Pathetic Artinya

Kuis Kepribadian ABO
Ikuti kuis singkat untuk mengetahui apakah Anda Alpha, Beta, atau Omega.
Aroma
Kepribadian
Pola Cinta Ideal
Keinginan Rahasia
Sisi Gelap Anda
Mulai Tes

Buku Terkait

Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Firdania Tintama. Gadis asal Sumatera Utara yang sedikit bar-bar, kuat, energik, pantang ditindas namun penuh dengan kekonyolan yang tiada dua. Ia merantau ke Jakarta dan menemukan jodoh di sana—Arya Bima Sakti atau yang sering dipanggil Bima. Namun apa kata nasib. Sekeping cinta yang Firda berikan kepada suami dan keluarganya, tak lantas membuat mertua dan ipar menyayangi dirinya. Itu dikarenakan mertuanya yang sedari awal tak suka jika anak lelakinya mendapatkan istri seorang anak perantauan. Kebencian semakin menjadi kala Firda tak jua mengandung. Padahal usia pernikahan mereka masih terbilang muda, yaitu dua tahun. Sedih? Lantas menerima begitu saja perlakuan mertua, ipar bahkan sikap menyebalkan dari suaminya sendiri? Oh, tentu tidak! Firda bukan wanita lemah. "Jika kewarasanku dianggap angin lalu,maka aku perlu sedikit gila biar tiada beban". Itu katanya. Tak ada sedih yang berlarut, mana lagi Firda mempunyai seorang bestie yang sifatnya hampir sama seperti dirinya—konyol. Apakah kehidupan rumah tangganya dengan Bima akan bertahan? Atau ia akan mendapat cinta lain yang sudah semestinya ia dapatkan? Yuk simak ceritanya. menyukai
0 151 Bab
Istri yang Kau Anggap Bodoh

Istri yang Kau Anggap Bodoh

Mertua julid, ipar sinis kupikir hanya ada di sinetron. Saking takut dicap anak durhaka, suamiku menyerahkan gajinya untuk membiayai keluarganya berfoya-foya, sementara untuk kebutuhan rumah tangga aku harus bant1ng tulang! mereka pikir aku bodoh, menerima perlakukan tak adil ini. "Mulai sekarang, aku akan hitung setiap luka yang kau beri padaku. Akan ada waktunya aku menuntut bal4s!"
10 30 Bab
DENDAM ARYANDARU PUTRA MAHKOTA YANG TERBUANG

DENDAM ARYANDARU PUTRA MAHKOTA YANG TERBUANG

>>>Ternyata pendekar miskin dan hina itu seorang ksatria tangguh tak terkalahkan. Dan dia adalah Putra Mahkota Yang Terbuang, Pangeran Aryandaru Janardana Parama!<<< Blurb: Aryandaru Janardana Parama seorang Putra Mahkota dari kerajaan Badaskara yang sengaja dibuang sejak lahir karena dianggap tidak sempurna dan tak pantas menduduki tahta kerajaan Badaskara di masa depan. Setelah dewasa Aryandaru Janardana tumbuh menjadi seorang ksatria tangguh, pendekar yang malang melintang menumpas kejahatan dan ketidakadilan di rimba persilatan. Saat terjadi kekacauan di istana Badaskara, karena tidak adanya Putra Mahkota yang akan menggantikan posisi raja selanjutnya hingga kedaulatan Badaskara terancam hancur, Aryandaru Janardana Parama memutuskan kembali pulang ke asalnya dan berniat menduduki kembali kursi mahkota yang memang seharusnya menjadi miliknya sejak dilahirkan! Bagaimanakah perjuangan Aryandaru mempertahankan kedaulatan Badasakara dan mempertahankan tahta putra mahkota miliknya? >>>> BACA SEKARANG BAB SELANJUTNYA<<<< Disclaimer : ini novel asli karya iin manaf dare alias srindang bulan!
10 11 Bab
Gadis Bodoh [Bego]

