Pengalaman pertama mengqadha sholat Isya itu... menggelikan. Aku ketiduran habis binge-watch drakor, bangun jam 3 pagi langsung panik. Tapi justru di detik-detik grogi itu, aku merasa sangat 'hidup'. Qadha mengingatkanku bahwa agama itu fleksibel untuk manusiawi. Nggak ada hukuman, cuma tanggung jawab pribadi. Aku sekarang selalu usahakan sholat tepat waktu, tapi kalau kepepet, qadha jadi safety net yang menenangkan. Lagipula, sholat subuh setelah qadha Isya itu rasanya kayak reset hidup—seperti new day dengan bonus second chance.
Mengqadha sholat Isya itu seperti mengejar kereta yang sudah berangkat—sedikit merepotkan, tapi masih bisa dikejar. Aku pernah mengalami fase sibuk banget sampai lupa waktu, dan baru ingat sholat Isya sudah lewat tengah malam. Rasanya campur aduk antara bersalah dan lega karena masih bisa menebusnya. Dalam Islam, qadha itu bukti keseriusan kita menjaga ibadah, meski terlambat. Aku belajar bahwa hidup kadang unpredictable, tapi selama niatnya tulus, Allah Maha Pengampun. Yang penting, jangan dijadikan kebiasaan!
Ada juga hikmah tersembunyi: qadha mengajarkanku disiplin waktu. Sekarang aku lebih rajin pasang alarm sebelum tidur biar nggak kelewatan lagi. Plus, ternyata sholat malam (meski karena qadha) bikin suasana lebih tenang. Aku malah sering dapat ide-ide brilian setelahnya. Funny how mistakes lead to unexpected blessings.
Dulu aku anggap remeh qadha sholat Isya—'Ah, nanti juga bisa diganti'. Tapi setelah baca kisah sahabat Nabi yang tetap berusaha sholat meski dalam perang, perspektifku berubah. Qadha itu bukan sekadar 'ganti rugi', tapi bukti komitmen. Aku mulai melihatnya seperti mengembalikan buku pinjaman ke perpustakaan: lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Uniknya, justru saat mengqadha, aku lebih khusyuk. Mungkin karena rasa bersalah membuatku lebih fokus. Ada semacam 'wake-up call' spiritual di situ. Aku juga jadi lebih menghargai waktu sholat yang tepat. Sekarang, kalau lagi meeting malam, pasti aku sisihkan waktu 5 menit untuk sholat dulu. Lesson learned: jangan tunda ibadah, tapi jika terpaksa, qadhanya tetap bernilai.
2026-07-03 21:24:32
2
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Iklaskah aku di madu?
Nur hapidoh
0
4.4K
Diana mengetahui kalau suaminya ternyata telah menikah lagi dengan seorang wanita yang dikenal Diana sebagai ipar dari suaminya. Suami Marisa meninggal dan ibu mertuanya meminta sang suami untuk menjaga dan mengutaman Marisa dan anaknya bersama Mahesa, bahkan lebih gila lagi, suaminya di suruh menikahi Marisa tanpa izin dari Diana.
Diana memilih untuk pergi setelah dia mengumumkan kepada seluruh karyawannya kalau dirinya adalah pewaris satu-satunya dari pemilik perusahaan tempat suami dan selingkuhnya bekerja.
Bagaimana sikap Dani dan ibunya saat tahu kalau Diana adalah pewaris Mahesa Group? Apakah Dani akan menyesal dan meminta maaf pada Diana yang kini memiliki hubungan dengan Erik, pria yang tanpa sengaja berpapasan dengan Diana saat Diana terluka melihat pengkhianatan suaminya dan ipar yang ternyata mantan terindah suaminya dimasa lalu.
Apa yang akan terjadi pada pernikahan mereka? Saksikan terus kisah mereka hanya di good novel, terima kasih.
