Saya ingat betul pertama kali kenal Aris Faris dari acara musik weekend pagi di SCTV. Waktu itu gaya bacanya segar banget, beda dari presenter musik biasa. Ternyata sebelum masuk TV, dia sudah aktif di dunia modeling dan pernah main di beberapa FTV. Progres kariernya menunjukkan bagaimana industri hiburan Indonesia bisa memberi ruang untuk talenta yang versatile seperti dia.
Dari yang pernah saya baca dan tonton, Aris Faris itu punya perjalanan karier yang cukup organik. Dia bukan langsung jadi seleb top, tapi melalui proses bertahap. Awalnya dari modeling, lalu merambah ke sinetron-sinetron produksi MD Entertainment. Baru kemudian menemukan 'niche'-nya sebagai presenter musik yang youthful dan penuh energi. Yang menarik, meski sekarang sudah established, dia tetap eksplor berbagai medium kreatif.
Awal mula Aris Faris di dunia hiburan cukup menarik untuk ditelusuri. Dari yang saya tahu, dia mulai dikenal luas setelah membawakan acara musik 'Inbox' di SCTV sekitar tahun 2008. Tapi sebelum itu, ternyata dia sudah mencicipi dunia hiburan dengan menjadi model iklan dan bintang sinetron.
Yang bikin saya respect, dia gak cuma stuck di satu bidang. Dari presenter, dia melebar ke akting, bahkan sampai bikin konten digital. Kariernya itu contoh bagus bagaimana talenta multidimensi bisa berkembang di industri kreatif Indonesia.
Kalau ngomongin perjalanan karier Aris Faris, saya selalu ingat masa-masa awal dia muncul di layar kaca. Tahun 2007-an, dia mulai sering tampil di sinetron remaja seperti 'Cinta Fitri'. Tapi breakthrough-nya benar-benar terjadi pas jadi host 'Inbox'. Gayanya yang energik dan relatable bikin acara itu jadi hits banget di kalangan anak muda waktu itu. Dari situ, jalan kariernya makin melebar ke berbagai proyek hiburan.
2026-07-10 14:00:29
17
모든 답변 보기
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
관련 작품
Rahasia di Malam Pertama: Istri Perawan Disangka Janda
Jw Hasya
9.9
85.7K
Menjadi istri yang sebelumnya berstatus janda di keluarga konglomerat bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan masuk dalam jeratan pernikahan yang sedingin es.
Hidup sebagai anak penurut, Arumi terpaksa menikah untuk kedua kalinya demi bakti pada sang ayah, tanpa tahu bahwa Garendra—suami barunya— hanya menganggap wanita itu sebagai pajangan tak berharga. Sampai akhirnya di suatu malam, minuman Garendra dicampur obat oleh mantan kekasihnya sendiri—Bianca—yang berniat menjebak. Namun, justru Arumi yang menjadi sasaran pelampiasan hasrat yang liar.
"Arumi, kenapa kamu masih sesempit ini?"
Ketika pasangan mulai mendua, bertahan bukan satu-satunya pilihan. Mengambil langkah pergi dan berpisah, itu yang dilakukan Farhana.
Penyesalan selalu datang belakangan, itulah yang dirasakan Ibra setelah kepergian mantan istrinya. Ditambah sikap Farel, sang putra yang makin membangkang, membuatnya sadar jika ia sangat membutuhkan Farhana.
Akankah Ibra bertemu kembali dengan Farhana? Lantas, bagaimana keadaan sang mantan istri setelah dua tahun mereka tidak berjumpa?
"Dengan wajah sok polosmu itu kamu berbohong kalau kamu masih suci! Padahal saat menikah denganku, kamu sudah tidak perawan!”
Kehidupan rumah tangga Analea terasa dingin karena Hamid, suaminya, salah paham dan menuduh Analea karena Analea tidak "berdarah" di malam pertama mereka. Ditambah lagi asal usul Analea dianggap tidak jelas dan kurang bermartabat karena merupakan anak angkat dari mantan wanita malam.
Hingga akhirnya Analea menemukan suaminya tidur bersama wanita lain.
"Aku ingin bercerai!" Tak lagi bisa percaya pada Hamid, Analea menggugat. "Kalau tidak, aku akan sebarkan berita ini di kantormu."