Gadis Bodoh [Bego]

Altha Naomi, gadis yang sangat terkenal di sekolah karena kebodohannya dan sikap kocaknya. Satu-satunya manusia yang begitu mencintai pisang dari banyaknya manusia di bumi. Bisa dikatakan dialah manusia spesies langka yang jarang bisa ditemui. Altha menemukan pangeran impiannya saat dia masuk sekolah SMA. Jatuh cinta pada ketua osis karena alasan konyol. Gabriel Alexandre yang membuatnya jatuh cinta pada pisang, sebab itu juga Altha menganggap Gabriel ialah jodohnya. Novel ini akan menceritakan bagaimana gadis bodoh mengejar cinta sejatinya. Dan bagaimana sang pria dingin akhirnya luluh karena sikap apa adanya si gadis bodoh.
9.8 5 Bab
Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Si Bodoh yang Luar Biasa (LDN Seri 1)

Renggin Ang, seorang anak laki-laki bodoh yang memiliki bakat terpendam. Orang-orang menyebutnya si sampah Keluarga Ang. Itu karena Seta Hun (ayah Renggin Ang) menyembunyikan identitasnya sebagai seorang sampah. Namun, ternyata dia adalah keturunan dari sang legenda terkuat di dunia yang bernama (Duata Hun). Pada suatu hari, terjadi suatu tragedi. Identitas Seta Hun terungkap dan menarik perhatian para master dari Benua Yu. Para master itu memburu Seta Hun dengan membawa sebuah buku misterius yang pada sampulnya bertuliskan N-O-V-E-L. Saat itu, Renggin Ang dan adiknya (Ampy Ang) menyaksikan pertarungan hebat antara kedua orangtua mereka dan para master itu. Kedua orangtua mereka terjebak dalam suatu formasi penyegelan jiwa. Dengan memanfaatkan situasi dan kondisi, Meriy Ang (ibu Renggin Ang) berhasil mendorong Seta Hun keluar dari formasi. Buku misterius itu terbuka, melayang dan menghisap jiwa Meriy Ang ke dalamnya. Kemudian buku itu terjatuh tepat di hadapan Renggin Ang. Para Master menatap tajam anak itu dengan hawa membunuh yang sangat kuat. Seta Hun menyuruh Renggin Ang dan adiknya pergi membawa buku itu. Demi memyelamatkan sang buah hati, dia mengorbankan diri menggunakan teknik terlarang yaitu jurus penghancur raga. Dengan teknik itu, dia berhasil membunuh enam orang Master yang melawannya dan seorang Master terluka parah. Tubuh Seta Hun hancur, seorang Master yang tersisa pergi membawa tubuh Meriy Ang. Bagaimana nasib Renggin Ang dan adiknya setelah kejadian itu? Dapatkah Renggin Ang menemukan raga sang ibu tercinta dan membebaskan jiwanya yang tersegel di dalam sebuah buku kuno agar kembali ke raganya? #Fantasi #Comedy #Romance
9.8 128 Bab
Ciuman Pengkhianat

Ciuman Pengkhianat

Suamiku memiliki seorang pujaan hati. Wanita itu mengunggah sebuah status berupa video. Dalam video tersebut, dia dan suamiku sedang melakukan permainan menyerahkan kartu remi dengan mulut. Kartu tersebut jatuh dan bibir mereka bersentuhan. Mereka langsung tidak peduli apa pun dan berciuman selama satu menit penuh. Ada tulisan yang menyertai. "Aku masih payah seperti biasanya! PS: Arkan masih sama bagusnya seperti dulu!" Aku menyukai status tersebut dengan hati hampa dan berkomentar: "Selamat." Sesaat kemudian, suamiku menelepon dan membentakku. "Kamu itu ada-ada saja jadi perempuan. Aku dan Lidya sedang bermain. Kenapa kamu sensitif sekali!" Aku tahu bahwa tujuh tahun hubungan kami hanyalah awan yang berlalu begitu saja. Sudah waktunya bagiku untuk pergi.
0 8 Bab

Berikan contoh kalimat yang menjelaskan pathetic artinya.

