Ada yang bilang hunting lokasi syuting itu kayak treasure hunt, dan 'Dokter Kangan Gitu' itu emang bikin penasaran. Ternyata, selain Bandung, beberapa adegan juga diambil di Jakarta, khususnya untuk scene-scene kantor dan mal. Ini bikin ceritanya lebih dinamis karena perpindahan setting menggambarkan perjalanan karakter utamanya. Di Bandung, selain Braga, ada juga beberapa adegan di kampus ITB yang dipakai untuk shot kampus dokter tersebut.
Yang keren, tim produksi pake rumah sakit sungguhan di Bandung untuk beberapa adegan operasi, jadi terasa lebih autentik. Mereka bahkan kerja sama dengan dokter beneran buat ngasi vibe yang realistis. Kalau mau liat spot-spotnya, coba cek gedung-gedung art deco di jalan Asia Afrika—banyak banget yang jadi backdrop film ini. Uniknya, meskipun settingnya kota besar, film ini tetep berhasil ngambil sisi 'hangat' dari kehidupan sehari-hari di Jawa Barat.
Seringkali kita penasaran dengan latar belakang tempat syuting film favorit, terutama yang punya setting unik seperti 'Dokter Kangan Gitu'. Film ini mengambil lokasi syuting utama di Bandung, Jawa Barat. Pemilihan kota ini bukan tanpa alasan—selain arsitektur kolonialnya yang fotogenik, Bandung juga punya vibes urban yang pas buat cerita dokter muda yang seru-seru gitu. Beberapa spot yang keluar jelas adalah sekitar Braga, yang sering jadi lokasi syuting karena nuansa vintage-nya. Rumah sakit yang dipakai sebagai setting utama juga ada di sekitar Dago, lho!
Yang bikin menarik, tim produksi sengaja memadukan unsur modern dan tradisional dalam pemilihan lokasi. Misalnya, adegan warung kopi di film itu ternyata diambil di daerah Lembang, yang meskipun dekat dengan kota, tapi masih punya suasana pedesaan. Detail kecil kayak gini bikin film ini terasa lebih 'hidup' dan relatable buat penonton yang pernah ke Bandung. Pokoknya, buat yang penasaran, coba jalan-jalan ke Bandung sambil hunting spot filmingnya—seru banget!
Film ini sebenarnya pake multiple location, tapi dominannya ya Bandung. Salah satu spot ikonik yang dipake adalah Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika—itu lho, yang arsitekturnya khas banget. Beberapa adegan outdoor juga diambil di sekitar Ciwidey, apalagi pas scene yang ada pemandangan kebun tehnya. Keren banget kan? Tim produksi emang jeli banget milih tempat yang visualnya mendukung cerita.
Oh iya, jangan lupa sama adegan kafe yang sering muncul—itu actually di daerah Cihampelas, tapi setting-nya dibuat kayak lagi di Jakarta. Jadi penonton yang gak terlalu familiar dengan Bandung mungkin gak sadar. Buat yang udah pernah nonton, coba deh perhatikan detail backgroundnya pas adegan jalan-jalan—banyak easter egg lokasi Bandung yang sengaja dimasukin buat ngasih homage ke kotanya.
2026-07-19 15:18:49
1
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Istri Manja Dokter Garang
Senchaaa
9.9
138.6K
Judul sebelumnya: Sexy Romance
Ratu mendapatkan misi untuk menaklukkan hati seorang dokter berhati dingin. Selain sikap yang menyeramkan, wajah dokter itu pun tidak bisa dinikmati dengan perasaan senang. Usai sepakat hidup bersama sang dokter, Ratu mengetahui fakta bahwa pria itu adalah gay. Ia bertekad menyembuhkan kelainan sang dokter demi hadiah spesial yang menunggunya.
"Dek, lihat di sana ...." Seorang ibu menunjuk ke arah sebuah bukit.
"Itu bukit Manau."
Aku yang tidak mengerti maksud ibu itu hanya terbengong, menanti perkataan selanjutnya.
"Di sana manusia harimau bersemayam, konon kalau ada wanita cantik di waktu magrib masih mandi di sungai, akan diculik dan dijadikan pengantinnya."
