusan Bahasa Jepang. Senangnya hati Nindy, panggilan gadis remaja itu yang berbinar-binar saat membaca pengumuman bahwa ia lolos menjadi mahasiswi pertukaran ke Jepang. Nindy yang sejak kecil bermimpi pergi ke Jepang, karena ibunya adalah seorang novelis yang sering menceritakan tentang negeri matahari itu.
Berkat doa dari sang ibu, ada jalan menuju kesana. Dari ia mengambil kuliah jurusan sastra Jepang, kemudian mendaftarkan diri secara acak dimana para peserta wajib mengikuti ujian. Berhasillah Nindy lolos masuk tiga besar.
Singkat cerita, Nindy bersama dengan seorang teman lainnya pergi ke Kyoto-Jepang. Di sana ia tinggal di dalam sebuah dorm atau apartemen kecil khusus untuk mahasiswa pertukaran. Mempelajari berbagai macam budaya Jepang dan keunikan-keunikan lainnya, membuat Nindy selalu tak lupa membawa kamera dan dipost melalui jejaring sosial facebooknya. Agar ibu Nindy juga bisa memantau aktivitas anaknya tersebut.
Hingga pada suatu hari, ketika bulan demi bulan berlalu. Ia berkenalan dengan seorang laki-laki yang kuliah di Universitas Seika. Tetapi berbeda jurusan, ia mengambil jurusan ilustrator komik. Namanya Takuya. Seorang pemuda berumur 23 tahun dan bekerja di toko boneka. Dari perkenalan itu, berbincang-bincang mengenai dunia komik yang ternyata adalah kesukaan Nindy juga.
Di sana mereka bertemu, di sana pula mereka harus berpisah. Ketika waktu memisahkan jarak mereka, dan keharusan Nindy yang wajib pulang ke Indonesia oleh sebab hanya mendapatkan jatah 1 tahun. Pada saat terakhir mereka bertemu, Nindy berkata bahwa ia mencintai Takuya. Begitupun ternyata Takuya juga mencintai Nindy dan memberikan kecupan terakhir di pipi Nindy. Sebelum Nindy kembali ke Indonesia, Takuya mengajak gadis itu berkeliling Kyoto dan mengabadikan momen-momen mereka. Takuya berjanji pada Nindy setelah kuliahnya rampung, ia akan menyusul Nindy ke Indonesia, dan tinggal di kota Bali. Menjadi guru ilustrator komik disana.
Raja Edward Forester yang tampan dan gagah berani telah bertahun-tahun memerangi kubu penyihir jahat yang selalu mengganggu negerinya; Centurion Land. Dia tak pernah menyangka bahwa sebuah kutukan dari penyihir Amaraca akan merubahnya menjadi seekor kucing jantan. Tak hanya itu saja, sihir tersebut melemparkannya melalui pusaran waktu ke masa depan.
Saat pulang dari pekerjaan part time di perpustakaan kota Houston, Stefany Rowland menemukan seekor kucing berbulu oranye yang tergolek lemah di trotoar dekat rumahnya. Dia membawa si kucing pulang dan merawatnya. Namun, Stefany belum mengetahui bahwa kucing itu bukanlah sekadar kucing liar yang malang.
Uniknya, mereka bisa bertelepati dengan bahasa yang hanya dimengerti oleh dua makhluk berbeda spesies tersebut; seekor raja kucing dan seorang pustakawati cantik.
Raja yang menjelma menjadi kucing itu harus pulang ke kerajaan asalnya di masa lampau untuk melindungi rakyatnya dan membasmi para penyihir jahat yang berbahaya. Bagaimana caranya kembali ke Centurion Land? Akan tetapi, Edward mulai nyaman berada di sisi Stefany yang menyayanginya di masa kini.
Perjuangan keras penuh tantangan dan jalan berliku dalam petualangan mereka melawan para penyihir jahat yang ingin melenyapkan Edward selamanya agar tak kembali ke tempat mulia yang seharusnya. Ikuti kisahnya dalam novel fantasy terbaru karya Agneslovely2014; Kingcat and The Lovely Librarian.
"Dandelion beterbangan menghiasi langit biru musim panas. Kelopak kecil yang seputih kapas tampak menyatu dengan awan. Jauh tinggi ia terbang mengikuti hembusan angin yang bertiup semilir. Di mana pun kau berada, sejauh apapun jarak di antara kita, kuharap salah satu dandelion itu akan sampai padamu. Kuharap kau tahu aku di sini menunggumu, merindukanmu, dan mencintaimu. Waktu yang terus berlalu mengubah segalanya. Namun perasaanku masih sama. Apa kau juga merasakan hal yang sama? Di tengah hamparan dandelion putih berhiaskan sinar mentari senja, aku menunggumu."