4 Jawaban2025-09-09 00:35:08
Istilah 'pathetic' sering muncul di film barat atau lirik lagu, dan aku suka menguraikannya lewat contoh nyata supaya maknanya nempel di kepala.

Kalau dipakai untuk menggambarkan perasaan, 'pathetic' berarti sesuatu yang menyayat hati atau memancing belas kasihan. Contoh: "Anak itu duduk di bangku taman dengan jaket compang-camping, menatap jalan; pemandangannya benar-benar pathetic, membuat orang-orang yang lewat berhenti sejenak." Di sini 'pathetic' menunjukkan kondisi yang membuat orang lain merasa iba.

Di sisi lain, 'pathetic' juga bisa menyiratkan hinaan—menggambarkan sesuatu yang sangat lemah atau tidak memuaskan sampai bikin jijik. Misal: "Upaya menyelesaikan tugasnya terkesan sembrono dan pathetic—benar-benar tidak layak disebut usaha." Perasaan yang ditimbulkan berbeda tergantung konteks; aku sering melihatnya dipakai untuk menyentuh nalar emosional atau menyindir kegagalan, dan itu yang bikin kata ini begitu multifungsi dalam percakapan.

Apakah penggunaan pathetic artinya menyinggung perasaan orang?

4 Jawaban2025-10-23 20:42:34
Kata 'pathetic' di telinga orang Indonesia sering punya dua muka. Di kamus bahasa Inggris formal arti dasarnya berkaitan dengan 'pathetic' sebagai sesuatu yang layak dikasihani atau menyentuh perasaan—biasanya netral atau empatik. Tapi dalam percakapan sehari-hari, terutama online, kata itu sering dipakai untuk merendahkan: menyebut orang, usaha, atau pendapat sebagai 'pathetic' biasanya bermakna menghina, bukan sekadar menggambarkan kesedihan.

Contohnya, bilang 'That excuse is pathetic' berbeda bobotnya dengan 'That's sad'. Yang pertama terdengar menuduh dan merendahkan; yang kedua lebih deskriptif dan empatik. Jadi apakah menyakitkan? Bisa sangat, tergantung siapa yang mendengar, hubungan kalian, dan nada bicaranya. Kalau dari teman dekat yang bercanda dan kalian saling paham, mungkin nggak terlalu parah. Tapi kalau dari orang asing atau dalam debat panas, itu bakal terasa menyinggung.

Praktik pribadiku: kalau mau mengkritik, aku fokus ke tindakan, bukan menyerang orangnya—misalnya katakan 'Cara itu kurang efektif' daripada 'Kamu pathetic'. Pilihan kata kecil bisa bikin percakapan tetap terbuka, bukan memicu defensif. Aku lebih suka menjaga biar komentar tetap ngebangun, bukan ngeruntuhkan.

Apakah sinonim pathetic artinya dalam bahasa Indonesia formal?

4 Jawaban2025-09-09 04:52:38
Mulai dari pengalaman ngobrol sama teman waktu ngebahas kata serapan, aku sering menyamakan 'pathetic' dengan nuansa bahasa Indonesia yang agak serius dan formal. Secara umum, sinonim formal yang pas untuk 'pathetic' kalau dimaknai sebagai 'menyedihkan' adalah 'memprihatinkan' atau 'menyedihkan' sendiri. Kedua kata ini sering dipakai di tulisan resmi, laporan, atau koran untuk menggambarkan situasi yang layak mendapat perhatian atau belas kasihan.

Kalau konteksnya lebih mengarah ke arti 'pathetic' sebagai sesuatu yang memalukan atau merendahkan martabat, pilihan kata formalnya bisa 'memalukan', 'hina', atau 'merendahkan'. Perhatikan nuansa: 'memprihatinkan' cenderung netral dan objektif, sementara 'memalukan' membawa muatan penilaian moral.