"Apa?"
*****
"Jadi kau yang sudah sebesar ini belum pernah punya pacar, Lid?" tanya Rani teman se-posko
"Iya,ada aja halangannya. Kalau aku suka sama itu orang, dia yang tidak suka. Kalau orang itu yang suka, aku yang tidak suka, gitu aja terus, gak pernah ada yang clik."
"Lidia, mungkin hatimu memang dipersiapkan untuk seseorang yang istimewa, siapa tahu kau dapat jodoh di lokasi KKN ini."
"Di lokasi KKN ini? Siapa?"
"Siapa tahu dokter Idhar, Bang Joseph, atau Rasyid." Rani menyebutkan nama dengan percaya diri
"Kalau masih ada pilihan itu bukan seseorang istimewa," jawabku geram.
"Kalau tidak, seorang lelaki misterius ...."
Cantika tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah saat ia menjadi pasien dari seorang dokter tampan dan dingin bernama Pangeran. Di balik tatapan tajam dan sikap tegasnya, tersembunyi kelembutan yang perlahan meluluhkan hati Cantika. Namun, cinta itu bukan miliknya sendiri. Pangeran sudah bertunangan dengan Zolanda, asisten sekaligus wanita pilihan sang ayah.
Zolanda bukan wanita biasa. Ia ambisius, licik, dan siap melakukan apapun demi mempertahankan Pangeran. Meski begitu, ibu Pangeran diam-diam lebih menyukai Cantika dan mendukung keputusan apapun yang anaknya ambil, meski harus melawan kehendak suaminya sendiri.
Di tengah rumitnya perasaan, hadir Marsel—pria baik yang selalu ada untuk Cantika, berharap cinta gadis itu akan berbalik padanya. Tapi hati Cantika sudah tertambat pada Pangeran, meski ia tahu mencintai sang dokter berarti siap menanggung luka dan pengorbanan.
Saat cinta, tanggung jawab, dan keluarga saling bertabrakan, akankah Cantika dan Pangeran berani melawan takdir demi cinta yang mereka yakini?
Apakah dokter tampan itu SHIN?
Setelah kematian orang tua kandungnya, Aira hanya dapat berharap pada perlindungan Pamannya. Namun, sang Paman justru menolak untuk merawatnya dan menitipkan Aira di Panti Asuhan. Sedih, kecewa, dan bingung adalah perasaan yang dirasakan Aira saat itu.
Sampai dia bertemu Shin, kakak laki-laki tampan yang menjadi pelindungnya. Sayangnya, takdir lagi-lagi tak berpihak pada Aira. Mereka harus berpisah dan Shin tidak pernah datang mengunjunginya. Aira tetap percaya akan janji Shin bahwa suatu hari akan datang dan mengeluarkannya dari pantim
Namun, suatu kejadian membuat Aira bertemu dokter tampan yang mengenakan kalung serupa dengan milik Shin bertahun-tahun lalu! Tapi, mengapa dokter tampan itu terlihat tidak mengenal Aira?
Jatuh cinta dengan pasien sendiri? Pernah.
Sakit hati dengan pasien sendiri? Pernah juga.
Selalu berada di titik terendah pasien? Tentu saja, pernah.
Katakan saja jika Dokter Bella, Spesialis Jiwa dan Psikiater di RS Jiwa Provinsi, memiliki sebuah perasaan aneh. Sebab, selama 5 tahun dinas di sana, hatinya telah berlabuh kepada seorang pasien dengan gangguan jiwa halusinasi dan isolasi sosial.
Namanya, Kaisar Magenta. Mahasiswa tingkat akhir Teknik Kimia menjadi gangguan jiwa karena sebuah peristiwa besar yang disembunyikan, membuat keluarganya memutuskan untuk memasukkan ke dalam RS Jiwa.
Menggali lokasi syuting 'Dokter Sakti' itu seru banget! Awalnya aku penasaran karena setting rumah sakit di serial ini terasa begitu autentik. Ternyata, sebagian besar adegan diambil di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Jawa Barat. Bangunan megah dengan lorong-lorong panjangnya jadi latar perfect untuk drama medis yang intense. Beberapa scene outdoor juga difilmkan di sekitar kawasan Margonda, Depok – suasananya pas banget buat gambarin kehidupan urban karakter utama.