“Aku memang mau menikah muda, tapi bukan dengan duda. Apalagi duduanya yang meresahkan kayak papa kamu. Amit-amit!”
Mungkin sebagian orang pernah bermimpi untuk menikah muda. Namun, bila menikahnya dengan duda yang sudah memiliki anak seusia dengannya, apa yang harus dilakukan Alvina?
Alvina tidak pernah menyangka jika ayahnya Prisa—sang sahabat, akan mengajaknya menikah. Menurutnya tidak masuk akal seorang pria matang dan mapan jatuh cinta kepada gadis seusia dengan anaknya.
Lalu, apa motif Om Pandu mengajaknya menikah? Apa mungkin Alvina bisa menjadi ibu sambung untuk sahabatnya sendiri?
Dikira hilang, eh ternyata malah asyik bersama selingkuhan. yuk kepoin bagaimana cara sang istri untuk membalas pengkhianatan suaminya!... semoga bisa menghibur...
SAAT PENUMPANGKU ADALAH ISTRIKU DAN SELINGKUHANNYA
Ina Shalsabila
10
6.9K
Saat cinta mematikan logika, aku menganggap Shanti adalah sebaik-baik istri. Tapi, ternyata dia tega berbuat zalim di belakangku. Sepasang penumpang yang memesan taksiku rupanya adalah istriku sendiri bersama dengan selingkuhannya. Aku marah. Marah sekali, merasa terhina dan harga diriku seperti ditelanjangi.
Aku merencanakan sesuatu untuk membuat peringatan. Tapi ragu, karena ada hati yang harus dilindungi.
Apa yang akan aku katakan pada Fikri, anak semata wayang kami tentang hubungan kami nanti?
Impian hidup seperti apa yang sudah dirangkai oleh Aneira Zahna Nalani, sepertinya tidak akan pernah terwujud. Kepribadiannya yang cerdas, penurut, rajin, baik, dan segala bentuk sempurna seorang gadis remaja kebanggaan orangtua serta guru tetap tidak menjamin hidupnya terbebas dari masalah.
Ketika di usinya yang baru tujuh belas tahun, selain tanggung jawab belajar dengan giat, tiba-tiba ia dihadapkan pada sebuah tanggung jawab besar mengurus keluarga.
Bermula dari tragedi kematian papanya yang meninggalkan sebuah misteri, membawa ia bertemu dengan sosok Keanu Atlan Bumi. Cowok berwujud sempurna, tampan, kaya, cerdas, yang selama ini berkeliaran di sekitarnya, namun tidak pernah terbayangkan akan menjadi bagian dari kisah hidupnya.
Kisah hidup monotonnya yang seakan sudah tertulis harus banting setir ketika mengenal Atlan juga orang-orang di sekitar cowok itu.
Tidak ada lagi siklus "sekolah untuk belajar, lulus, kemudian kuliah, lalu bekerja." Yang terjadi justru "sekolah untuk mendapat masalah dan musuh."
Lalu, kisah seperti apa sebenarnya yang akan diukir Atlan untuk Neira?
• • • • • • • • • • • • • • •
KISAH DI PENGHUJUNG SMA
(Teenfiction)
Fhyfhyt Safitri
02 Oktober 2021
Aisyah Nuha Zahira, gadis yang menjadi relawan serta pemilik rumah singgah ini harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya. Ia harus rela pernikahan yang sudah dirancang harus pupus beberapa jam sebelum akad nikah dilaksanakan. Ini disebabkan karena sang mempelai pria pergi tanpa meninggalkan pesan maupun alasan untuknya sedikit pun.
Ia meninggalkan jejak luka teramat dalam di hati Aisyah.
Hingga satu tahun kemudian, Allah mempertemukan Aisyah dengan seorang laki-laki sholeh bernama Fadli. Tanpa diduga, pertemuan itu meninggalkan jejak di hati Fadli hingga akhirnya lambat laun benih-benih cinta hinggap di hati Fadli. Meski ia tahu bahwa Aisyah tak pernah mencintainya dan bahkan gadis itu masih menyimpan rasa pada sang mantan calon suami.