Secara ringkas, pilihlah 'memprihatinkan' atau 'menyedihkan' untuk konteks simpati/keprihatinan; pilih 'memalukan' atau 'hina' untuk konteks penghinaan atau rasa malu. Aku biasanya menyesuaikan kata dengan siapa pembaca yang ingin kusentuh—lebih lembut untuk audiens umum, lebih tegas untuk kritik formal.

Bagaimana konteks slang saat kata pathetic artinya negatif?

4 Jawaban2025-09-09 01:58:12
Gue sering mikir gimana satu kata kecil bisa ngeremukkin suasana—'pathetic' itu contohnya. Dalam percakapan sehari-hari, ketika seseorang nyebut orang lain atau tindakan sebagai 'pathetic', hampir selalu ada nuansa merendahkan yang sengaja ditonjolkan. Biasanya konteks negatifnya muncul karena si pembicara mau nunjukin superioritas: bukan cuma bilang sesuatu itu kurang oke, tapi menyatakan bahwa itu layak mendapat hinaan. Tone suara, bahasa tubuh, atau penekanan kata diucapkan bakal ngefek besar; ngomong sambil ketawa sinis beda maknanya sama ngomong datar tanpa ekspresi.

Di situasi grup, kata ini kadang dipakai buat nge-bully halus—misalnya saat orang gagal secara memalukan lalu teman bilang 'that's pathetic' sambil nge-share momen itu. Di sisi lain, ada juga varian yang lebih ringan, dipakai buat bercanda antarteman yang paham konteksnya; tapi tetap harus hati-hati karena bukan semua orang nangkepnya lucu. Intinya, kalau kamu denger 'pathetic' sebagai label, hampir pasti maksudnya negatif kecuali jelas-jelas dipakai sarkastik atau ironis. Buatku, lebih baik ganti kata yang lebih spesifik daripada sekadar melabeli seseorang dengan kata yang berat ini.

Bagaimana cara menyampaikan kritik tanpa menggunakan pathetic artinya?

4 Jawaban2025-09-09 21:27:08
Ada satu cara yang selalu kupakai ketika harus memberi kritik agar tidak terkesan merendahkan atau memakai kata-kata seperti 'pathetic'. Pertama-tama aku mulai dengan menyebut fakta konkret: apa yang terjadi, kapan, dan bagaimana pengaruhnya. Contohnya, bukan bilang 'Kerjamu menyedihkan', aku lebih memilih, 'Aku lihat laporan itu terlambat tiga hari dan ada beberapa data yang belum lengkap, jadi klien kebingungan.' Kalimat ini fokus ke peristiwa, bukan menyudutkan identitas orangnya.

Selanjutnya aku pakai ungkapan perasaan dan kebutuhan: 'Aku khawatir kalau ini terus terjadi, pekerjaan tim bisa terganggu.' Dengan begitu kritik terasa sebagai upaya memperbaiki, bukan serangan. Biasanya aku juga menawarkan solusi konkret atau bertanya, 'Mau aku bantu cek formatnya dulu?' daripada sekadar mengeluh. Cara ini menumbuhkan rasa kolaborasi.

Terakhir, aku menaruh pujian spesifik bila ada hal yang baik. Bukan sandwic klise, melainkan pengakuan konkret: 'Bagus bahwa kamu cepat merespons email klien, itu membantu. Kalau kita perbaiki datanya, hasilnya bakal jauh lebih solid.' Intinya: fokus ke tindakan, bersikap empatik, dan tawarkan solusi — itu membuat kritik jauh lebih berguna dan nggak bikin orang tersinggung.

Kata pathetic artinya apa dalam konteks percakapan sehari-hari?

7 Jawaban2026-07-22 15:16:34
Gue perhatiin kata 'pathetic' itu sering bikin bingung karena satu kata bisa ngegambarin dua nuansa yang sangat berbeda.

