Kemarin scroll Instagram nemuin akun @ustadzperjodohan—ternyata itu official-nya Ustadz Evie Effendi! Lucu ya handle-nya frontal gitu. Aku baca-baca testimoni jamaahnya, banyak yang cerita proses ta'arufnya dibimbing sampai tahap akad. Yang bikin beda, beliau pakai sistem matching berdasarkan analisis psikospiritual, bukan sekadar cocok fisik atau hobi. Ada satu kasus couples mismatch personality tapi akhirnya langgeng karena pendekatan beliau yang holistic.
Waktu buka-buka komunitas nikah sakinah di Facebook, sering banget muncul rekomendasi Ustadz Hanan Attaki. Awalnya taunya dari viralnya ceramah-ceramah muda, tapi ternyata punya program 'Jodohkan Aku Syar'i' yang udah ratusan alumni. Sistemnya unik, gabungin konsep klasik mahram dengan pendampingan digital. Katanya sih biayanya terjangkau banget untuk layanan segitu intensif.
Baru saja aku ngobrol sama temen yang lagi serius nyari pasangan via jalur islami, dan dia mention nama Ustadz Maaher. Katanya, beliau ini populer banget di kalangan anak muda karena metode perjodohannya modern tapi tetep memegang prinsip syar'i. Yang menarik, program 'Ta'aruf Online'-nya rame banget pesertanya!
Aku penasaran terus nyari tau, ternyata selain ngajar, beliau aktif bikin konten di YouTube buat kasih tips ta'aruf sehat. Gaya bahasanya santai, enggak kaku, jadi cocok buat generasi sekarang. Ada satu video favoritku di mana dia bilang, 'Jodoh itu rezeki, tapi usaha tetep wajib'—bikin aku mikir ulang tentang konsep ikhtiar dalam percintaan.
Denger-denger sih Ustadz Felix Siauw juga sering jadi rujukan buat yang pengen ta'aruf. Awalnya aku kira cuma fokus di kajian politik islam, eh ternyata banyak juga yang dateng khusus konsultasi pernikahan. Temen kantor pernah ikut sesi privat, katanya dia approachable banget dan paham dinamika anak muda urban. Uniknya, beliau sering tekankan pentingnya 'mental siap nikah' dibanding cuma cari chemistry buta.
2026-07-12 08:39:47
9
すべての回答を見る
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
関連書籍
Tetanggaku yang Menggoda
Richy
9.8
57.4K
“Kak, kenapa bisa ada yang timbul di bagian sana? Sepertinya berbeda dengan punyaku.”
Gadis polos berusia 18 tahun yang merupakan tetanggaku itu menatap selangkanganku dengan penuh penasaran. Sorot matanya mengandung nafsu tersirat.
Aku berpura-pura bodoh. “Coba aku lihat punyamu seperti apa.”
Tak disangka, dia langsung melepas rok mini putihnya tanpa ragu sedetik pun, memperlihatkan bagian selangkangannya yang seputih salju.
“Lihat, punyaku rata. Tidak ada apa-apa di sini.”
Mayang tidak pernah menyangka, kalau gadis yang ia tolong karena kondisi keluarganya yang memprihatinkan, justru akan menjadi penghancur pernikahan. Dialah Riana, gadis pendiam yang Mayang tolong dan justru menusuk Mayang Sari belakang.
Tanpa perasaan Riana menjalin hubungan gelap dengan Ilham, suami Mayang. Bagaiman kisah mereka? Ikuti kisahnya ya.
“Kalau mau cari cowok baik-baik, cari di masjid subuh-subuh.”
Bagaimana jadinya jika seorang perempuan berpenampilan tomboi, gemar mengoleksi film dewasa dan ketika berbicara tidak pakai filter, tiba-tiba menjadi rajin beribadah di masjid hanya untuk mencari jodoh?
Dian merasa frustasi, karena tidak kunjung mendapatkan jodoh di usia pertengahan tiga puluh. Ditambah lagi teror dari sang Ibu. Gadis itu mengikuti saran dari kakak sahabatnya untuk mencari pria baik-baik di masjid pada waktu Subuh.
