Setahun Menikah Masih Perjaka
Wajahnya yang bersih, dengan kacamata berbingkai itu, membuat dia terlihat amat terpelajar dan berkelas.
"Maaf, saya terlambat," ucapku sambil menarik kursi di depan chef Budi. Dia tersenyum sekilas, menilai diriku dari atas sampai bawah. Aku bukan orang yang perfeksionis dalam berbusana, akan tetapi tetap mengedepankan kerapian, kalau berlomba dengan Chef Budi, tentu saja aku akan kalah. Pria itu, dari atas sampai ke bawah memakai pakaian bermerek, tentu saja sesuai dengan isi kantongnya, karena yang kutahu, gaji seorang chef cukup besar, apalagi jika bekerja di hotel bintang lima dan ditambah dengan punya usaha sendiri.
Hot Chapters