Yang paling sering dibahas pasti Arnold Poernomo. Awalnya ikut kompetisi, eh sekarang malah duduk manis di kursi juri. Kalo gue perhatiin, dia itu beda banget gaya ngomentarinnya dibanding chef Juna atau Renatta. Lebih santai tapi tetep detail, apalagi kalo lagi nilai plating. Gue suka liat dia ngasih tips praktis buat peserta, kayak cara motong bahan atau kombinasi rasa. Jadi inget dulu pas masih jadi peserta, dia sering bikin fusion food yang unik-unik.
Pernah denger nama Arnold Poernomo? Dulu pernah jadi peserta 'MasterChef Indonesia' season 2, terus sekarang malah jadi juri di sana! Lucu banget kan perjalanannya dari kontestan jadi expert. Dulu waktu masih ikut lomba, masakannya udah sering bikin juri ngiler, apalagi dessert-dessertnya. Sekarang, gaya ngomentarinnya yang tajam tapi bikin ngakak itu jadi ciri khas dia di panel juri. Keren banget ya bisa balik ke acara yang sama tapi dengan peran beda!
Btw, selain Arnold, ada juga Rinrin Marinka yang dulu ikut season pertama terus sekarang sesekali muncul sebagai guest. Tapi kalau dibandingin, transformasi Arnold itu yang paling memorable sih.
Dari sekian banyak alumni 'MasterChef Indonesia', Arnold tuh yang karirnya paling konsisten naik. Dulu jago bikin dessert ala restaurant bintang lima, sekarang malah jadi penentu nasib peserta. Kerennya lagi, dia gak cuma eksis di TV aja - punya bisnis katering, sering bikin workshop, bahkan sempat collab sama brand besar. Kalo liat sosok kayak gini, jadi inget bahwa kompetisi reality show itu beneran bisa jadi batu loncatan kalo kita serius.
Arnold Poernomo itu contoh sukses dari 'MasterChef Indonesia'. Dari peserta biasa season 2, sekarang jadi salah satu juri paling iconic. Yang gue suka dari dia itu cara ngasih kritik - pedas tapi enggak bikin down. Pernah liat dia ngajari peserta cara bikin saus yang tepat sambil becanda, itu yang bikin acaranya enggak monoton. Kalo liat perkembangannya, kayaknya experience jadi peserta bikin dia lebih relate sama tekanan yang dirasain kontestan sekarang.
Ngomongin chef mantan 'MasterChef Indonesia' yang sekarang jadi publik figur, ada beberapa sih. Yang paling menonjol ya Arnold, tapi jangan lupa sama Rinrin Marinka. Bedanya, Arnold sekarang jadi juri tetap, sementara Rinrin lebih sering muncul sebagai tamu atau bikin demo masak. Dulu Rinrin ini dikenal karena masakan Indonesianya yang autentik, sedangkan Arnold lebih ke Western dan dessert. Lucu ya liat mereka berdua berkembang, dari peserta biasa sampai punya nama besar di industri kuliner lokal.
2026-07-15 00:34:49
1
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Istri yang Terabaikan
Alverna
10
17.9K
Sejak kematian kembarannya, hidup Aira berubah menjadi neraka. Ia dipaksa menanggung kesalahan sang kembaran, dosa yang tak pernah ia lakukan dan harus menikah dengan Gavin Aksa Mandala—pewaris dingin yang menyalahkannya atas setiap kehilangan. Bagi Gavin, pernikahan itu adalah hukuman. Namun di balik ikatan yang penuh kebencian, perlahan takdir menyingkap rahasia tentang Aira, mungkinkah hati yang hancur justru menemukan cinta … atau malah terluka untuk kedua kalinya?
Zara harus keluar dari rumah omnya karena tidak ingin menjadi beban keluarga omnya, tapi dia harus menikah terlebih dahulu. Entah itu kebetulan baik atau malah bencana, kebohongan besar tiba-tiba mengguncang hidupnya. Bosnya, Kael, dengan tanpa rasa bersalah mengatakan bahwa Zara hamil anaknya. Lebih mengejutkan lagi, demi menyelamatkan posisi Kael yang terjebak perjodohan tak diinginkan dari keluarga, Zara terpaksa setuju untuk menikah dengannya.
Terbangun di tubuh Lady Evelyne—antagonis manja yang dibencinya—Aruna memilih membuang obsesinya pada pangeran demi membuka toko kue modern di Kerajaan Asteria. Alih-alih hidup malas, ia justru mengikat apron dan membuat seluruh istana gempar dengan kelezatan cheesecake dan cookies buatannya. Namun, saat ia hanya ingin hidup mandiri, aroma manis kuenya justru memancing rasa penasaran pangeran dingin, duke misterius, dan mantan tunangan yang kini menyesal telah membuangnya. "Berhenti mengejarku, Pangeran!"
Mita, dengan segudang pengalaman sebagai manajer selebriti, tak menyangka akan menghadapi tantangan terberatnya: Gun Saliba. Chef terkenal ini bukan hanya rewel, tapi juga mantan yang ingin Mita kubur dalam-dalam! Parahnya, Gun langsung memperlihatkan sikap permusuhan dan berniat mengerjainya habis-habisan. Lantas, bagaimana nasib Mita? Terlebih, Gun sepertinya tak benar-benar tau alasan Mita mengakhiri hubungan mereka...?
Sheravina Danilova, seorang model seksi blasteran Rusia, terpaksa menikah dengan Kevin Alejandro Bagaskara, duda 40 tahun yang merupakan mantan suami dari Selena bibi Sheravina karena sebuah insiden satu malam. Kevin adalah seorang chef sekaligus pemilik restoran, baik, jujur, tampan dan juga sangat mapan. Namun sayangnya tak bisa memberikan keturunan kepada Selena sehingga membuat Selena menceraikannya.