Dalam obrolan sehari-hari, 'pathetic' paling umum dipakai buat nunjukin sesuatu atau seseorang yang 'menyedihkan' — entah karena kasihan (so sweet, poor thing) atau karena memalukan (so lame, what a joke). Bedanya tergantung intonasi dan konteks. Misal, kalau seseorang bilang "He looked pathetic," itu bisa berarti mereka merasa iba melihat orang itu; tapi kalau yang bilang itu sambil meledek, maksudnya adalah memandang rendah: "That’s pathetic" = "Konyol banget, memalukan." Intonasi datar dan konteks kelompok sering jadi petunjuk.

Aku sering pakai kata ini waktu pengin nunjukin reaksi sinis terhadap sesuatu yang ketinggalan jaman atau usaha yang gagal total. Tapi hati-hati: dipakai sebelah mata, kata ini gampang nyakitin. Kalau mau lebih halus, bisa pakai 'kasihan' atau 'sayang sekali'; kalau mau lebih sinis tanpa terkesan kejam, 'lame' (yang sering diterjemahin jadi 'kurang greget') kadang lebih cocok.

Jadi intinya, arti 'pathetic' bergeser antara empati dan ejekan. Kalau lo denger kata itu, coba rasakan nada bicaranya: apakah ada getar iba atau tawa meremehkan? Itu penentu maknanya. Aku sih sekarang selalu mikir dua kali sebelum nyolot pakai kata ini, karena dampaknya bisa bikin suasana berubah seketika.

Asal kata dan etimologi pathetic artinya berasal dari mana?

9 Jawaban2026-07-24 23:25:54
Kadang kata kecil menyimpan sejarah panjang; 'pathetic' itu contohnya.

Kalau ditarik ke asalnya, kata ini berakar dari bahasa Yunani: πάθος (pathos) yang berarti 'perasaan', 'penderitaan', atau 'pengalaman emosional'. Dari situ muncul bentuk sifatnya, παθητικός (pathētikós), yang kira-kira bermakna 'yang sanggup merasakan' atau 'yang menyentuh perasaan'. Bentuk-bentuk ini lalu masuk ke bahasa Latin dan Perancis pertengahan—biasanya lewat bentuk seperti 'patheticus' dalam Latin atau 'pathetique' dalam Old French—sebelum akhirnya masuk ke bahasa Inggris.

Menariknya, makna kata itu sendiri bergeser. Di awal penggunaan Inggris (sekitar abad ke-16) 'pathetic' lebih sering dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang membangkitkan rasa iba atau belas kasih, sesuai dengan kaitannya ke 'pathos' dalam retorika—Aristoteles di 'Rhetoric' ngomongin pathos sebagai cara memengaruhi emosi pendengar. Namun seiring waktu, terutama dalam bahasa percakapan modern, maknanya meluas jadi lebih merendahkan: bukan cuma "membangkitkan iba" tetapi juga "menyedihkan" atau 'konyol dan tidak kompeten'. Aku suka lihat evolusi itu karena nunjukin gimana nuansa emosional bisa berbalik arah tergantung konteks sosial.

Jadi intinya: 'pathetic' berasal dari akar Yunani 'pathos', lewat bahasa Latin/Perancis, dan mengalami pergeseran makna dari 'menggerakkan perasaan' ke makna yang lebih negatif sekarang. Buatku, kata ini selalu jadi pengingat bahwa etimologi sering kasih perspektif tentang bagaimana emosi dan penilaian berubah seiring zaman.

Akahir hidup orang terbodoh di dunia seperti apa?

3 Jawaban2026-06-16 18:41:14
Pernahkah kita membayangkan bagaimana rasanya menjalani hidup dengan label 'orang terbodoh di dunia'? Sebenarnya, bodoh itu relatif, dan seringkali lebih tentang perspektif masyarakat daripada kapasitas individu itu sendiri. Orang yang dianggap 'terbodoh' mungkin justru hidup bahagia karena tidak terbebani ekspektasi tinggi atau tekanan sosial untuk selalu pintar. Mereka mungkin menemukan kebahagiaan dalam hal sederhana, tanpa perlu memikirkan teori kompleks atau kompetisi intelektual.