Yoshino Izumi membenci segalanya tentang Jepang. Jika bukan karena permintaan Sang Ayah, pemuda itu tak pernah ingin kembali ke sana. Bagi Izumi tempat itu hanya menyimpan kenangan buruk akan pengkhianatan seorang wanita yang pernah dipanggilnya“Ibu”dengan sepenuh hati. Namun pertemuannya dengan seorang gadis berambut silver, perlahan membuat Izumi melupakan perasaan itu. Di saat yang sama tanpa Izumi sadari, ternyata ada sosok lain yang juga berharap untuk bertemu kembali dengan dirinya.
Pernahkah kamu melihat makhluk yang kamu kira hanya ada di dunia dongeng sebelumnya?
Seperti elf, alkemis, penyihir, vampire, werewolf, orc, dan lain-lain.
Aciel pernah.
Aciel adalah laki-laki beruntung yang nyawanya diselamatkan oleh perempuan cantik bertelinga panjang dan runcing, ketika dia sedang bertugas menyelidiki hewan-hewan yang tiba-tiba saja menjadi liar dan tidak terkendali.
Apakah kalian tahu makhluk apakah yang telah menyelamatkan Aciel?
Aciel bekerja sama dengan makhluk itu untuk menyelesaikan masalah ini, dan tak disangka-sangka penyebab semua ini adalah karena dendam masa lalu yang belum terselesaikan.
Tidak hanya menceritakan tentang dendam, cerita ini juga menceritakan sebuah petualangan, pertarungan, pertengkaran, dan juga percintaan. Seperti kisah dongeng pada umumnya.
Akankah kisah Aciel juga berakhir bahagia seperti dongeng-dongeng pengantar tidur lainnya?
"Pasti! pasti! semuanya akan berakhir bahagia!" harap Aciel.
cover by : I.Salsabilla
Bisa dibilang aku selalu kangen suasana hangat, sedikit melankolis, dan penuh imaji seperti di film Studio Ghibli — jadi aku sering nyusun daftar buku yang bisa ngasih efek serupa.
Mulai dari klasik yang memang jadi sumber inspirasi: baca 'Howl's Moving Castle' oleh Diana Wynne Jones kalau kamu ingin romansa fantasi yang lucu tetapi juga dalam; gaya penulisannya ringan tapi ide-idenya kaya, pas buat yang suka sisi ajaib tapi nggak berat. Untuk nuansa anak-anak yang polos dan penuh keajaiban, 'Kiki's Delivery Service' oleh Eiko Kadono cocok banget — terasa seperti melihat Kiki terbang lagi dan lagi.
Kalau masuk ke wilayah cerita kecil-kecil tentang makhluk tersembunyi, 'The Borrowers' oleh Mary Norton (yang jadi dasar cerita 'Arrietty') itu lembut dan penuh detail rumah tangga yang memikat. Untuk mood yang lebih gelap dan surealis, 'The Ocean at the End of the Lane' oleh Neil Gaiman ngasih kombinasi memori masa kecil, makhluk-makhluk aneh, dan sentimen nostalgia yang sering dibawa Ghibli.
Di level visual, jangan lupa cari artbook seperti 'The Art of Spirited Away' atau kumpulan karya Hayao Miyazaki; baca artbook itu rasanya seperti menonton ulang film sambil membongkar proses kreatifnya. Aku sendiri suka bolak-balik baca satu atau dua judul ini pas lagi pengen mood Ghibli — selalu ketemu hal baru yang bikin senyum tipis.
Saya selalu terpesona oleh karya-karya Hayao Miyazaki. Dia adalah legenda hidup di dunia anime dan komik, menciptakan mahakarya seperti 'Spirited Away' dan 'My Neighbor Totoro'. Gaya berceritanya yang penuh imajinasi dan detail visualnya yang memukau membuat setiap karyanya istimewa. Miyazaki tidak hanya menyutradarai tetapi juga menulis naskah dan menggambar storyboard untuk sebagian besar filmnya. Karya-karyanya sering mengeksplorasi tema alam, kemanusiaan, dan magis dengan sentuhan yang dalam dan menyentuh hati. Bagi saya, dia adalah jiwa dari Studio Ghibli.