Yang bikin menarik, tim produksi pinter banget memanfaatkan sudut-sudut kampus Universitas Indonesia untuk beberapa adegan kampus dokter muda. Aku pernah laporan filming-nya waktu syuting adegan demo mahasiswa di Fakultas Kedokteran UI. Detail kecil kayak poster koridor rumah sakit atau cafe dekat kampus bikin dunia fiksi 'Dokter Sakti' terasa hidup dan relatable buat penonton yang familiar dengan area tersebut.
Film 'Dokter Kangan Gitu' itu beneran lucu banget, apalagi pemeran utamanya Raditya Dika. Dia emang bawa karakter dokter yang awkward tapi relatable. Gaya actingnya natural banget, kayak lagi ngobrol biasa aja. Pas nonton, gw inget adegan dia ngobrol sama pasien dengan ekspresi datar tapi tetep bikin ketawa. Film ini cocok buat yang suka comedy slice-of-life, karena Raditya emang jagonya bikin hal-hal sehari-hari jadi lucu.
Selain Raditya, ada juga Arie Kriting yang jadi temen sekaligus 'partner in crime'-nya di film ini. Chemistry mereka berdua beneran ngena, kayak liat dua orang beneran berteman lama. Adegan mereka ngopi sambil nyinyirin kehidupan itu klasik banget. Buat yang suka stand-up comedy, pasti familiar dengan gaya mereka berdua.
Drama 'Pasienku Ternyata Maduku' ini syutingnya di beberapa lokasi yang cukup iconic di Jakarta dan sekitarnya. Salah satu spot yang paling sering muncul adalah rumah sakit fiktif yang ternyata diambil di RS Pondok Indah, dengan suasana modernnya yang pas buat setting cerita. Beberapa adegan outdoor juga diambil di sekitar kawasan Senopati, yang emang sering jadi pilihan untuk drama-drama urban gini. Yang seru, beberapa scene romantisnya difilmkan di PIK dengan view sunsetnya yang Instagramable banget.
Kalau mau nyari spot persisnya, bisa cek BTS di akun IG para pemain atau production house-nya. Mereka suka kasih clue lokasi syuting sambil ngiklanin dramanya juga. Gue personally suka hunting lokasi syuting drama favorit, dan ini salah satu yang settingnya relate banget sama kehidupan anak kota.
Pernah kepikiran nggak, drama dokter romantis yang kita tonton itu syutingnya di rumah sakit beneran atau set khusus? Aku penasaran banget pas nonton 'Doctor Romantic Teacher Kim' ternyata banyak scene-nya di Rumah Sakit Nasional Seoul di Bundang. Tapi yang bikin menarik, mereka juga pakai lokasi lain seperti kampus Universitas Yonsei buat adegan kampus.
Yang lebih keren lagi, beberapa drama Jepang kayak 'Good Doctor' malah syuting di rumah sakit tua yang udah nggak dipakai. Konsep set-nya bikin autentik banget! Jadi penasaran, mungkin ada production designer jenius di balik semua setting rumah sakit romantis ini ya?
Drama 'Terapis Ganteng' itu syutingnya di beberapa spot iconic di Seoul, Korea Selatan. Gue perhatiin banget latar belakangnya pas nonton, ada beberapa adegan di Gangnam yang keliatan banget gedung-gedung modernnya. Yang paling sering muncul itu di sekitar COEX Mall sama Starfield Library - tempatnya aesthetic banget buat adegan romantis. Adegan di klinik terapinya sendiri katanya syuting di studio khusus, tapi exterior-nya pake gedung office yang biasa dipake buat drama-drama Korea.
Lucunya, ternyata ada juga beberapa scene yang syuting di luar kota. Temen gue yang pernah jalan-jalan ke Gapyeong bilang ada spot danau kecil yang persis kaya di episode 5. Memang produksinya keren sih, sampe nyari lokasi yang jarang dipake di drama lain.