Ada nuansa menarik ketika membedakan 'cuan' dan 'profit' dalam konteks bisnis, meski sekilas terasa mirip. 'Cuan' itu lebih slang dan sering dipakai dalam percakapan sehari-hari, terutama di komunitas pedagang atau pebisnis pemula. Kata ini berasal dari Hokkien yang artinya untung, tapi sekarang jadi semacam simbol keberhasilan finansial yang instan atau tangible. Misalnya, kalau lo jualan online dan dapat orderan banyak, lo bisa bilang 'akhirnya cuan juga!'—rasanya lebih greget dan personal.
Sementara 'profit' lebih formal dan teknis, dipakai dalam laporan keuangan atau analisis bisnis. Ini mencakup perhitungan rinci setelah dikurangi semua biaya (produksi, operasional, dll). Profit nggak cuma soal uang masuk, tapi juga sustainability bisnis dalam jangka panjang. Lo bisa profit tapi belum tentu merasa 'cuan' kalau misalnya marginnya tipis atau prosesnya ribet. Perbedaan utamanya ada di konteks penggunaannya: 'cuan' itu emosional dan spontan, sedangkan 'profit' adalah konsep yang terukur dan struktural.
Yang lucu, tren konten kreator sekarang sering banget pakai 'cuan' sebagai motivasi. Mereka bilang 'cuan dari TikTok Shop' atau 'cuan modal HP doang', yang bikin kesannya achievable. Padahal di balik itu, tetap ada kerja keras dan hitung-hitungan profit yang nggak sederhana. Jadi, cuan itu seperti euphoria jangka pendek, sedangkan profit adalah tujuan yang lebih matang. Tergantung lo mau lihat bisnis dari sudut mana—sebagai passion project atau sebagai entitas yang harus dikelola dengan serius.
Terakhir, ada juga dimensi budaya dalam pemilihan kata ini. 'Cuan' lebih cair dan relatable buat anak muda atau pelaku UMKM, sementara 'profit' sering diasosiasikan dengan korporasi besar. Tapi sebenarnya, dua sisi ini saling melengkapi. Lo bisa mengejar cuan untuk memulai, tapi harus paham profit untuk bertahan. Nggak ada yang salah dari keduanya, asal lo tahu kapan pakai yang mana.
2026-07-06 13:00:00
4
모든 답변 보기
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
관련 작품
Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?
Kayla Sango
10
30.7K
Vivian Kusuma cuma pengin balas dendam sama mantannya. Setelah dipermalukan dan ditinggal di pelaminan, yang dia mau cuma masuk ke ruangan resepsi itu sebagai wanita yang menawan, dengan pasangan sempurna di sampingnya.
Tapi, kenapa sih pria yang disewanya ternyata adalah seorang miliuner?
Di depannya berdiri Adriel Mahendra, Direktur Utama Grup Mahendra yang sombongnya teramat sangat, tapi gantengnya bikin hati berdebar, salah satu pria terkaya di negeri ini. Saat menyadari hal itu, Vivian merasa seolah tanah di bawah kakinya amblas.
Masalahnya, sekarang seluruh media sosial sudah percaya kalau mereka berdua pacaran. Dan masalah paling besar? Kakeknya Adriel juga percaya.
Sekarang Adriel harus melanjutkan sandiwara itu kalau dia mau mewarisi bisnis keluarga. Vivian cuma ingin keluar dari kekacauan ini tanpa digugat. Tapi ketika batas antara kebohongan dan kenyataan mulai kabur, Vivian sadar dia mungkin sedang melangkah ke perangkap paling berbahaya yaitu jatuh cinta lagi.
"Aku pernah ditinggal sebelumnya, Adriel. Aku nggak bakal bikin kesalahan itu lagi."
"Siapa bilang kali ini cuma kamu yang akan kalah?"
Inilah komedi romantis penuh kejutan, rahasia yang terkubur, dan gairah yang terlalu menggoda untuk diabaikan. Akankah Vivian menemukan keberanian untuk membuka hatinya lagi?
Li Mei terbangun dan menyadari bahwa dia tidak sedang berada di rumahnya.
Di mana ini? Bukankah tadi dia terjatuh dari tangga? Kenapa dia tidak berada di rumah sakit dan malah berada di dalam rumah reyot seperti ini? Dan … siapa pula laki-laki tampan yang tidur di sebelahnya ini?
"Kalau kamu sudah tidak tahan dengan pernikahan kita, tunggulah beberapa hari lagi. Aku pasti akan menceraikanmu. Jangan berusaha bunuh diri lagi," ucap Bai Changyi menatapnya dengan muram.
Bercerai? Kenapa dia mau bercerai dari suami yang tampan seperti ini?
Bai Chanyi menatapnya dengan kebingungan? Bukankah perceraian adalah hal yang paling Li Mei inginkan selama ini?
"Aku tidak ingin bercerai, aku hanya ingin menjadi kaya!"
Bisakah Li Mei mewujudkan impiannya untuk menjadi seorang pengusaha kaya di era kuno bersama suaminya?
IG : @summerrainwriter
FB : Summer Rain
Naomi Cassandra memilih kabur dari pada harus melakukan pernikahan bisnis yang di rencanakan oleh ayahnya.
Naomi pergi ke kota North Emit, namun di hari pertama dalam perjalanan kaburnya, gadis itu harus di hadapkan dengan dua kesialan yaitu di copet dan tertabrak. Naomi yang berada dalam kesialan itu akhirnya mencoba memaksa orang yang menabraknya agar merawatnya sampai sembuh.
Namun, siapa sangka jika ternyata orang yang menabrak Naomi adalah Axel Morgan, seseorang yang arogan sekaligus calon pewaris perusahaan penerbangan yang tengah terdesak tuntutan untuk menikah.
Apakah skenario pernikahan bisnis Naomi akan terus berlanjut? Ataukah scenario pernikahan itu akan berubah?
Dipecat dan dikhianati pada hari yang sama, Nelson kehilangan semangat hidup dan pada akhirnya ia memutuskan untuk bunuh diri. Namun sebelum ia melompat, keajaiban terjadi.
[Ding!]
[Selamat Datang Host, Nelson Kade]
[Sistem telah terhubung, selesaikan misi dan dapatkan semua keinginan Anda]
Masalah demi masalah terus saja terjadi saat Andi telah di angkat menjadi Manager disalah satu perusahaan ternama di kotanya. Masalah gaji selalu saja menjadi rebutan. Santi harus selalu mengalah diberikan sisa gaji suaminya.
Hingga kekesalannya memuncak kala uang bulanannya setiap bulan dipangkas oleh suaminya lantaran sang suami harus memenuhi permintaan dari Ibu dan juga saudara- saudaranya.
Akankah Santi terus bertahan dengan Adam yang selalu mengutamakan keluarganya daripada anak dan istrinya?
Sahabatku setiap bulan terbang ke berbagai penjuru negeri, dan setiap kali selalu duduk di kelas bisnis. Setiap kali pulang, wajahnya tampak berseri-seri, seolah bercahaya.
Aku tersenyum dan menggoda, “Apa sih, di kelas bisnis itu ada yang istimewa, ya?”
Dia menatapku dengan makna tersembunyi dan menjawab, “Tentu saja istimewa. Mahasiswa polos, bos besar yang dingin dan berkuasa, bule tampan... Apa pun yang bisa kamu bayangkan, tak ada yang belum pernah kucicipi.”