"Memangnya orang akan percaya padamu? Semua juga tahu dari mana asalmu! Mereka pasti lebih percaya padaku."
Si suami peselingkuh enggan melepaskan Analea yang cantik dan penurut, hingga Analea harus mengatur strategi untuk menuntut Hamid atas perselingkuhannya dan berakhir bekerja di Eternal Group dengan gaji yang fantastis!
Namun, ada peristiwa-peristiwa janggal sejak ia menjadi karyawan di Eternal Group. Mengapa Kaisar, presdir Eternal Group, kerap kali membantunya? Siapa sebenarnya Ibu Maira dan apa kaitan beliau dengan masa lalu Analea?
Terlebih lagi, mengapa tiba-tiba Fabian, pria matang berusia 39 tahun yang merupakan rekan bisnis Kaisar, menawarkan diri untuk membantu Analea lepas dari suaminya, dengan bayaran Analea harus mau dibawa menemui orang tua Fabian?
"Jangan minta aja yang bisa! Makanya cari kerja dan bantu aku cari uang!"
Dalam amarah, Mas Arga memintaku bekerja. Oke, akan kutunjukkan seperti apa istri wanita karir.
"Jangan menyesal memintaku bekerja, Mas."
Ternyata, ini awal dari terbongkarnya kebusukan Mas Arga yang merubah jalan hidupku, dengan mempertemukan dalam kisah yang lain.
Anggita Larasati kabur dari pernikahan karena mengira dijadikan istri kedua laki-laki seusia ayahnya. Siapa sangka kaburnya justru terdampar di rumah suaminya yang tak lain adalah anak dari laki-laki seusia ayahnya tadi.
Simak ceritanya yuk.
Fadia Thanisa Adreena, gadis desa yatim piatu, tak pernah menyangka hidupnya berubah hanya dalam hitungan jam. Dituduh mencuri oleh budenya sendiri karena menolak dijual kepada pria tua kaya raya, Nisa memilih lari… dan berakhir masuk ke mobil seorang pria asing di jalan sepi.
Abyan Mahesa, CEO muda yang sedang dalam perjalanan kerja, tak pernah berniat ikut campur. Tapi satu keputusan impulsif—membuka pintu mobil untuk menolong seorang gadis—mengikatnya dalam pernikahan dadakan yang tak pernah ia rencanakan.
Di hadapan warga desa, mereka harus menikah demi menjaga nama baik. Namun pernikahan itu bukan akhir, melainkan awal dari luka baru. Abyan menyimpan rahasia besar—ia telah dijodohkan oleh keluarga bangsawan dan tengah mempersiapkan pernikahan resmi yang akan diumumkan ke publik.
Nisa, kini menjadi istri rahasia, harus belajar hidup di balik bayang-bayang. Terlindungi, tapi tak pernah benar-benar diakui. Dicintai… atau hanya dikasihani?
Ketika cinta mulai tumbuh dari keterpaksaan, mampukah mereka melawan realita dan restu yang tak pernah ada?
Dan saat masa lalu mulai mengejar, akankah rahasia pernikahan mereka terbongkar?
**
"ITU DIA! Mobilnya di situ!" teriak salah satu warga.
"Astaghfirullah… itu kan anak perempuan Almarhum Pak Raji?!" seru yang lain, menunjuk ke arah Nisa yang masih duduk gemetar di kursi penumpang.
"Turun kalian! Turun sekarang juga!"
"Ngapain kalian berdua di mobil sendirian, hah?!"
Abyan menelan ludah. “Tunggu, ini nggak seperti yang kalian pikirkan…”
"Enak aja bilang 'nggak seperti yang kami pikirkan'. Kami semua lihat dengan mata kepala sendiri! Kalian berdua di mobil, siang bolong, di tempat sepi begini?!”
Seorang ibu berseru, "Kalau kalian nggak ada hubungan apa-apa, kenapa si gadis ini sembunyi di mobilmu?!"
Nisa buru-buru membuka pintu, wajahnya pucat pasi. “Saya cuma… saya minta tolong. Ada yang kejar saya tadi...”
Namun warga tak memberi ruang penjelasan.