Tak disangka ia melihat seorang ustaz muda berparas tampan, bernama Fajar Faizan. Usut punya usut, pria itu berprofesi sebagai seorang dosen di salah satu Universitas Islam.
Dian jatuh cinta pada pandangan kedua dan berniat untuk mendapatkan perhatian Fajar. Dia sampai mengubah penampilan demi pujaan hati.
Apakah perubahan yang bertujuan mendapatkan perhatian hamba-Nya ini bisa berhasil?
Cover designed by Chay Graphic and owned by Leenagie
IMPIAN PERNIKAHAN ADALAH PENUH DENGAN KEBAHAGIAN, TAPI TERNYATA UNTUK MENDAPATKAN KEBAHAGIAN ITU PERLU KESABARAN, CINTA YANG BERLIMPAH DAN HARUS PENUH DENGAN MAAF.
"Kamu sudah membuat saya jatuh cinta. Jadi setelah ini jangan ada niatan untuk pergi," ucap Ashraf menatap Balqis.
"Maaf Ustadz, tapi perjanjian pernikahan kita sudah selesai," tolak Balqis berusaha melepas genggaman tangan Ashraf.
Kisah ustadz dingin yang diharuskan menikah dengan santriwatinya. Padahal sebelum itu sang ustadz sudah bertunangan dengan putri dari kyai di pesantren tempat dia mengajar.
Akankah Ashraf dan Balqis dapat bersatu. Setelah banyak tuduhan dan juga perbedaan diantar mereka yang begitu jauh.
Pernikahan adalah ibadah terpanjang untuk mengikuti Sunnah Rasulullah. Tapi, jika pernikahan terjadi karena sebuah paksaan apakah ibadah itu akan tetap ternilai?
Adam Rafan, seorang ustadz muda yang tengah mengabdi di pesantren As-Salam, tepatnya di daerah ibu kota. Dijodohkan dengan seorang santri bernama Danialah Muhafiza. Mereka harus menikah secara terpaksa atas keinginan kakek mereka. Dan pernikahan mereka juga harus menjadi sebuah pernikahan rahasia.
Pernah penasaran gak sih sama fenomena perjodohan yang terjadi di kalangan ustadz? Aku perhatikan ini lumayan menarik karena melibatkan campuran antara tradisi agama dan praktik sosial yang unik. Biasanya, prosesnya dimulai dari rekomendasi sesama rekan ustadz atau jamaah yang merasa ada kecocokan. Lalu, pihak keluarga atau perantara akan mempertemukan kedua belah pihak dengan tujuan pernikahan.
Yang bikin beda dari perjodohan biasa adalah faktor 'kafaah' atau kesetaraan dalam hal agama. Ustadz biasanya mencari pasangan yang level pemahaman agamanya seimbang, biar bisa saling mendukung dalam dakwah. Proses ta'aruf (perkenalan) juga lebih terstruktur dan sering difasilitasi oleh majelis taklim atau ormas Islam. Seru deh ngeliat gimana nilai-nilai agama jadi pertimbangan utama dalam hubungan mereka.
Melihat fenomena perjodohan yang dilakukan ustadz, ada banyak faktor yang membuatnya bisa efektif atau justru sebaliknya. Di lingkungan saya, beberapa pasangan yang dijodohkan melalui ustadz ternyata berhasil membangun rumah tangga harmonis karena kesamaan visi dan nilai-nilai agama yang kuat. Mereka merasa lebih nyaman karena prosesnya melibatkan filter spiritual dan rekomendasi dari figur yang dihormati.
Tapi tidak sedikit juga yang akhirnya menemui konflik karena kurangnya chemistry atau perbedaan kepribadian yang tidak terdeteksi selama proses perjodohan. Intinya, efektivitasnya sangat tergantung pada kedewasaan kedua belah pihak dan sejauh mana mereka mau berkomitmen untuk saling memahami setelah menikah. Sistem ini bukan jaminan, tapi bisa jadi alternatif bagi yang mengutamakan keselarasan religius.