Bariqi Galanga, seorang executive chef yang sangat galak. Dalam satu bulan, pria itu bisa berganti asisten delapan belas kali. Saking galaknya, banyak orang yang angkat tangan dengan pria itu. Hingga, Bariqi tertarik dengan seorang gadis yang bekerja di bagian potong sayur. Dengan wewenangnya, Bariqi menjadikan gadis itu sebagai asistennya.
Elya Rembulan, gadis berusia dua puluh tahun yang bekerja keras demi menyekolahkan adiknya. Gadis malang itu harus merelakan cita-citanya pupus demi sang adik. Saat diangkat menjadi asisten chef membuat Elya sangat senang, karena sudah pasti gajinya akan naik. Setidaknya bisa menambah pemasukannya.
Namun, siapa sangka kalau menjadi asisten chef tidak seenak yang Elya pikirkan. Elya harus menderita karena Bariqi yang senantiasa menyiksanya.
"Hidupmu adalah milikku!" kata-kata itu yang selalu Bariqi ucapkan untuk mengancam Elya.
Kalau bicara restoran chef ternama di Jakarta yang sudah tutup, satu yang langsung terlintas di kepala adalah 'Dapur Babah Elite'. Dulu sempat jadi tempat favorit buat acara keluarga atau kumpul-kumpul karena nuansa Indonesianya yang kental banget. Menu-menu klasik seperti babi kecap atau sop buntut mereka itu benar-benar bikin nagih.
Sayangnya, tempat ini sudah tidak beroperasi lagi sejak beberapa tahun lalu. Padahal interiornya yang vintage dengan sentuhan kolonial itu beneran instagrammable. Masih banyak yang merindukan suasana dan cita rasa masakan mereka, terutama yang pernah merasakan langsung keahlian mantan chefnya yang memang jago banget mengolah hidangan lokal dengan sentuhan modern.
Ada satu chef yang pernah populer di acara memasak lokal, dulu sering muncul di TV dengan resep-resep kreatifnya. Kabarnya sekarang dia membuka catering khusus untuk acara-acara perusahaan besar di Jakarta. Beberapa kliennya bahkan dari perusahaan multinasional yang sering mengadakan event dengan standar kuliner tinggi. Aku sempat lihat fotonya di Instagram lagi memimpin tim di sebuah dapur modern, tapi lokasi pastinya agak dirahasiakan karena sifat bisnisnya yang eksklusif.
Dari beberapa teman di industri kuliner yang pernah kerja sama, katanya dia lebih fokus ke konsep 'fine dining on demand' dengan menu seasonal. Jadi mungkin enggak lagi cari popularitas di layar kaca, tapi lebih ke bisnis yang lebih niche tapi profitable. Tetap keren sih menurutku, bisa bertahan di industri yang kompetitif dengan caranya sendiri.
Pernah nggak sih kepikiran kalau dunia kuliner itu penuh tekanan? Beberapa chef memilih mundur dari acara masak karena tuntutan kreativitas yang terus-menerus. Mereka harus selalu menghadirkan hidangan spektakuler dalam waktu singkat, padahal di dapur nyata, prosesnya lebih organik. Belum lagi konflik dengan produser soal screen time atau penilaian juri yang kadang terasa nggak adil.
Ada juga yang merasa acara seperti itu terlalu 'dramatis' dan jauh dari esensi memasak sebenarnya. Mereka lebih nyaman berkreasi tanpa kamera yang mengintip setiap kesalahan. Hidup di bawah spotlight terus-terusan bikin burnout, apalagi kalau sampai reputasi profesional dipertaruhkan hanya karena satu episode gagal.
Di Indonesia, ada beberapa patissier yang sangat terkenal dan karyanya benar-benar menakjubkan! Salah satunya adalah Chef Sarah Sechan, yang dikenal lewat kue-kue berkelasnya yang tidak hanya enak, tetapi juga sangat estetis. Dia memiliki berbagai outlet kue yang sukses dan selalu ramai dikunjungi. Saya ingat kali pertama mencoba macarons yang dia buat, rasanya luar biasa! Dia sering menginfuskan cita rasa lokal ke dalam kreasinya, seperti macarons pandan atau brownies dengan sirop durian yang membuatnya unik dan sangat layak dicoba.
Ada juga Chef Petty Elliot yang terkenal dengan kue lapisnya. Dia menggabungkan teknik pastry Prancis dengan bahan lokal, sehingga hasilnya benar-benar menggoda. Kue lapis legit buatan dia selalu menjadi sorotan saat acara-acara besar. Selain itu, dia juga aktif dalam berbagai acara memasak dan sering berbagi resep di media sosial. Melihat chef-chef seperti mereka berbagi karya dan teknik menjadikan saya semakin mencintai dunia pastry!
Ada satu resep yang selalu bikin lidah berdecak kagum dari chef mantan itu: ayam goreng sambal matah ala Bali. Dia pernah bilang, rahasianya ada di penggunaan bawang merah dan cabai rawit segar yang diiris tipis, lalu disiram minyak panas bersama serai dan daun jeruk. Rasanya? Pedas segar dengan sentuhan gurih dari ayam yang dimarinasi kelapa parut.
Dulu waktu masih pacaran, tiap akhir pekan dia selalu bikin ini buat sarapan. Sekarang meski udah putus, kadang masih kepikiran mau recook sendiri, tapi rasanya selalu kurang pas. Kayaknya ada 'sentuhan tangan' khusus yang cuma dia yang punya.