"Tak peduli alasanmu! Nama baik gadis kampung ini sudah rusak! Kalian harus menikah! Hari ini juga!"
Ada sosok yang bikin aku penasaran banget di dunia kreatif Indonesia: Aris Faris. Dia bukan sekadar content creator biasa, tapi punya kemampuan nyeleneh mengolah konten jadi sesuatu yang fresh. Awalnya aku tahu dia dari video-video parodi yang bikin ngakak, tapi lama-lama sadar kualitas produksinya itu nggak main-main. Yang bikin dia beda itu cara berpikirnya out of the box - dari sketsa komedi sampai konten edukatif dibungkus dengan gaya yang nggak boring.
Terus tiba-tiba dia muncul di berbagai platform dengan konsep berbeda. Di YouTube ada 'Faris Feeds' yang ngobrolin topik random tapi dalam, di Instagram dia bikin konten visual keren, bahkan pernah kolaborasi sama brand besar. Kayaknya dia paham banget cara connect dengan anak muda tanpa harus ikut arus mainstream. Kalau diperhatiin, konten-kontennya itu selalu ada 'roh' kreativitas yang jarang ditemuin di creator lain.
Aris Faris memang aktor serba bisa yang mulai banyak dilirik sejak membawakan karakter-karakter unik di layar lebar. Salah satu film paling memorable bagiku adalah 'Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan' (2019) di mana dia beradu akting dengan Jessica Mila. Chemistry mereka bikin adegan-adegan romantis jadi terasa natural sekaligus lucu. Lalu ada 'Milea: Suara dari Dilan' (2020) sebagai teman dekat Dilan yang sering nyelipin jokes receh tapi bikin suasana cair. Yang terbaru, aku baru nonton 'Takut Ga Sih...' (2023) di mana Aris main sebagai sutradara muda yang ketiban hantu—campuran horror dan komedinya pas banget!
Yang menarik, Aris juga sering muncul di film pendek dan web series seperti 'Cek Toko Sebelah the Series' (2019) versi digitalnya. Aktingnya fleksibel banget, dari drama berat sampai slapstick comedy kayak di 'Guru-Guru Gokil' (2021) tetap smooth. Kayaknya dia emang punya timing komedi alami yang jarang ditemuin di aktor lokal lain.
Kolaborasi antara Aris Faris dan selebriti lain selalu menarik untuk ditunggu karena dia punya chemistry yang unik dengan berbagai tipe orang. Misalnya, bayangkan kalau dia bekerja sama dengan Raditya Dika dalam proyek komedi—kombinasi humor absurd Aris dan storytelling kocak Radit pasti bikin ngakak. Atau mungkin kolaborasi musik dengan Isyana Sarasvati, di mana sentuhan klasik Isyana dipadukan dengan kreativitas Aris. Intinya, apapun kolaborasinya, pasti akan membawa warna baru yang segar.
Selain itu, Aris juga dikenal sebagai sosok yang fleksibel dalam berbagai format konten. Podcast bareng Deddy Corbuzier? Bisa jadi debat seru tentang psikologi dan kreativitas. Kolaborasi di YouTube bersama Gen Halilintar? Potensi konten viral yang mengangkat isu generasi muda. Yang pasti, Aris punya kemampuan untuk menyesuaikan diri tanpa kehilangan ciri khasnya, jadi apapun kolaborasinya nanti, pasti worth to wait.
Mengikuti jejak Aris Faris itu seperti menonton rollercoaster kreativitas yang nggak pernah berhenti mengejutkan. Awalnya dikenal lewat YouTube dengan konten sketsa komedi yang super relatable, dia berhasil bikin penonton ketawa sekaligus mikir. Lucunya, gaya delivery-nya yang santai tapi tajam bikin banyak orang ngerasa dia itu 'teman ngobrol' ketimbang selebritas.
Perkembangannya ke dunia stand-up comedy dan hosting acara TV menunjukkan betapa versatile-nya dia. Nggak cuma jago improvisasi, Aris juga punya kemampuan nyelipin kritik sosial dalam jokes tanpa kesan menggurui. Kolaborasinya dengan komunitas kreatif lain, kayak di podcast atau project digital, membuktikan bahwa dia nggak cuma mau terjebak dalam satu format hiburan.