Apakah Fadli berhasil meluluhkan hati Aisyah? Atau akankah Aisyah bisa melupakan masa lalunya dan membuka lembaran baru bersama Fadli?
Pernah nggak sih begadang sampai larut malam terus tiba-tiba ingat belum sholat Isya? Aku pernah banget ngalamin itu pas lagi asyik maraton series 'Stranger Things'. Menurut beberapa ustadz yang pernah aku tanya, mengqadha sholat Isya di jam 3 pagi itu masih diperbolehkan asalkan belum masuk waktu Subuh.
Tapi jujur aja, rasanya agak berat bangun di jam segitu cuma buat sholat. Aku biasanya lebih milih untuk langsung sholat tahajud sekalian kalau udah kebangun. Yang penting niatnya tulus dan berusaha untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama. Soalnya kadang aktivitas sehari-hari bikin lupa sama kewajiban utama.
Mengenai bacaan niat qodho sholat Isya, sebenarnya yang paling utama adalah memahami maknanya terlebih dahulu. Dalam bahasa Arab, niatnya adalah 'Ushollii fardho-l 'isyaa-i arba'a raka'aatin qodho-an lillahi ta'aalaa'. Artinya, aku berniat sholat fardhu Isya empat rakaat sebagai qodho karena Allah Ta'ala.
Yang menarik dari bacaan niat ini adalah fleksibilitasnya. Beberapa ulama mengatakan yang penting adalah niat dalam hati, sementara pengucapan lisan hanya pelengkap. Tapi kalau mau lebih afdhol, mengucapkannya dalam bahasa Arab memang lebih baik karena itu adalah bahasa asli ibadah kita. Aku sendiri biasanya mengucapkannya sambil merenungkan makna di balik setiap kata - bahwa ini adalah bentuk tanggung jawab terhadap kewajiban yang tertunda.
Menarik sekali membahas waktu qodho sholat Isya karena seringkali jadi pertanyaan banyak orang. Dalam pengalaman pribadi, aku cenderung memprioritaskan mengqodho sholat Isya sebelum masuk waktu Subuh. Alasannya sederhana: menurut beberapa ulama, batas akhir sholat Isya adalah sebelum terbit fajar. Jadi, kalau semisal ketiduran atau lupa, aku akan bangun di sepertiga malam terakhir atau sebelum Subuh untuk menunaikannya. Rasanya lebih tenang karena masih dalam 'frame waktu' malam, meski bukan waktu utama.
Tapi, ada juga teman yang bilang lebih baik segera diqodho begitu ingat, apalagi jika alasannya bukan karena ketiduran. Misalnya, sibuk kerja sampai lupa. Kalau sudah ingat, langsung tunaikan, jangan ditunda sampai Subuh. Intinya, fleksibilitas ini bikin aku lega—Islam itu memang memudahkan, bukan menyulitkan. Yang penting niatnya tulus dan berusaha disiplin ke depannya.
Mengenai pertanyaan ini, aku pernah diskusi seru dengan teman-teman pengajian tentang fleksibilitas waktu sholat Isya. Menurut pemahamanku setelah bertanya ke beberapa ustadz, sholat Isya boleh diqodho sampai masuk waktu Subuh selama belum terbit fajar. Tapi tentu lebih utama dilakukan di awal waktu.
Yang menarik, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang batas akhirnya. Ada yang bilang sampai pertengahan malam, ada pula yang memperbolehkan hingga Subuh asal belum tidur. Tapi sebaiknya sih jangan sering-sering diqodho, apalagi kalau alasannya cuma malas atau lupa. Aku sendiri pernah mengalami fase sering nge-qodho Isya karena kerja lembur, dan rasanya kurang nyaman banget di hati.