Di sisi lain, stigma sosial bisa membuat hidup mereka penuh dengan ejekan, isolasi, atau perlakuan tidak adil. Tapi bukankah banyak orang jenius seperti Einstein juga pernah dianggap 'bodoh' di awal hidupnya? Kisah semacam ini membuatku berpikir: mungkin yang disebut kebodohan hanyalah fase, atau bahkan ilusi. Yang jelas, setiap orang punya cara sendiri untuk memberi makna pada hidupnya, terlepas dari seberapa 'pintar' mereka di mata orang lain.

Apa kutipan paling viral dari sebuah seni bersikap bodo amat?

3 Jawaban2025-10-22 11:09:11
Baris itu nempel di kepala saya: 'Kamu tidak istimewa.' Itu kutipan yang sering diangkat dari 'Seni Bersikap Bodo Amat', dan terus terang, tiap kali saya melihatnya di timeline, rasanya seperti ditepuk lembut sekaligus ditampar halus. Kalimat singkat itu mengusik kenyamanan karena menolak mitos bahwa semua orang harus terus merasa luar biasa tanpa henti. Bagi saya, daya viralnya bukan cuma karena provokatif, tapi karena ia membebaskan—membuat ruang untuk menerima kekurangan sendiri tanpa harus malu berlebihan.

Duduk di kafe sambil melihat orang-orang sibuk memoles citra di media sosial, saya sering mikir kenapa baris ini cocok jadi slogan pembangkangan terhadap tekanan performa. Banyak yang salah paham, menganggapnya sebagai ajakan untuk menyerah, padahal intinya adalah memilih hal yang pantas untuk dipedulikan. Itu pelajaran yang saya bawa ketika harus memutuskan prioritas: energi terbatas, jadi jangan habiskan untuk hal yang nggak penting.

Satu hal yang membuat kutipan ini terus bergaung adalah kemampuannya untuk bertahan di caption, meme, dan komentar pedas sekaligus manis. Aku masih sering membagikannya ke teman yang terjebak perfeksionisme, karena di balik kesederhanaannya ada pembebasan—sebuah reminder untuk fokus pada tanggung jawab yang benar-benar kita pilih, bukan ekspektasi yang dipaksakan orang lain.

Apakah terjemahan literal cocok untuk pathetic artinya dalam novel?

4 Jawaban2025-09-09 15:26:42
Aku sering kepikiran betapa licinnya kata 'pathetic' waktu diterjemahkan langsung ke bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris, kata itu bisa bermakna 'menyedihkan, mengundang iba' tapi juga bisa sinis seperti 'memalukan' atau 'konyol'. Kalau diterjemahkan literal menjadi 'patetik' atau pun 'menyedihkan' tanpa memperhatikan konteks, nuansa emosi dan sikap narator gampang hilang.

Dari sudut pandang estetika narasi, yang penting bukan hanya memilih padanan kata, melainkan juga menimbang register—apakah tokoh itu sedang merendahkan diri, memohon belas kasihan, atau malah diejek? Misalnya, sebuah kalimat yang asli bermaksud ironi, kalau diterjemahkan jadi 'menyedihkan' bisa jadi terdengar empatik bukannya sarkastik. Aku lebih suka menimbang kata-kata alternatif seperti 'memelas', 'memalukan', 'mendesak iba', atau bahkan merombak kalimat untuk mempertahankan efek emosional. Pilihan itu bergantung pada suara penulis, sudut pandang, dan pembaca yang dituju. Akhirnya aku biasanya memilih solusi yang mempertahankan perasaan yang ingin dibangkitkan oleh teks sumber, bukan terjemahan kata per kata. Itu terasa lebih adil pada karya dan pembaca, menurutku.

Pencarian Terkait

Populer
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status